10 Momen Tergila di Derby: Dari Bendera Galatasaray sampai Kepala Babi Untuk Figo

Kami telah menyajikan 50 derby terbesar di dunia. Tetapi bagaimana dengan momen-momen terbaik dari derby-derby tersebut? Ini dia...

1) Souey menancapkan bendera timnya di tengah lapangan, 1996

Sulit dipercaya bahwa momen yang paling banyak dibicarakan di sejarah derby Istanbul melibatkan seorang Skotlandia berkumis. Graeme Souness langsung menjadi pahlawan instan untuk satu sisi Bosphorus dan persona non grata di sisi lainnya saat ia merayakan kemenangan Galatasaray di kandang Fenerbahce dengan menancapkan bendera klubnya di titik tengah lapangan pada akhir final Piala Turki tahun 1996.

Insiden ini memberikan sang manajer julukan ‘Ulitbali Souness’, membandingkannya dengan pahlawan nasional bernama Ulibati Hasan, yang terbunuh saat ia menancapkan bendera Ottoman dalam Pertempuran Konstatinopel pada tahun 1453. Souey begitu dicintai oleh para fans Galatasaray, mereka bahkan memperagakan kembali kejadian ini pada tahun ini untuk mengenang dirinya (lihat di gambar utama). Nice.

2) “Itu balasan karena meninggalkan kami, dasar babi”, 2002

Koin, pemantik rokok, dan bahkan botol wiski adalah satu hal (yah, beberapa hal). Kepala babi adalah hal lainnya. Tapi yang dilemparkan ke Luis Figo saat ia mengambil tendangan sudut di Camp Nou bukanlah sekedar kepala dari babi biasa, tapi cochinillo, babi susu –makanan mahal ala Spanyol. Fans Barcelona tersebut jelas sangat membenci pemain sayap Portugal ini sampai rela membuang makanan semacam ini – dan dengan alasan yang bagus juga menurut mereka, setelah ia bergabung dengan sang rival utama Real Madrid meski sempat mengakui sudah menandatangani kontrak baru dengan Barcelona. Biasanya terkenal sebagai orang-orang yang cukup tenang, orang-orang Catalan menyerang Figo di kesempatan pertama mereka kali ini, membuat Clasico harus berhenti sampai 13 menit. “Itu adalah pertandingan yang sangat penting bagi diri saya, membuat saya menjadi jauh lebih dewasa,” ucap Figo pada FourFourTwo. “Tapi tentu saja saya sedikit khawatir bisa terluka.” Tidak heran.

3) Ronaldinho mempermalukan Dunga, 1999

Ini adalah pertandingan yang membuat nama Ronaldinho menjadi pusat perhatian Brazil. Dan di daerah koboy Negara ini, Rio Grande do Sul, tidak ada momen yang lebih besar lagi dari final Kejuaraan Provinsi. Hanya saja seseorang lupa memberitahu remaja tonggos milik Gremio ini soal seberapa besar laga ini, dan iapun menampilkan aksi yang mampu membawa timnya memenangi pertandingan, mempermalukan pemain veteran Internacional, dan mantan kapten Brazil, Dunga, dengan trik-trik yang ke depannya akan membuatnya terkenal di seluruh dunia. Dan bagi lawan yang nyaris dua kali lipat umurnya dari dirinya – ini nyaris terasa kejam. Tapi Dunga mendapatkan kesempatan untuk balas dendam, meninggalkan Ronaldinho dari skuat Piala Dunia-nya 11 tahun kemudian.