4 Hal yang Menunjukkan Renato Sanches Memang Pemain Muda yang Luar Biasa

Joe Brewin dari FFT menyukai penampilan pemain Portugal berusia 18 tahun ini, dan menceritakan performa brilian sang pemain dengan Stats Zone 

Portugal lolos ke babak semifinal Euro 2016 setelah kemenangan di babak adu penalti atas Polandia, tetapi adalah hal yang wajar jika semua orang terheran-heran melihat bagaimana tim asuhan Fernando Santos ini bisa membuat pencapaian ini.

Mereka finis di posisi ketiga setelah mendapatkan tiga hasil imbang dengan susah payah di grup yang, sebelum turnamen, terlihat mudah, kemudian lagi-lagi bersusah payah melewati Kroasia di babak 16 besar sebelum meraih kemenangan yang tak istimewa di perempat final. Barangkali mereka sedang dipengaruhi oleh hantu-hantu Yunani yang meminta maaf atas kejadian di tahun 2004...

Tetapi meski Cristiano Ronaldo akhirnya bermain seperti anak yang mendapatkan bakatnya karena bertabrakan dengan sang megabintang di iklan Nike, setidaknya ada satu bintang pertunjukkan yang bisa membuat fans Portugal bersemangat. Dan ia adalah Renato Sanches. 

Pemuda ini akan menjadi pemain Bayern Munich musim depan setelah musim yang sangat impresif bersama Benfica - dan melihat penampilannya ini, Carlo Ancelotti mungkin akan mempertimbangkannya sebagai bagian penting dalam rencana tim utamanya untuk jawara bertahan Jerman itu musim depan. Ini alasannya...

1. Umpan-umpannya tanpa cacat

Sanches menjadi starter di sisi tengah bagi Portugal, di mana ia menyebabkan masalah bagi Polandia di antara lini tengah dan lini belakang mereka. Ia tampil menonjol di awal pertandingan yang sebetulnya kurang menarik, menunjukkan kepercayaan diri yang selama ini diteriakkan oleh fans Inggris pada Raheem Sterling di sepanjang turnamen. Lewat @StatsZone, kami menemukan bahwa Sanches jarang melakukan kesalahan saat menguasai bola. 

... dan, tentu saja, ia bisa mencetak gol kurang dari satu menit kemudian. Yah, kami sudah mewanti-wanti mereka. 

Sanches mengakhiri pertandingan dengan 60 dari 64 usaha umpannya menemui sasaran, dan 34 dari 35 umpannya sukses di sepertiga lapangan akhir - jumlah terbaik di antara pemain lainnya. Itu benar-benar jumlah yang sangat bagus untuk seorang pemain yang masih sangat muda - pemain termuda Selecao di turnamen besar - dan mengindikasikan seorang pemain yang menunjukkan kedewasaan di atas usianya.  

2. Ia bisa mendribel

Reputasi pemain berusia 18 tahun ini, yang membumbung tinggi musim lalu, sebagian besar disebabkan dari dribelnya dari belakang, dan ia pun mempertontonkannya saat melawan Polandia. Golnya sendiri (gambar di atas) terjadi setelah ia melewati seorang pemain dan memainkan umpan satu-dua yang bagus dengan Nani, sebelum mendapatkan keuntungan dari tendangannya yang terdefleksi untuk menaklukkan Lukasz Fabianski.

Tetapi Sanches memang pantas mendapatkannya: ia menunjukkan keberaniannya untuk masuk ke posisi itu dan itu juga bukan pertama kalinya ia melakkannya. Di sepanjang babak pertama, ia berlari melebar untuk melewati lawan demi menciptakan sudut dan ruang untuk menciptakan pelaung, sampai akhirnya ia digeser ke sisi lapangan di babak kedua. Sejak itu ia tak banyak lagi mempengaruhi pertandingan, dan Portugal kehilangan kekuatan mereka untuk menyerang dari tengah.

Ia mungkin terlihat seperti Edgar Davids mini dalam hal penampilan dan gaya berlari, tetapi ia lebih seperti Eden Hazard ketika menguasai bola. 

3. Ia bekerja keras untuk timnya

Hanya pemain Polandia, Jakub Blaszczykowski yang mengambil alih penguasaan bola lebih banyak (13 kali) daripada Sanches (12), yang benar-benar berenergi di sepanjang pertandingan. Ia juga menyumpangkan tiga intersep - jumlah yang sama seperti gelandang bertahan Polandia, Grzegorz Krychowiak, misalnya - dan menyamai catatan lawannya dalam hal tekel (2) juga. Mengingat posisinya jauh di depan di pertandingan ini, itu adalah jumlah yang hebat. 

4. Ia senang menguasai bola

Tim-tim junior Portugal telah berkembang jauh dalam beberapa tahun terakhir, menghasilkan para pemain muda yang sangat bagus secara teknik. Sanches jelas mendapatkan keuntungan dari hal ini, karena telah bersma Benfica sejak usia sembilan tahun, dan pertama kali bermain di tim nasional level U-15.

Di pertandingan ini, pemain berusia 18 tahun ini adalah andalan utama timnya: ia menerima 68 umpan dan merupakan yang tertinggi di antara rekan-rekannya, termasuk Adrien Silva, Joao Mario (keduanya menerima 42 umpan), dan bahkan William Carvalho (58). Tiga kombinasi umpan teratas Portugal selalu melibatkannya, entah itu umpan darinya atau kepadanya. Rekan-rekan setimnya tahu bahwa ia memang sebagus itu. 

Pengaruh Sanches mengalahkan pemain-pemain lainnya

Lebih banyak feature di FFT.com setiap harinya

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android