5 Alasan Mengapa Liverpool Bisa Juara Premier League 2016/17

Tak seperti musim-musim sebelumnya, Liverpool bisa dibilang melaju mulus di awal Premier League 2016/17. Mampukah The Reds terus konsisten dan jadi pesaing gelar juara? Perdana Nugroho mengulas di sini...

Hingga pekan ketujuh, Liverpool perlahan sukses merangsek ke papan atas klasemen sementara Premier League. Roberto Firmino dkk hanya berselisih dua poin dari pemuncak klasemen, Manchester City. Bayang-bayang akan terhapusnya dahaga gelar liga mulai dirasakan fans The Reds. Apalagi, banyak faktor pendukung yang bisa merealisasikan jalannya impian itu.

Jadi, apakah tahun ini akhirnya jadi milik mereka? Jawabannya ada pada konsistensi anak asuh Juergen Klopp, dan lima faktor di bawah ini.

1. Transfer Musim Panas yang Sukses

Liverpool tampaknya benar-benar belajar dari kesalahan dengan hanya membeli pemain sesuai kebutuhan. Sebanyak tujuh pemain didatangkan, sementara ada 10 yang dilepas. Dari ketujuh nama anyar, hampir semuanya telah menunjukkan performa impresifnya bersama The Reds. Paling menonjol tentu kuartet tim utama, Loris Karius di posisi kiper, Joel Matip pada bek tengah, Georginio Wijnaldum sebagai gelandang, dan Sadio Mane di depan.

Karius menunjukkan refleks istimewa di bawah mistar dan punya pelapis sepadan seperti Simon Mignolet dan Alex Manninger. Sementara Matip mulai tak tergantikan di belakang, bersama duet Dejan Lovren atau sesama pemain anyar, Ragnar Klavan. Gini – sapaan Wijnaldum – sendiri membentuk poros lini tengah bersama Pemain Terbaik Liverpool September 2016, Adam Lallana dan kapten tim, Jordan Henderson. Terakhir, Mane memberikan kontribusi nyata di awal musim dengan torehan tiga gol dan satu assist-nya. Dengan makin padunya skuat yang ada sekarang, para pemain anyar diyakini bisa membawa Liverpool terbang tinggi musim ini.

Sadio Mane langsung menunjukkan adaptasi yang baik di awal kariernya bersama Liverpool

2. Hikmah tak adanya kompetisi Eropa

Kegagalan lolos ke Liga Champions baik lewat empat besar Premier League dan juara Europa League memang disesalkan sebagian besar pendukung Liverpool. Namun, ternyata ada hikmah besar di balik itu semua. Musim ini, The Reds tak akan tampil di kompetisi Eropa yang artinya, konsentrasi bisa terjaga dan proses pemulihan kebugaran bisa didapat lebih lama karena praktis sebagian besar pemain hanya tampil seminggu sekali. Contoh nyata bisa dilihat jika kita melihat kembali musim 2013/14 di mana Liverpool nyaris tampil sebagai juara Premier League ketika juga absen di Eropa.

Hal inilah yang coba dimanfaatkan Jordan Henderson dkk. karena beberapa pesaingnya seperti duo Manchester, Arsenal, dan Tottenham Hotspur harus menjalani laga tengah pekan dengan cukup rutin. Sementara Chelsea, meski absen, ditangani oleh manajer baru, serupa dengan Manchester United dan Manchester City.

Tak ada kompetisi Eropa diam-diam menguntungkan mereka