10 Hal yang Bisa Kita Pelajari dari ISC Sejauh Ini

Tak terasa, delapan pekan sudah Indonesia Soccer Championship (ISC) berjalan. Lalu apa saja yang sudah terjadi dan apa yang bisa kita pelajari sejauh ini? Yudha Prastianto memilih 10 di antaranya...

ISC belum juga melahirkan penyerang lokal berkualitas

Harus kita akui bahwa dewasa ini sulit sekali mencari penyerang lokal yang kelak bisa diandalkan sebagai ujung tombak timnas. Praktis sejak penampilan Boaz Solossa pertama kali di tahun 2004, tidak ada lagi bintang lini depan yang ikonik yang lahir di Indonesia.

Bahkan, Indonesia acapkali didominasi oleh para pemain asing untuk urusan membobol gawang. Ini dibuktikan dengan bersinarnya seorang Cristian Gonzales dan pemain-pemain asing lainnya seperti Alberto Goncalves, yang mendominasi daftar top skorer kompetisi liga di Indonesia sejak satu dekade yang lalu. Hanya Boaz yang mampu menyaingi mereka – selebihnya, tak ada.

Mungkin sejumlah nama sempat muncul dan memberikan harapan, sebut saja Yandi Sofyan, Muchlis Hadi Ning, dan Samsul Arif Munif. Nama terakhir bahkan sempat menjadi andalan bagi skuat Garuda di ajang Piala AFF 2014 silam namun selepas itu, performanya jauh menurun.

Boaz Solossa

Belum ada yang mampu mengikuti jejak Boaz Solossa sebagai penyerang lokal andal

Kompetisi sekelas ISC juga sejauh ini belum juga menunjukkan tanda-tanda adanya kebangkitan pemain-pemain lokal di sektor terdepan. Hingga pekan kedelapan, kita harus menerima kenyataan bahwa di daftar lima besar pencetak gol terbanyak sementara justru diisi oleh lima legiun asing, di antaranya Luis Carlos Junior (7), Rodrigues Aracil Pablo (5), Herman Dzumafo Epandi (4) dan Marcel Silva Sacramento (4).

Persib harus berani mainkan pemain muda

Sebagai sebuah klub besar, ada baiknya jika Persib Bandung lebih berani melakukan rotasi terhadap para pemainnya. Rotasi menjadi hal yang begitu penting mengingat satu klub tidak akan bisa bersaing hanya dengan bergantung kepada pemain yang itu-itu saja.

Pangeran Muda sebenarnya memiliki kedalaman skuat yang baik. Hanya saja, tidak terlalu dimanfaatkan oleh Dejan Antonic ataupun Herrie Setyawan. Pemain-pemain seperti Yandi Sofyan, Febri Heryadi, Gian Zola dan M Natsir Fadhil merupakan pemain muda yang masih membutuhkan jam terbang tinggi dan tak ada salahnya jika mulai memberikan kesempatan bagi mereka.

BACA JUGA Febri Haryadi: Talenta Muda Menjanjikan Milik Persib Bandung

Padahal Persib bisa dikatakan sebagai salah satu klub yang paling sering memunculkan pemain-pemain muda potensial. Barangkali kehadiran kembali Djadjang Nurdjaman di kursi pelatih bisa mengubah situasi ini.

Djadjang Nurdjaman

Apakah kehadiran kembali Djadjang Nurdjaman akan mengubah peruntungan pemain-pemain muda Persib?

Pages