100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2015 Versi FourFourTwo: 40-31

Memperkenalkan pemain sayap paling fenomenal musim ini, berlian dari La Liga dan penyerang yang tidak bisa berhenti mencetak gol...

Penulis: Huw Davies, Chris Flanagan, Tim Stannard, James Maw, Joe Brewin, Andrew Murray.

40. Jerome Boateng

Pep Guardiola memiliki kepercayaan tinggi pada Jerome Boateng. Sang ahli taktik itu melihat seorang pemain yang tak cukup bagus untuk mendapatkan kepercayaan di Manchester City, dimana dia dimainkan di luar posisinya yang biasa ia jalankan di timnas Jerman dan belum terlalu matang bersama Bayern Muenchen. Guardiola kemudian memutuskan bahwa pemain ini dapat menerapkan strategi pertahanan timnya. Guardiola pada dasarnya menciptakan kembali konsep formasi yang sekarang, dimana Jerome Boateng menjadi satu-satunya pemain di lini pertahanan.

Namun tim Bayern ini, dengan dua bek sayap dalam tiga pemain di lini belakang atau lebih tepatnya memainkan delapan gelandang, mereka mendominasi Bundesliga sekali lagi, dengan hanya kebobolan lima gol dalam 13 pertandingan. Mengapa? Bagaimana? Karena Pep Guardiola memiliki kepercayaan tinggi dalam diri Jerome Boateng. Dan sang pemain membayarnya. - HD

39. Yaya Toure

Yaya Toure bukan sosok yang bahagia. Pada bulan Oktober ketika dia mengatakan kepada L'Equipe bahwa ia jijik dengan dengan orang-orang jahat  yang "mengganggu dan mengasingkan" dia. Mengingat ia juga mengatakan: "Saya telah memenangkan gelar, punya banyak uang, tapi saya tidak bahagia", dan juga reaksi biasa-biasa saja dari agennya saat perpanjangan kontrak, itu mengesankan dia adalah sosok yang sangat tidak disukai.

Tetapi performa Yaya Toure masih membuat penggemar terpesona. Tim-tim Premier League tahu bahwa mereka tidak bisa meremehkan pemain ini, dan pada bulan Januari ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika untuk kelima kalinya. Namun, permainannya yang mengandalkan kekuatan menjadi kurang terlihat.

Dia adalah kapten negaranya di Piala Afrika, tapi yang benar-benar penting adalah Liga Champions musim ini: kesempatan untuk menunjukkan pada kepada Eropa yang tidak bersahabat terhadap timnya. Istri Toure mengatakan kepadanya baru-baru ini: "Kadang-kadang saya tidak mengerti dirimu." Ya, dia tidak merasakan hal itu sendirian. - HD

PERFORMANCE Dominasi lini tengah seperti Toure

38. Arturo Vidal

Performa pemain Cile ni mungkin bukan yang terbaik. Vidal tidak pernah jauh dari berita utama selama 2015 selain saat dirinya menabrakkan Ferrari-nya di bawah pengaruh alkohol di tengah pergelaran Copa America, kemudian memberitahu polisi di Santiago: "Borgol saya, tapi Anda akan dihujat seluruh Cile”

Sang gelandang kemudian dibebaskan saat itu juga untuk membantu negaranya menjadi juara Amerika Selatan, setelah mencetak tiga gol di turnamen itu sebelum kecelakaan tersebut.

Vidal memainkan peran penting dalam perjalanan Juventus ke final Liga Champions musim lalu, sebelum bergabung ke Bayern Muenchen dengan harga 25,8 juta pound menjelang musim 2015/16. Sejauh ini ia sudah menjalani musim dengan aman di Munich dan memainkan perannya dengan Bayern yang kini menguasai Bundesliga. - CF

37. Javier Mascherano

Pemain Argentina ini akan menempati posisi yang lebih tinggi dalam sistem polling yang dibuat di tempat lain, dengan kini ia bermain di posisi yang disukainya,yaitu gelandang bertahan. (Namun, performanya di Copa America dan treble winners Barcelona membuat peringkatnya naik. Sayangnya, salah satu pemain terbaik di posisi tersebut sedang berada di performa terbaiknya, dia adalah Sergi Busquets.

Sekarang, mantan pemain Liverpool ini menghabiskan sebagian besar musimnya sebagai bek tengah, ia menjadi pemain yang diandalkan jika ada pemain yang tengah menurun performanya (ya, itu kau Gerard Piqué) atau cedera (dan itu kau, Thomas Vermaelen). - TS

36. Karim Benzema

Striker Prancis kemungkinan akan dikenang karena apa yang terjadi di luar lapangan. Pertama ada isu sepanjang musim panas bahwa ia akan pindah ke Arsenal, kemudian kasus pemerasan atas rekan setimnya Mathieu Valbuena. Tapi di lapangan, meski ia tak dapat mengulang performa bagusnya di awal-awal 2015, ia masih merupakan ancaman serius di depan gawang lawan. Setelah mencetak 22 gol dalam 46 pertandingan sepanjang 2014/15, Benzema mengawali musim baru dengan baik, mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan dengan Madrid terbang keluar dari perangkap. Performa bagus baik yang mendadak dihentikan cedera hamstring di bulan Oktober, tapi tidak diragukan lagi bahwa ketika ia fit dan fokus sepenuhnya, Benzema adalah salah striker paling mematikan dalam sepak bola. - JM

PERFORMANCE Gunakan kepala Anda seperti Benzema

35. Gerard Pique

Barcelona memiliki dua pemain terpisah yang digulung menjadi satu dalam diri Pique. Ada jiwa binatang dalam diri mantan bek Manchester United ini, dia adalah pemain sepak bola yang bisa memenangkan pertandingan seorang diri di ​lini belakang.

Lalu ada versi '​Si Elvis Gendut': lambat, tidak bersemangat, dan ceroboh. Pique adalah pemain terkini yang suka memberontak, suka cari masalah dengan pemain bintang lainnya, memarkir mobilnya sesuka hatinya. Jika menjadi membosankan adalah kejahatan, maka Pique dibersihkan dari semua tuduhan. - TS

PERFORMANCE Distribusikan bole seperti Pique

34. Douglas Costa

Banyak yang menyebut bahwa tak ada pemain yang lebih memukau di musim 2015/16 ini selain Douglas Costa. Tentu, Neymar mencetak lebih banyak gol ketimbang rekan senegaranya, tetapi dari segi hiburan semata pemain yang dibeli dari Shaktar Donetsk ini adalah sebuah cerita yang luar biasa.

Pemain yang super cepat ini sudah sekian lama membuktikan dirinya sebagai pemain bintang di Ukraina, tapi kita bisa segera menyadari mengapa Pep Guardiola yakin bahwa pemain Brasil ini bisa membuat sisi sayap timnya menjadi lebih baik. Costa terus bersinar sementara Franck Ribery dan Arjen Robben cedera dan menghasilkan tujuh assist dalam tujuh pertandingan pertamanya di Bundesliga. Beberapa triknya membuat para bek tak berdaya dan suporter ingin melihatnya lebih sering lagi. - JB

33. Sergio Ramos

Ketika Manchester United sedang mencari cara untuk memboyong Ramos dari Real Madrid musim panas lalu, kualitas yang dimilikinya adalah hal yang didambakan oleh Louis van Gaal. Kekuatan terbaik seorang Ramos bukan hanya karena dia bermain dengan hatinya, tapi juga dengan darah dagingnya. Ramos adalah seorang pemain yang diinginkan oleh semua orang, yang diinginkan para pemain untuk menjadi rekan mereka dan pemain yang diinginkan para manajer dalam laga-laga penting. Peringkatnya yang agak menurun dalam daftar ini mencerminkan ketidakmampuan Madrid untuk mengejar Barcelona di dalam negeri dan Eropa. - TS

32. Pierre-Emerick Aubameyang

Milan memiliki tidak hanya satu tapi tiga Aubameyang bersaudara dalam tim mereka pada periode tertentu, tetapi ketiganya hengkang tanpa membuktikan diri di San Siro. Pemain tertua dari trio Aubameyang, Catilina, adalah satu-satunya dari tiga bersaudara tersebut yang bisa tampil bersama tim senior Milan, tapi dia sekarang kembali negara asalnya, Gabon, untuk bermain dengan Sapins FC. Sementara si bungsu, Pierre-Emerick, sudah menjadi bintang di awal musim 2015/16.

Pemain cepat Borussia Dortmund ini sudah mencetak 22 gol hingga awal November - lebih banyak tiga gol dari penyerang Bayern Muenchen, Robert Lewandowski - dan sekarang sedang dihubungkan dengan klub-klub top seperti Barcelona dan Arsenal. Harganya jelas lebih mahal dari 11 juta pound yang dikeluarkan Dortmund untuk membelinya dari Saint-Etienne dua tahun lalu. - CF

31. Antoine Griezmann

Sulit untuk dipercaya bahwa ada banyak klub profesional yang tak terhitung jumlahnya karena menolak Antoine Griezmann ketika masih muda. Beberapa meragukan bakatnya, ditambah dengan posturnya yang kecil. Kini, tidak ada lagi yang berani meragukannya.

Hanya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang mencetak lebih banyak dari 22 gol yang dicetak pemain Prancis ini musim lalu dan Griezmann masih produktif musim ini dengan mencetak empat gol dari lima penampilan pertamanya di Liga Champions.

Pemain berusia 24 tahun ini terus berkembang, bergantian bermain sebagai penyerang tengah dan pemain no.10 saat Fernando Torres menjadi starter dan juga bermain sebagai pemain sayap untuk timnas Prancis. Biaya 30 juta euro yang dikeluarkan Los Colchoneros kepada Real Sociedad di awal musim lal bukan bisnis yang buruk. Sekarang, ia hanya perlu trofi besar untuk menjadi legenda. - AM

#FFT100 100 Pemain Sepakbola Terbaik di Dunia: Baca daftar lengkap dan fitur spesialnya di sini