Year Zero: Spain need pruning, not root-and-branch reform

FFT's Spanish expert, Tim Stannard, reflects on Spanish musings of the future after a disastrous Brazil 2014...

The best remedy for eternally frustrated England fans is to embrace the fact they are never going to see a world-beating team of home-grown players. There's no real disgrace in that. After all, an Englishman invented the sandwich and the USA made the concept an awful lot better. However, no 'Angry of Croydon' seems to call BBC 606 to yell at Danny Mills about a lack of creativity in England's relish selection.  
 
The same grumbling supporters have an awful lot to be chuffed about in comparison to the state of domestic football in many rival nations. Especially Spain, to take one random example.
 
England's four main leagues are stuffed with 92 fine, upstanding clubs that most people have heard of, and not a B-team in sight. Surely everyone has a strong opinion when considering the trials and tribulations of Rochdale or Brighton & Hove Albion. Third-tier football in England can pull in more fans than many top-flight European clubs. Big cheeses of world football would be delighted to turn out in the Premier League if the chance ever came along. 
 
The convoluted point is that everyone should stop talking about root-and-branch reforms, ordering two-year-olds to learn to play with both feet and putting Gary Neville in charge of the country’s economy. 

Spanish inquisition

Spain's post-Brazil gloom is a different kettle of fish, though. Aside from a bit of a fluke year last season, the main domestic league is insanely unbalanced. Clubs are going out of business like flies running a manure shop, and nobody in their right mind wants to play for a theoretical mammoth like Valencia knowing that the chances of ever being paid on time are slim. 
 
This meant that the humungous World Cup flop in Brazil really hurt, and of course led to some ruminating. However, rather than a “woe is us, we so bad” English self-pity vibe, most Spanish watchers – LLL aside, obviously – had predicted very bad things for the World Cup before a ball was kicked (and then missed by Iker Casillas). 
 

Bayern Munich star Thiago is one of Spain's brightest hopes

Spanish frustration doesn't come from a lack of decent player who can trap a ball, but that the wrong ones were taken with the wrong tactics used. Tiki-taka had clearly died on its arse (apologies for the fruitiness) in the face of a bit of physicality – Bayern Munich and Atlético Madrid proved that – and some fresh thinking was needed for Spain’s football in Brazil. 

Fresh players were also required too; those hungry for success and not stuffed to the gills burping about trophies like the posse Vicente del Bosque mostly fielded. The likes of David de Gea, Juan Mata, Santi Cazorla and Javi Martínez may not have been good enough to win the World Cup, but would have added a bit of zing to Spain’s play that might at least have got them out of the group. 
 
There are dozens more sprightly footballers who can form a new generation, from the young contingent at Real Madrid including Dani Carvajal, Isco and Jesé, to those learning a few tricks abroad like Thiago Alcantara and Ander Herrera. 
 
Like England, the Spanish are doing some soul-searching after watching the triumphant Germans, but of a very different variety. There is no call for a major reform of the game in Spain. Instead, all that's needed is a bit of pruning. 
 
SEE ALSO IN YEAR ZERO


SHARES
2 comments

Comments

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.