Tom Finney

Sir Tom Finney on his England career

The Preston Plumber recalls his time with the Three Lions

Even in a golden age for English football, playing alongside Billy Wright and Stanley Matthews, one Preston-born ex-serviceman had the skill to shine out: Tom Finney. Now 85, and still President of Preston North End, he talks all things England...

As England call-ups go, yours was unusual.
I was serving in the Royal Armoured Corps in 1945. I was 20-years-old, sitting in my billet, when a guard burst in with instructions to report to the duty officer. The officer handed me a telegram from The FA.  I could hardly take it in. Here I was, a footballer without much experience, stationed in a foreign country [Austria], being told that I was to play for my country. It was unbelievable.

The game against Switzerland, an unofficial international played by an England team that had barely met each other, was disappointing, though.
We lost. The Swiss were too good. We played like a team of strangers – which we were.

But things got better. You went on to bag 76 caps, visit three World Cups and score 30 goals for your country.
Yes. I consider it the golden age of the game.

You could play right-wing, left-wing and centre forward. Which was your favourite position?
I was mostly used down the right, but if I could have my time again, I’d play up front. 

And you were fiercely patriotic…
28 September 1946 was my proudest day as a footballer. I got my full, non-wartime debut against Northern Ireland in Belfast. Ask any footballer who has been chosen to represent the land of his birth, and he will tell you that no feeling quite compares. 

England seemed unbeatable for a long time.
It wasn’t until two-and-a-half years and 15 caps into my career that I sampled a defeat – against the Scots, of all people. But before that, we had done very well. After I scored against Scotland at Wembley, Field Marshal Lord Montgomery came into the dressing room! He said: Congratulations, it was a fine goal from a man who fought with me.

In 1953 you were involved in England's first trip to Russia. How was that?
There were more than 102,000 squeezed into the Lenin Stadium. The atmosphere was intimidating. It ended 1-1, but if it hadn’t been for Lev Yashin’s goalkeeping, we would have won with a bit to spare. I put on one of my best displays in an England shirt. The Soviets were actually booed off the pitch. And the squad enjoyed a night at the ballet! There were some moans when we found out we were going, but how we all enjoyed it. 

With Matthews, Billy Wright and Nat Lofthouse also in the side, England were a major force. How good were you?
It was a time we could really hammer teams. I remember beating Portugal 10-0 in Lisbon in 1947 – and they were meant to be good. We beat a great Italy side 4-0 and played them off the park. I guess England was a little bit ahead in terms of coaching, in some ways.

Given that, it’s strange how they didn’t do well in the World Cups of the fifties. Why was this?
Why we fared so poorly remains a mystery. We were among the favourites, but it never quite happened. It was difficult in 1958 because of the Munich air crash. We lost several players and it affected the mood of the squad.

But you must have some great memories…
After travelling the world representing my country for 12 years, I could only offer my grateful thanks to those who made it possible. I would willingly have paid the FA to play.


SHARES
1 comment

Comments

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.