5 Hal yang Bisa Dipelajari dari Kemenangan Manchester United atas Bournemouth

Dari nasib Bournemouth hingga pembalasan José Mourinho, dari gol Juan Mata hingga aksi Ander Herrera, inilah lima hal yang kami pelajari dari Bournemouth 1-3 Manchester United.

Prediksi Bournemouth akan terdegradasi mungkin akan terwujud

Baru satu pertandingan, memang. Kekalahan dari Manchester United bukan akhir dunia, memang. Dan memang bukan pertandingan ini yang memunculkan prediksi bahwa musim ini akan berat – lebih berat dari musim sebelumnya – untuk Bournemouth; pertandingan ini, kekalahan ini, tepatnya, hanya menegaskan bahwa prediksi tersebut lebih dekat ke terbukti benar ketimbang terbukti salah.

Bukan berarti Bournemouth hanya beruntung, namun musim lalu mereka bertahan di Premier League dengan bantuan faktor luar. Masalah yang merundung Chelsea dan Manchester United menjadi keuntungan tersendiri bagi Bournemouth. Tanpa enam poin dari dua pertandingan melawan kedua tim raksasa tersebut, Bournemouth secara matematis hanya akan mengakhiri musim dengan 36 angka, satu angka lebih sedikit dari Newcastle United yang menduduki tempat teratas di zona degradasi.

Pembalasan dendam José Mourinho

Siapa yang percaya pelatih sekelas dan sepercaya diri José Mourinho bisa merasa gugup menjelang pertandingan melawan tim sekelas Bournemouth? Tapi ia gugup, sebagaimana ia akui sendiri selepas pertandingan. Gugup atau tidak pada akhirnya tak menjadi soal karena United menang. Menang dengan meyakinkan, pula. Ini membuktikan bahwa Mourinho, dengan pemain-pemain yang tepat di klub yang tepat, bisa melakukan apa saja, termasuk menang atas Bournemouth. Musim lalu bersama Chelsea, di klub yang sedang dirundung masalah dan dengan pemain-pemain yang sudah mulai tak bisa diajak bekerja sama, Mourinho kalah dari Bournemouth. Pekan 15, di Stamford Bridge, 0-1. Sepekan kemudian Mourinho kalah lagi, kali ini melawan Leicester City, dan ia dipecat setelahnya.

Zlatan Ibrahimović memang masih luar biasa

Kurang dari dua bulan lagi Zlatan Ibrahimović akan merayakan ulang tahunnya yang ke-35, dan walau ia menghabiskan empat musim terakhirnya tanpa lawan sepadan di Ligue 1, ia terbukti masih sangat dapat diandalkan di klub sekelas Manchester United di liga sekelas Premier League. Ia memang membutuhkan lebih dari satu jam (64 menit, tepatnya) untuk mencetak gol pertamanya, di pertandingan pertamanya di Premier League, namun sebelum itu ia sudah sangat merepotkan dan menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Lihat umpan kung-funya untuk Wayne Rooney? Umpan manis itu bisa menjadi assist jika saja Rooney bisa memanfaatkannya dengan baik. Lihat bagaimana bek-bek Bournemouth kerepotan setiap kali Ibrahimović memutuskan untuk terlibat dalam duel, untuk bola datar maupun bola udara, di dalam kotak penalti?