10 Alasan mengapa Football League adalah yang terbaik di dunia

Richard Keys boleh mengatakan jika yang terbaik adalah Premier League, dan kelompok hipster tercela itu mungkin mengatakan bahwa Bundesliga-lah yang terhebat, namun Richard Edwards punya sederet alasan mengapa FootBall League adalah yang paling menarik. Daftar 50 pemain top versi FourFourTwo di Championship, League One, dan League Two, dirilis sekarang--selengkapnya baca di bawah.

1) Tak ada yang biasa soal jumlah penonton

Jika Anda berangkat untuk menonton laga liga dua di Perancis atau Spanyol, Anda mungkin akan bergabung dengan seorang pria yang menonton bersama anjingnya di tribun. Hampir semua stadion yang mengehelat Championship, League One, atau League Two, pasti akan penuh sesak dan bahkan tak ada ruang untuk seekor kucing pun. Yang mengherankan, ada enam klub di League Two sesumbar bahwa setiap laga yang mereka lakoni menarik lebih dari 20.000 penonton. Brighton ada pada urutan pertama, disusul oleh Leeds United, Derby County, Leicester City dan Nottingham Forest. Sebaliknya, tribun saat laga digelar tidaklah sesesak itu, namun ada lima klub yang mampu menarik lebih dari 10.000 penonton. Di League One, sementara itu, rata-rata penonton  Pompey adalah sekitar 15.215 penonton, sedangkan rekan sekotanya Plymouth menarik rata-rata lebih dari 7.000 penonton. Tribun sedikit lebih longgar ketika laga Accrington dan Morecambe. Namun, penggemar Football League tetap mendambanya--bokong Anda masih menduduki kursi yang jumlahnya tak masuk akal.

2) Muda, berbakat, dan orang asli Inggris

Sebagai seorang anak muda sekaligus pesepak bola Inggris, masuk ke Premier League tak pernah  begitu sulit. Di Football League, bagaimanapun, bakat baru anak negeri bertaburan. Pemain belia Derby County ,Will Hughes, Danny Ings dari Burnley, Liam Moore dari Leicester, dan pemain Nottingham Forest, Jamaal Lascelles, adalah empat pemain yang bersinar dalam laga promosi Football League. Lebih dalam lagi, pemain pinjaman Everton dari Brentford, Adam Forshaw sudah meraih sukses besar di Griffin Park musim ini, sedangkan striker di League Two, Scott Hogan dari Rochdale, dan Sam Winnal dari Scunthorpe merupakan aset terpanas untuk saat ini dalam sepak bola Inggris.

3) Bintang masa depan – hari ini!

Tak ada istilah kekurangan pemain pinjaman di Championship, League One, dan League Two, jadi jika Anda ingin melihat bintang-bintang masa depan saat ini, maka Anda dapat dengan mudah menemukannya. Penyerang Chelsea, Patrick Bamford, telah menunjukkan kebolehannya pada derby musim ini setelah musim subur di MK Dons. Dia kembali ke Chelsea musim panas ini dengan reputasi yang telah menjulang kokoh. Hal yang sama bisa dikatakan untuk pemain Tottenham, Tom Carrol, yang telah menghabiskan musim ini sebagai pemain pinjaman di klub pemburu promosi QPR dan pasangan Michael Keane di MU (sekarang berada di Blackburn) dan Nick powell ( di Wigan).

Penyerang Chelsea yang tengah dipinjamkan Patrick Bamford melesakkan gol mengagumkan untuk MK Dons dan Derby County

Penyerang Chelsea yang tengah dipinjamkan Patrick Bamford melesakkan gol mengagumkan untuk MK Dons dan Derby County

4)   Klub lokal untuk masyarakat lokal

Sudah rengekan biasa bahwa bintang dambaan Premier League sama sekali atau sedikit sekali memiliki afiliasi dengan klub yang membayar gaji super besar mereka. Sulit untuk melontarkan tuduhan yang sama pada Football League, dengan adanya klub seperti Coventry yang berhasil bermain bagus melawan pasukan Singa Lisbon, Celtic, yang kebanyakan pemainnya direkrut dari wilayah setempat. Sedangkan, presiden Colchester, Robbie Cowling, berbicara dalam sebuah forum penggemar yang digelar baru-baru ini soal ambisinya untuk mendirikan “akademi berkelas dunia dan membangun skuat pemain yang seutuhnya diambil dari pemain lokal pada tahun 2025”. Crewe juga mempertahankan reputasi yang paling bergengsi dalam hal melahirkan bakat yang mampu melahap tantangan demi meraih kursi di tim pertama di Gresty Road.

5) David melawan Goliath (pssst... masih David yang lebih jago)

Peluang tim manapun untuk menjuarai Premier League tanpa sokongan pemilik asing yang berkantong tebal sama tipisnya dengan kemungkinan Mario Balotelli mendarat di bulan (meskipun, bukankah itu akan menjadi hal yang bagus?). Dalam Football League, bagaimanapun, mimpi masih bisa jadi kenyataan. Peluang Burnley untuk meraih promosi di Championship pada awal musim ini adalah 16 banding satu (dan 50 banding satu untuk merebut gelar). Namun, saat ini, mereka sukses menembus League One. Leyton Orient juga tampaknya sulit (10/1) untuk menembus Championship untuk pertama kalinya sejak hari-hari bernuansa sendu tahun 1969, tapi masih mampu menulis ulang sejarah setelah musim mengesankan di bawah asuhan Russel Slade yang cakap. Kedua klub tersebut tidak kaya, tapi keduanya sibuk membuktikan bahwa uang bukanlah rintangan untuk bermimpi besar. Dan tidak ada terlihat jutawan Rusia di sana.

6)   Ayunan dan Putaran

Cukup adil, Manchester United dan Liverpool mengalami banyak kekalahan di Premier League musim ini, tapi itu merupakan hal yang tak lazim bagi sebuah liga yang telah menjadi sedikit lebih kecil ketimbang taruhan besar yang dibagi ke dalam tiga tim sejak 2004. Football League, bagaimanapun, adalah makhluk buas yang berbeda--dan ia telah memamerkan taringnya sekali lagi musim ini. Ambil Northampton sebagai contoh. Musim lalu the Cobbler hanya berjarak 90 menit dari promosi untuk masuk ke League One melalui babak play-off; sekarang dengan sisa enam laga lagi, mereka nyaris terdepak dari liga tersebut. Hal yang sama bisa dikatakan soal Derby, yang hingga musim ini melorot ke posisi tengah di Championship. Kemudian mereka secara kontroversial memecat Nigel Clough, dan membawa masuk Steve McClaren yang dulu dicerca dan abrakadabra semuanya tinggal sejarah. Berbicara soal Clough, dia telah membawa keajaiban di Sheffield United, mentransformasi klub itu dari calon penghuni zona degradasi ke finalis babak semifinal Piala FA. Baiklah, Leicester dan Wolves telah dengan mudah melangkah ke ajang promosi dari Championship dan League One tapi prestasi mereka tetap saja luar biasa--meskipun The Foxes butuh waktu sepuluh musim untuk kembali ke liga papan atas, dan Wolves tergusur dari dua divisi dalam kurun waktu yang sama. Prediksi bukanlah moto Football League.

Dari frustrasi ke kesuksesan! Nigel Clough sengsara di Derby, namun telah mampu membawa Sheffield United ke Wembley.

Dari frustrasi ke kesuksesan! Nigel Clough sengsara di Derby, namun telah mampu membawa Sheffield United ke Wembley.

7)   Dongeng Sepak Bola

Musim panas lalu James Beatie mendapati dirinya dalam tugas tak biasa yaitu membersihkan toilet di lantai atas Stadion Accrington Stanley. Baru beberapa minggu sebelumnya dia terpaksa membayar sendiri tagihan pajak klub. Setelah klub tersebut gagal merebut kemenangan dalam 12 laga pertama mereka, dia bisa saja dimaafkan seandainya ia menghubungi HRMC dan meminta mereka untuk mengembalikan uangnya. Yang lebih parah lagi, Stanley dikenai denda 20 ribu pound pada bulan Januari karena Beattie dianggap tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi manajer. Nyaris bukan awal yang diimpikan untuk karier manajerial Anda, namun dengan anak asuh Beattie yang sekarang hampir aman dari zona degradasi, mantan penyerang Southampton, Everton, dan timnas Inggris ini telah mencuat menjadi salah satu manajer muda paling brilian di Football League. Hari-hari membersihkan toiletnya mungkin akan segera berakhir.

8)   Tanah kedatangan kedua

Jika Anda menginginkan hidup baru sebagai seorang manajer maka Football League adalah tempat yang cocok bagi Anda. Derbi McLaren sudah menjadi ilham untuk musim ini, sementara Phil Brown secara bertahap tengah membangun reputasinya di klub Southend yang tengah gencar ingin masuk ke ajang promosi. Bahkan yang lebih mustahil adalah kembalinya si tukang bicara John Gregory ke Crawley Town. Sebelum kalah dalam empat laga terakhir mereka, anak asuh Gregory merupakan tim yang tidak difavoritkan dalam babak play-off. Setelah lebih dari enam tahun berlaga di luar sepak bola Inggris, dia, sama seperti Brown dan McClaren, tengah giat untuk mengingatkan masyarakat bahwa ia masih bisa diandalkan.

9)   Anda tak harus jadi orang sinting untuk bisa bekerja di sini...

Namun sedikit kesintingan tentu saja membantu. Leeds United adalah contoh utama kesintingan yang muncul di bawah mesin Premier League yang terawat dengan baik. Prestasi mantan juara dan finalis Piala Eropa ini melorot seiring dengan hampir berakhirnya musim mereka. “Baik di dalam maupun luar lapangan, yang saya terima cuma ejekan,” ucap sang bos, Brian McDermot, yang telah mendapat penghinaan lebih dari yang pantas didapatkannya beberapa bulan terakhir. Dipecat, kemudian dipekerjakan lagi, McDermot, bisa dipahami dan secara mengagumkan menolak untuk lari dari kekacauan luar biasa. Pemain-pemain yang tidak digaji, sementara itu, tak perlu lagi bertanya-tanya apakah pengambilalihan oleh Massimo Cellino akan segera terjadi. Apapun yang terjadi nanti sepertinya tak mungkin membosankan.

10)   Menetapkan Sikap ... setuju, tapi agak....

Klub-klub Championship dengan sukarela menandatangani regulasi Financial Fair Play yang disusun oleh UEFA pada bulan April 2012--sebuah langkah yang menuai banyak pujian dua tahun lalu. Sekarang aturan itu telah mencuatkan kepanikan luas seiring dengan bertambahnya jumlah klub yang menyadari bahwa mereka tidak mampu mematuhinya. Aturan tersebut, bagaimanapun, memiliki dampak, seperti anggaran belanja yang jauh lebih kecil untuk musim ini. Apakah tantangan tersebut berhasil dihadapi masih belum diketahui. Namun, hey, fair play mengacu pada mereka yang tetap mematuhi aturan!