5 Hal Yang Kita Pelajari Dalam Pertandingan Southampton 2-3 Manchester United

Martial yang sangat efektif dan MMM yang mengesankan...

Manchester City telah berencana untuk memainkan kuartet penyerang baru mereka, Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, Sergio Aguero, dan David Silva, untuk pertama kalinya kemarin, sayangnya Silva harus cedera saat pemanasan. Tanpanya, City kalah 2-1 di kandang dari West Ham United untuk memberikan tim-tim lain yang mengejar mereka harapan baru bahwa pertarungan untuk juara Premier League musim ini masih terbuka.

Justru Manchester United lah yang bisa memainkan susunan pemain depan baru mereka untuk pertama kalinya dengan Anthony Martial, Wayne Rooney, Memphis Depay, dan Juan Mata sama-sama menjadi starter. Hasilnya sangat menjanjikan. United tidak terlalu meyakinkan di sepanjang pertandingan tetapi ketika mereka bisa mengambil kontrol, mereka bisa mencetak tiga gol yang membuat pertandingan tak bisa dibalikkan oleh Southampton.

1. Lini Depan United Yang Baru Langsung Padu

Pada akhirnya kemenangan ini adalah tentang MMM United yang baru – tiga M, Martial, Mata, dan Memphis.

Martial jelas mengambil fokus dengan dua golnya, jadi mari kita bicarakan dia dulu. Statistiknya secara keseluruhan sebetulnya tak terlalu impresif. Ia cuma melakukan 16 umpan sukses dari 28 percobaan – hanya enam dari 14 percobaan terjadi di sepertiga lapangan terakhir – dan hanya memenangi tujuh dari 13 duel udara.

Tetapi hal itu tidak jadi masalah karena satu alasan sederhana. Berikan ia bola di depan gawang dan ia akan mencetak gol. Di tengah perbandingannya dengan Thierry Henry, beberapa orang (well, oke kami akui, Piers Morgan) menyebutnya lebih mirip Nicolas Anelka. Kami tidak melakukan ini dengan sering, tetapi Piers mungkin ada benarnya. Ada sesuatu yang sangat Anelka dalam diri Martial  yang terkadang kehilangan bola dengan mudahnya dalam beberapa kesempatan tetapi terlihat seperti mengontrol bola sepenuhnya ketika kesempatan datang padanya.

Ia secara brilian dan tenang membalikkan badan di dalam kotak penalti dan mencetak gol pertama, dan ia memanfaatkan backpass kamikaze Maya Yoshida dan berlari kencang lalu mencetak gol kedua, dengan kepercayaan diri layaknya seorang pemain yang tidak akan pernah gagal melakukannya. Itulah yang bisa dibeli £36 juta pounds untuk Anda: seorang penyelesai akhir yang hebat. Tidak banyak pemain sepertinya lagi sekarang ini.

Tagihannya yang bisa meningkat mencapai £58 juta bisa saja aktif segera jika Martial terus seperti ini. Tiga gol dalam dua penampilan di Premier League.

“Ia memiliki level talenta yang tinggi dan ia menunjukkannya di bawah tekanan yang besar. Itu mungkin bakat terbesarnya,” kata Louis van Gaal setelah pertandingan. “Saya juga sangat gembira karena ia beradaptasi dengan sistem yang ingin kami mainkan, karena tidak semua pemain bisa beradaptasi dengan sistem itu.”

Di belakangnya, Mata membantu United untuk mengubah penguasaan bola yang seringkali tak terlihat berbahaya menjadi ancaman yang bagus. Pemain asal Spanyol ini menyelesaikan 46 dari 48 umpan dan 20 dari 21 umpannya di sepertiga lapangan terakhir – enam umpan lebih banyak dari semua pemain lain di lapangan.

Mata mendapatkan ganjarannya dengan gol ketiga yang ia cetak setelah permainan yang apik dan sebuah tendangan yang mengenai tiang gawang dari Memphis, yang juga terlihat impresif di lini depan yang terlihat baru ini. Ia sukses menyelesaikan 14 umpannya di sepertiga akhir lapangan.

2. Kesabaran Dalam Penguasaan Bola Terbayarkan

Ada masa di awal pertandingan ini ketika United mendominasi penguasaan bola tetapi hampir tak melakukan apapun. Dengan umpan-umpan mereka kebanyakan dilakukan ke sisi lapangan, Southampton berusaha untuk lebih fokus dan itu berhasil untuk mereka. Hal itu menghasilkan gol dari Graziano Pelle, dan menghasilkan peluang yang mengenai tiang gawang dari pemain yang sama.

Tetapi pada akhirnya keberanian untuk terus melakukan penguasaan bola dengan umpan-umpan yang sederhana, yang diinginkan oleh Louis van Gaal, memberikan hasilnya. United menjadi lebih dominan di akhir babak pertama, dan menghasilkan gol penyeimbang mereka.

Morgan Schneiderlin tidak kehilangan bola dalam laga perdananya di kandang klub lamanya, dan sukses menyelesaikan 40 umpan yang ia lakukan sebelum jeda. Van Gaal kemudian memasukkan juara Piala Dunia Bastian Schweinsteiger untuk menggantikan Michael Carrick setelah satu jam dan delapan menit kemudian, hasil dari umpan-umpan pendek yang mereka lakukan bisa kita lihat.

United menyelesaikan 45 umpan tanpa kehilangan bola dalam proses terciptanya gol ketiga mereka dari Juan Mata. Banyak umpan yang dilakukan itu adalah umpan pendek, ke samping atau bahkan ke belakang, tetapi akhirnya bola bisa sampai di posisi yang bagus bagi Memphis untuk melepaskan tendangan dan Juan Mata mencetak gol dari bola pantul.

“Saya selalu sangat gembira ketika melihat gol seperti itu karena dengan jumlah umpan sebanyak itu, Anda mengontrol pertandingan,” kata Van Gaal. “Saya sangat gembira, dan tentu saja itu bukti dari filosofi kami. Ketika Anda mempunyai bola, lawan tidak bisa mencetak gol.”

Total, United menguasai 59% bola dan menyelesaikan 493 umpan sementara Southampton hanya 300.

3. Rooney Tidak Terlihat Sama Sekali

Baru 12 hari yang lalu Wayne Rooney menjadi pembicaraan dunia setelah memecahkan rekor gol Bobby Charlton bersama timnas Inggris. Berita bagus dalam kembalinya ia ke Manchester United, setelah sempat cedera, adalah ia memecahkan rekor lagi. Berita buruknya, ini adalah rekor yang pasti tidak ia inginkan.

Satu gol akan membuatnya menyamai Denis Law di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol sepanjang masa United, dengan 171 gol. Namun satu pertandingan lagi tanpa gol membuatnya mencatatkan 11 pertandingan tidak mencetak gol di Premier League, catatan terpanjang dalam kariernya.

Rooney bisa menjadi enigma dalam berbagai kesempatan. Ia terus menjadi ancaman bersama Inggris dan mencetak hattrick di kualifikasi Liga Champions. Di Bruges, ia adalah aktor utamanya.

Tetapi ia terlihat tidak efektif di liga. Beberapa orang menyebut ini karena ia diandalkan sebagai satu-satunya striker di skuat sebelum kedatangan Martial. Pada laga ini ia bermain sebagai pemain nomor 10 di belakang Martial tetapi tertutupi perannya, hanya menjadi aktor pendukung dan bukannya bintang pertunjukan.

Bukannya Rooney bermain buruk, tetapi ia adalah pemain yang paling tak terasa pengaruhnya di lini depan United dan statistiknya – 50 dari 56 umpannya sukses dan 14 dari 18 umpan di sepertiga akhir lapangan sukses – tidak bisa dibandingkan dengan yang lain.

Mungkin yang paling signifikan adalah, sementara Martial mencetak dua gol, Rooney tidak membuat tendangan sama sekali di sepanjang pertandingan.

4. Pertahanan United Menderita Tanpa Luke Shaw

Konferensi pasca-pertandingan Louis van Gaal menjadi cukup menarik ketika ada yang mengatakan padanya bahwa Manchester United terlihat rapuh dalam beberapa momen di pertandingan. Ia tidak setuju dengan itu, bahkan menyebut timnya bertahan dengan baik.

“Semua media menulis musim lalu bahwa pertahanan kami sangat buruk, dan pada akhirnya kami berada di posisi ketiga di liga,” katanya.

Kemudian ketika kata-kata bos Southampton, Ronald Koeman, beberapa menit sebelumnya, bahwa ‘kita melihat kelemahan pertahanan United hari ini’, diajukan kepada Van Gaal, ia menjawabnya.

“Anda mungkin membelokkan kata-katanya,” kata Van Gaal.

Ketika ia diberitahu yang lainnya di ruangan itu bahwa Koeman memang mengatakan itu, Van Gaal menambahkan, “Luar biasa ia mengatakan itu.” Keduanya memang tidak terlalu akur, itu harus dicatat.

Wajah Van Gaal terlihat terganggu saat ia akhirnya mengakhiri konferensi persnya dengan argumen, meski tidak terlalu agresif. Debat berlanjut saat ia keluar ruangan, dengan diiringi oleh sedikit tawa dari pers.

Jelas terlihat bahwa ada kerapuhan di lini belakang United di St Mary’s.

Ini adalah pertandingan pertama mereka tanpa Luke Shaw yang cedera dan kedua gol Southampton tercipta dari umpan silang dari sisi kanan – yang pertama ketika Marcos Rojo bermain sebagai bek kiri, yang kedua setelah Daley Blind mengisi posisi itu setelah bek tengah Paddy McNair masuk.

Van Gaal merasa gol di akhir laga dari Southampton merupakan imbas dari kelelahan yang dialami United menyusul pertandingan mereka di PSV Eindhoven, dan juga mengakui bahwa ia mengganti bek kanan Matteo Darmian dengan Antonio Valencia di masa jeda karena Dusan Tadic terlalu mempengaruhi pertandingan.

“Ia memberikan terlalu banyak ruang bagi Tadic dan ia merupakan pemain yang paling berbahaya, “ kata Van Gaal. “Itulah kenapa saya mengubahnya dan Valencia bermain baik. Saya tidak melihat Tadic di babak kedua.”

Sadio Mane adalah ancaman di babak pertama bagi klub yang menjadikannya sebagai target transfer di bulan Agustus lalu. Ada juga momen ketika Blind menjadi bek tengah dan Graziano Pelle bisa membully mantan pemain Ajax tersebut, yang bukanlah bek tengah terbesar di dunia.

Pelle bisa membuat enam tendangan di sepanjang pertandingan dan merupakan ancaman bagi United.

5. De Gea Masih Memiliki Peran Krusial 

Alasan utama kenapa rapuhnya pertahanan Manchester United tidak membuat mereka kebobolan lebih banyak lagi adalah David De Gea. Pemain asal Spanyol ini kurang beruntung melihat Pelle membawa Southampton unggul setelah ia menyelamatkan peluang Mane sebelumnya, tetapi ia menciptakan dua penyelamatan super ketika United sangat membutuhkannya di babak kedua.

De Gea tentu saja bisa dan seharusnya sudah bermain untuk Real Madrid sekarang, tetapi kerugian Madrid adalah keuntungan United. Penyelamatan sang kiper dari Victor Wanyama di menit-menit terakhir juga brilian tetapi pilihan utamanya tetaplah saat ia menyelamatkan gawang dari sundulan Jose Fonte.

Southampton punya delapan tendangan tepat sasaran tetapi karena De Gea, mereka hanya menciptakan dua gol.

Sebaliknya, seperti saat melawan Liverpool, United punya tiga tendangan tepat sasaran dan sukses memanfaatkan ketiganya.

Analisis Southampton 2-3 Man United dengan Stats Zone

STATS ZONE Gratis untuk iOS • Gratis untuk Android