4 Nama Besar Selain Wayne Rooney yang Sukses Berpindah Posisi

Kapten Manchester United ini tampil memukau di pertandingan perdana Euro 2016 bersama Inggris dan melanjutkannya lagi saat menaklukkan Wales semalam, dan ia tampaknya harus bisa melanjutkan penampilan semacam ini untuk memperpanjang karirnya. Declan Warrington melihat siapa saja yang pernah melakukan ini sebelumnya...

Jika Wayne Rooney memulai musim depan seperti ia mengakhiri 2015/16 – sebagai pemain tengah yang sedang berkembang – hanya akan sedikit yang bertanya apakah kepindahan posisinya ini akan masuk ke kategori permanen.

Kedatangan Jose Mourinho sebagai manajer terbaru Manchester United dan ketertarikan sebelumnya kepada kapten barunya ini sebagai striker berarti bukan tidak mungkin pemain 30 tahun ini akan dikembalikan ke posisi alaminya di lini depan.

Namun setelah sempat berbicara dan percaya bahwa masa depannya berada di area yang lebih dalam, dan mulai sering digunakan oleh Louis Van Gaal di posisi ini, Rooney memulai perjalanannyanya bersama Inggris di Euro 2016 sebagai deep-lying playmaker. Ini berjalan dengan baik: ia menggunakan visi dan kemampuan mengumpannya untuk melepaskan bola ke depan, dan pengalaman serta staminanya untuk membantu lini belakang yang rapuh.

Pada pertandingan melawan Rusia, ikut membantu serangan di babak pertama, Rooney mengetes kiper Rusia, Igor Akinfeev, dengan tendangan berbahaya dari ujung kotak penalti; ia juga sempat melepaskan sebuah umpan manis jarak jauh untuk Dele Alli hanya sesaat setelah membantu pertahanan.

Sebelum pertandingan, Roy Hodgson sudah berbicara tentang rasa percaya dirinya pada kemampuan mengumpan Rooney dan pengalamannya, yang berarti pilihan memainkan dirinya di lini tengah hanya beresiko kecil, dan pada akhirnya ini terbukti benar.

Entah itu karena manajemen yang tidak begitu bagus dari Van Gaal atau karena masih belum sepenuhnya familiar, Rooney di lini tengah tidak selalu meyakinkan di musim lalu, walaupun kepintarannya di lapangan, kemampuan teknis, dan kemampuannya membangun permainan sudah sejak lama menunjukkan kemampuannya sebagai pemain tengah.

Kemampuan alaminya lah, di atas apapun, yang membuatnya menjadi kandidat utama perubahan ini, bukan karena kualitas fisik yang, sebagai salah satu contoh, pernah digunakan Dion Dublin sebelumnya untuk menjadi bek. Kualitas yang sama memastikan pemain-pemain ini bisa sukses, dan inilah yang Rooney bisa pelajari jika Mourinho – dan Hodgson – ingin perubahan posisi ini bersifat permanen.

1. Ryan Giggs

Perbedaan besar dari penampilan Giggs di antara dua perannya yang paling sering ia lakoni menunjukan dedikasi yang luar biasa untuk karirnya ini, dan menunjukkan kecerdasan sepakbola yang sebelumnya tidak terlihat, dan pemikiran mendalam untuk masa depannya.

Giggs sukses merebut posisinya di tim utama United sebagai pemain sayap murni di tahun 1990an ketika formasi 4-4-2 banyak digunakan. Ia tetap berada di sana saat mereka memenangi trigelar di tahun 1999, hingga memenangi gelar Premier League di tahun 2007, ketika kecepatannya yang berkurang memberikan dirinya hanya sedikit pilihan selain menemukan cara lain agar bisa mempertahankan posisi di tim utama.

Sir Alex Ferguson bersama Ryan Giggs

"Hmm, saya pikir kamu bisa bermain baik di tengah"

Visi dan kemampuan teknis yang ia miliki mengubahnya menjadi seorang pemain tengah yang sangat bermanfaat di era formasi 4-3-3, memberikannya posisi starter di final Liga Champions 2009 dan 2011

Perkembangan kemampuan mengumpan Giggs di tahun 2007, berbeda dengan umpan-umpan yang inkonsisten yang sering muncul dari dirinya sekitar satu dekade sebelumnya, menunjukkan bahwa dirinya berkembang sebagai seorang pemain di saat yang sama ketika kemampuan fisiknya menurun.  Visi dan kemampuan teknis yang ia miliki mengubahnya menjadi seorang pemain tengah yang sangat bermanfaat di era formasi 4-3-3, memberikannya posisi starter di final Liga Champions 2009 dan 2011 di depan bahkan Paul Scholes yang hebat.

Giggs sudah tidak mampu lagi menerima bola lalu menggunakan kecepatannya untuk berlari ke area kosong di antara dua pemain yang mengapit dirinya; namun ia kini bisa mengalahkan mereka dengan umpan menggunakan sisi luar kakinya.

John Barnes dan Bastian Schweinsteiger, secara kebetulan, adalah beberapa sayap lainnya yang melewati perubahan yang sama. Schweinsteiger kini sudah semakin matang sebagai gelandang bertahan, walaupun Barnes tak mampu sesukses Giggs yang menerapkan standar sukses yang tinggi.

Pages