5 Hal Menarik dari Man United 2-0 Southampton: #Pogback dan Zlatan Bersinar Lagi

Paul Wilkes berada di Old Trafford dengan Stats Zone untuk melaporkan dua gol lagi untuk Zlatan, debut kedua Paul Pogba, dan lebih banyak lagi

1. #Pogback

Pemain paling mahal di dunia ini memainkan debut keduanya untuk Manchester United, setelah dua kartu kuning di Coppa Italia menghentikannya untuk tampil saat menghadapi Bournemouth. Harga transfer Pogba sangatlah tinggi, apalagi dengan fakta bahwa ia tidak menciptakan gol sesering Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, atau Luis Suarez, tapi hal ini seharusnya tidak mengalihkan fakta bahwa ia adalah seorang pesepakbola yang lengkap.

Ia jelas tidak terlihat seperti pemain dengan harga £89 juta di 20 detik pertama, saat teriakan kebahagian para fans United terhenti setelah ia gagal menguasai bola dan membiarkan Southampton berkesempatan menyerang. “Ia fantastis,” ucap Mourinho setelah pertandingan. “Faktanya adalah apa yang ia lakukan pertama kali di lapangan buruk, ia kehilangan bola dan membiarkan lawan melakukan serangan balik. Anda bisa melihat ego dan kepribadiannya yang lebih besar, ia sangat nyaman dengan gayanya sendiri.”

Orang Perancis ini tidak terpengaruh dan langsung memberikan pengaruhnya di pertandingan dan memaksa Fraser Forster melakukan penyelamatan pertama di menit ke 12.

Pogba semakin berkembang dan secara rutin membuat para fans United berdiri dan bersorak melihat tanda-tanda kehebatan dirinya. Di satu satu waktu, ia melewati seorang pemain Southampton di pinggir lapangan dan melepaskan umpan panjang akurat ke Zlatan Ibrahimovic. Di menit ke 65, pemain 23 tahun ini melewati Jordy Clasie dan Pierre-Emile Hijberg di depannya saat ia dengan sangat baik berlari di antara keduanya.

“Saya tidak tahu di posisi apa dia bermain,” canda bos Portugis ini. “Kami harus bisa membangun organisasi permainan di sekitarnya, tapi ia harus bisa bermain dengan bebas.”

2. Puel gagal menghentikan Zlatan – lagi

Wayne dan Paul menyatakan pada diri mereka sendiri bahwa Zlatan harus yang pertama untuk menendang penalti

- Jose Mourinho

Ibrahimovic sekarang sudah menciptakan 18 gol dari 10 pertandingan liga terakhirnya untuk Manchester United dan Paris Saint-Germain. Pemain 34 tahun ini dengan cepat mengingatkan para penonton di Inggris kemampuannya, dengan empat gol dalam tiga pertandingan sejak datang ke Manchester.

Orang Swedia dengan lidah yang tajam ini tampak cukup mudah beradaptasi dengan Premier League, dan hal ini sangat berpengaruh positif untuk rekan-rekan satu timnya. Karakter dan rasa percaya dirinya akan menciptakan perbedaan besar untuk United musim ini, terutama di kandang sendiri.

Ia nyaris membuka skor sebelum setengah jam pertama, saat usaha akrobatiknya hanya meleset tipis dari gawang. Pogba melepaskan sebuah chip manis ke Juan Mata, dan orang Spanyol ini meneruskan bola dengan sundulan ke depan gawang.

Tujuh menit kemudian, Ibrahimovic benar-benar menciptakan gol saat ia menyelesaikan umpan silang Rooney. Ia menambah gol kedua di pertandingan ini dengan penalti yang ia manfaatkan dengan sempurna di babak kedua. “Saya menugaskan tiga pemain,” ucap Mourinho soal penendang penaltinya. “Paul (Pogba), Wayne (Rooney), dan Zlatan. Terkadang, saya senang memiliki pemain yang memiliki perasaan bahwa ‘Ini penalti untuk saya.’, tapi Wayne dan Paul menyatakan pada diri mereka sendiri bahwa Zlatan harus yang pertama.”

Claude Puel pasti memiliki mimpi buruk tentang orang Swedia ini – Ibrahimovic menciptakan 11 gol di liga ke gawang Nice-nya Puel saat ia di Perancis – termasuk dua hattrick.

3. Hojbjerg menunjukkan mengapa Guardiola menilainya dengan begitu tinggi

Pogba bukanlah satu-satunya pemain tengah yang menjalani debut penuh pertamanya di Old Trafford, karena Hojbjerg juga menjalani pertandingan perdana sebagai starter untuk Southampton. Pemain berusia 21 tahun ini pindah dari Bayern Munich di musim panas ini dengan harga £12,8 juta dan bisa membuktikan diri sebagai satu lagi transfer yang bagus untuk Soton.

Hojbjerg memainkan bola ke samping untuk para full-back dengan cepat, menyelesaikan 78 dari 85 umpan yang ia lakukan. Ia juga menciptakan lebih banyak umpan di sepertiga akhir lapangan dibandingkan pemain manapun.

STATS ZONE

Buat analisis pertandinganmu sendiri dengan Stats Zone: Gratis di iOS • Gratis di Android

Tekel yang ia lakukan pada Rooney sebelum babak pertama usai menunjukkan bahwa ia juga mampu bermain secara defensif, walaupun ia kesulitan untuk melakukan tekel saat mencoba menekan lawan di posisi yang lebih tinggi di lapangan – ditunjukkan dengan tiga pelanggaran yang ia lakukan setelah melewati garis tengah.

Secara keseluruhan orang Denmark ini menjalani pertandingan yang impresif, menciptakan lima tekel, tiga intersepsi, dan 10 kali menguasai kembali bola.

4. (Eks) full-back The Saints bersinar

Shaw terlihat sudah nyaris kembali ke permainan terbaiknya setelah diganggu dua kali cedera yang buruk

Sudah dua tahun sejak Luke Shaw meninggalkan Southampton, tapi bek kiri ini hanya tampil 22 kali di liga untuk United sebelum musim 2016/17. Untungnya bagi mereka, dan Inggris, ia terlihat sudah nyaris kembali ke permainan terbaiknya setelah diganggu dua kali cedera yang buruk.

Ia bukan satu-satunya, dengan Cedric Soares dan Matt Targett juga harus berada di performa maksimalnya karena sistem Southampton yang sempit. United mampu menekan kedua full-back ini dengan dua pemain, tapi mereka bermain cukup baik – jika melihat fakta bahwa mereka kalah jumlah, meskipun gol pertama Ibrahimovic datang dari sisi sayap.

Soares sukses melakukan empat tekel dari empat usaha yang ia lakukan dan melakukan delapan kali ball recovery, sementara Targett menyelesaikan tujuh dari delapan usaha tekel yang ia lakukan dan hanya kalah dalam jumlah umpan dari Pogba dan Hojbjerg. Serangan melebar Southampton secara alami datang dari kedua full-back mereka , walaupun keduanya tetap harus bekerja keras untuk memperbaiki akurasi umpan silang mereka.

Mereka cukup sering mencoba menyerang, namun hanya mencapai target tiga kali dari 12 usaha. Nathan Redmond dan Shane Long tidak terlalu bagus di udara, dan crossing tim ini akan lebih berkembang saat Charlie Austin kembali sepenuhnya.

5. Formasi berlian ala Puel sebetulnya masuk akal

Manajer baru Southampton ini menggunakan formasi 4-3-1-2 di pertandingan keduanya secara beruntun dan timnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Cedera Oriol Romeu dalam 10 menit pertama tidak membantu Puel, namun energi dari Hojbjerg dan Steven Davis membuat hal ini tidak terlalu mengganggu mereka.

Dusan Tadic pada awalnya terlihat mengancam di ujung berlian Soton, dengan Redmond dan Long saling bergantian antara berdekatan atau berlari ke ruang kosong. United sering memiliki empat pemain di tengah dengan Rooney mundur ke tengah sewaktu-waktu dan Mata bergerak di ke tengah.

Meski begitu, kemampuan Pogba untuk melewati pemain dalam pertandingan ini dengan kekuatan dan terjangannya saat menguasai bola membuat ini semua strategi Soton nyaris tidak memberikan efek apapun pada beberapa kesempatan. “Penting untuk mendapatkan rasa percaya diri dari permainan kami; bukan sistem yang penting bagi kami; tapi para pemain,” ucap Puel setelah pertandingan.

Berita bagus untuk orang Perancis ini adalah ia tidak perlu menghadapi rekan senegaranya, Pogba, setiap pekan. Oh, dan Mauricio Porchettino juga kalah di Old Trafford saat menjalani pertandingan keduanya sebagai manajer Southampton.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android