Thrills, spills and cross after cross: how Stats Zone saw Chile 3-1 Australia

FFT's James Maw analyses the Group B match between La Roja and the Socceroos using Stats Zone...

Chile's 3-1 victory over Australia may not dominate back pages the world over in the same way as the Netherlands' jaw-dropping 5-1 shellacking of world champions Spain, but it was still a hugely compelling encounter.

Chile were ahead on 12 minutes, when Alexis Sanchez rattled home from close range after a spot of penalty box pinball - Mile Jedinak failing to clear the kind of cross that's been meat and drink to him all season in the Premier League.

Before the Socceroos had a chance to catch breath, they were two down, Jorge Valdivia elegantly arching a shot into the top corner with his right foot - a fine finish.

But, where many rank outsiders would have wilted, the Australians dug deep and made the match a real contest. In the 31 minutes between Chile's second goal and the half-time whistle, the men from Down Under fought back, hitting 4 shots to Chile's 3 and having that period's only 2 shots on target.

One of those 2 shots on target was a Tim Cahill header which beat Oscar Bravo in the Chile goal.

That's not to say Chile completely lost control of the game. In fact, Cardiff City scrapper Gary Medel - playing at centre-back - was the epitome of composure on the ball. He was successful with 72 of his 73 passes, giving him a pass completion rate of 98.63%. Only Nottingham Forest full-back Gonzalo Jara completed more passes in the match (74), but his success rate was far lower (91.36%). He also made a decent defensive contribution, including 5 clearances.

The fact Medel made so many clearances was perhaps down to how often Australia were crossing the ball into the box. Getting the ball into wide areas and then looking for a run from Cahill appeared to be the Aussies' Plan A - and it brought them a decent degree of success. Australia succeeded with 8 of their 19 crosses into the opposition penalty area, while Chile were successful with just 1 of their 17. Given the man winning many of those aerial battles was a 5ft 10in 34-year-old - albeit one very adept in that kind of situation - it does seem possible this is something of a weakness for the Chileans.

Fortunately for Chile, it's unlikely tiki-taka masters Spain or clearly capable counter-attackers the Netherlands will sling quite so many crosses into their box, but as the tournament wears on - should they progress, and Jean Beausajour's injury-time strike vastly improved their chances - it may become more of an issue.

Facts and figures

  • Chile scored 3+ goals in a World Cup game for the first time since 1962.
  • Tim Cahill has scored in 3 World Cups for Australia; no other Australian has scored in more than one tournament.
  • Tim Cahill (4 goals, 1 assist) has now been involved in 55.6% of Australia's goals (9) in World Cup history.
  • The Socceroos had 9 shots in the second half, only 1 fewer than Chile managed in the whole match.
  • Chile scored with 3 of their 5 shots on target.
  • Alexis Sanchez became the first Chilean to score a goal and provide an assist in a single WC game (1966-present).
  • Alexis Sanchez has played a hand in 7 of the last 8 goals that Chile have scored (6 assists, 1 goal).       
  • Jean Beausejour became the first substitute to score a goal in this World Cup.
  • The World Cup group containing Spain and Chile in 2010 saw just 8 goals in total. Group B has already seen 10 after only 2 games.

Analyse the game yourself with Stats Zone


SHARES
3 comments

Comments

Facing @CollegeEuropaFC for their @EuropaLeague preparation while all others are on holiday! Sat.14/06 18:00 @VictoriaStadium. Av age U18

"One of those 2 shots on target was a Tim Cahill header which beat Oscar Bravo in the Chile goal" The goalkeeper is called Claudio Bravo... better journalism not too much to ask for... or?

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.