5 Hal Yang Kita Pelajari Dari Arsenal 3-0 Man United

Chris Flanagan berada di tribun wartawan di Emirates Stadium untuk menganalisis kemenangan meyakinkan Arsenal atas Manchester United menggunakan Stats Zone – aplikasi GRATIS di iOS dan Android...

1) Man United Tidak Bisa Mengatasi Tempo Cepat Arsenal di Awal Pertandingan

Arsenal adalah tim yang lebih menggunakan kecerdasan ketimbang murni menggunakan kekuatan, tetapi mereka memukul Manchester United dengan keras di awal pertandingan. The Gunners terlalu cepat untuk para gelandang dan bek United, baik untuk kaki-kaki mereka maupun pikiran mereka, dengan para pemain tuan rumah menyerang dengan beberapa pemain sekaligus dan menciptakan peluang sesuka hati mereka. Para pemain Louis van Gaal yang tak bisa berpikir jernih karena serangan-serangan itu tidak bisa menghadapi tempo kilat Arsenal, yang disusun oleh Santi Cazorla, Mesut Ozil, dan Alexis Sanchez.

Arsenal mencatatkan 96% penguasaan bola di beberapa menit pertama pertandingan ketika mereka langsung menguasai bola dan melancarkan serangan. Gol Ozil terjadi hanya 74 detik setelah gol pembuka Sanchez.

Mungkin karena mereka agak santai setelah mereka unggul jauh, Arsenal pada akhirnya hanya mencatatkan 38% penguasaan bola di sepanjang pertandingan dan hanya membuat 60 umpan di sepertiga lapangan terakhir. Tetapi umpan-umpan yang mereka lakukan sangatlah penting, karena menghasilkan 11 tendangan – sebuah rasio yang cukup mengesankan.

The Gunners juga melakukan 16 kali upaya melewati lawan, sementara United hanya sukses melakukan 22 dari 38 usaha tekel. Petr Cech atau David Ospina di gawang? Hal itu tak terlalu jadi masalah lagi dengan performa seperti ini. “Kami menghasilkan penampilan yang meyakinkan, respon yang kuat dari kekalahan kami dari Olympiakos,” kata bos Arsenal, Arsene Wenger. “Kami memulai dengan sangat kuat, kami memutuskan untuk menekan lawan di daerah yang sangat tinggi, bermain dengan kecepatan tinggi dan kami melakukannya dengan sangat baik.” Lawannya, Louis van Gaal, merespon, “Kami gagal melakukan rencana pertandingan kami. Kami sebelumnya berada di puncak klasemen, jadi saya kaget melihatnya. Ketika Anda memberikan tim seperti Arsenal begitu banyak ruang untuk bermain maka Anda tahu Anda bisa kalah. Kami mempersiapkan diri kami untuk bermain lebih kompak, tetapi jangan kehilangan agresi Anda. Arsenal lebih agresif daripada kami. Kami kalah dengan cara yang tidak boleh dilakukan ketika Anda berada di puncak klasemen.”

Gol tumit Sanchez membuka keunggulan bagi tuan rumah

2) Tidak Ada Ketajaman di Lini Depan United

Mungkin ini masalah jersey. Chelsea mengalami penderitaan sejak menggunakan kombinasi hitam-abu-abu yang menarik untuk jersey tandang baru mereka, dan kali ini United yang mendapatkan kutukan itu. United tidak sering tertinggal 3-0 di kala jeda, dan pertandingan ini seperti mengingatkan mimpi buruk di babak pertama di The Dell pada 1996, ketika mereka mengganti jersey abu-abu mereka di kala jeda, tertinggal 3-0 dari Southampton, dan mengklaim bahwa jersey mereka entah bagaimana membuat para pemain seperti tidak terlihat.

Untuk alasan apapun, banyak dari mereka tidak terlihat lagi di Emirates Stadium pada hari Minggu kemarin, dengan United kebobolan tiga gol di 20 menit pembuka pertandingan Premier League untuk pertama kalinya. Tentu, itu karena Arsenal, bukan karena jersey mereka. Tetapi meski Gunners kehilangan ball possession mereka, United tak bisa tampil meyakinkan. Tempo permainan mereka terlalu lamban, dan mereka tak banyak melakukan sesuatu dengan 62% penguasaan bola mereka. Mereka melakukan 514 umpan dibanding Arsenal yang melakukan 314 umpan, tetapi banyak dari umpan itu yang lambat dan hanya diarahkan ke samping. Dari 631 umpan yang mereka upayakan, hanya 322 yang dilakukan ke depan, sementara 309 lainnya diarahkan ke belakang atau ke samping.

3) Sanchez Benar-Benar Menghancurkan Darmian

Gol kedua Sanchez jelas masuk kategori ‘tendangan yang luar biasa’. Tendangan yang brilian dari luar kotak penalti melengkapi penampilan dominan pemain Cili ini, yang kini sudah mengoleksi enam gol dalam tiga pertandingan. Ya, itu sama seperti Sergio Aguero. Seperti Aguero, yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan melawan Newcastle pada Sabtu lalu, Sanchez memulai musim tak lama setelah menjalani perjalanan yang sukses di Copa America. Tetapi ia sekarang telah kembali ke kecepatan tertingginya dengan hebat. Sanchez menampilkan penampilan enerjik terbaiknya dari peluit laga dimulai dan membuat Matteo Darmian mengejar bayangan di dekat tiang gawang dan dengan brilian menyontek bola dengan tumit.

Darmian juga membuat usaha yang buruk untuk menghentikan gol kedua Sanchez, dengan merentangkan kakinya, yang tak cukup untuk menghentikan Sanchez. Pemain Italia ini gagal dalam 3 kali dari 5 kali percobaan tekel sebelum diganti di saat jeda untuk kali kedua secara beruntun, setelah juga kesulitan menghadapi Dusan Tadic di Southampton dua minggu lalu. Tanpa Luke Shaw dan Marcos Rojo, United punya masalah besar di posisi full-back. Sanchez juga menciptakan dua peluang, menyelesaikan 3 dari 4 usaha melewati lawan dan membuat 9 ball recovery di sepanjang pertandingan. “Sangat efisien,” adalah bagaimana Wenger merangkum pertandingan tersebut.

4) Ozil dan Walcott Adalah Kunci Bagi Arsenal

Ozil tidak pernah mencapai potensi terbesarnya saat bersama Arsenal, tetapi kemampuannya selalu ada dalam dirinya dan kali ini tidak ada yang bisa disangsikan dari penampilannya. Ia memainkan peran kunci ketika United dihancurkan di awal pertandingan. Kecerdasannya dalam memberikan umpan dan pergerakannya yang membuatnya bisa memberikan assist untuk gol pertama Sanchez – mengirimkan umpan silang dari sisi kanan di mana Ashley Young diminta untuk bermain sebagai bek kiri United.

Ozil kemudian mencetak gol untuk dirinya sendiri. Total, ia melakukan 4 tendangan dan sukses dengan 15 dari 17 umpannya di sepertiga lapangan terakhir sukses. Walcott juga sama berbahayanya, dengan menunjukkan sekali lagi apa yang bisa ia berikan pada Arsenal ketika ia dimainkan di lini depan sejak awal. Ia mungkin tidak mencetak gol, setelah mencetak 12 gol dalam 13 startnya di liga, tetapi ia menjadi ancaman bagi lawan dengan kecepatan-kecepatannya dan menjadi kreator gol kedua dan ketiga.

Ditanya apakah ini adalah penampilan terbaik Walcott bersama Arsenal, Wenger mengatakan, “Dalam posisi ini, ya. Walcott memberikan penampilan yang sangat berkomitmen. Ia tidak mencetak gol tetapi saya senang memuji para striker ketika mereka tidak mencetak gol tetapi memberi kontribusi dan assist, dan ia terlibat dalam kedua gol itu. Ia menunjukkan bahwa ia bisa bertarung dan melindungi bola. Beberapa aspek dari permainannya sebagai penyerang terus berkembang.”

Ozil dengan tenang mencetak gol kedua bagi Arsenal

5) Tanda-Tanda Kekhawatiran Bagi Schweini

Van Gaal menolak untuk masuk ke perdebatan pasca pertandingan soal mengapa ia memilih Bastian Schweinsteiger untuk menjadi starter ketimbang Morgan Schneiderlin. “Saya pikir di pertandingan ini saya bisa melakukannya dengan Schweinsteiger dan (Michael) Carrick,” kata sang manajer. Sang gelandang juara Piala Dunia bersama Jerman itu adalah veteran yang meraih sukses besar bersama Bayern Munich, seharusnya tak ada banyak kekhawatiran soal memainkan Schweinsteiger di pertandingan seperti ini. Tetapi hal itu tidak bekerja. Schweinsteiger sempurna untuk membantu United mendominasi penguasaan bola dengan lambat tetapi akurat. Ia memainkan peran kunci dalam gol yang dibangun dengan 45 umpan ke gawang Southampton dua pekan lalu. Namun di usianya yang 31 tahun, ia bukan pilihan sempurna untuk menghadapi para gelandang enerjik Arsenal yang mengontrol pertandingan sejak awal laga. Hingga akhir laga, ia melakukan 79 umpan, hanya kalah dari Carrick, dan lebih banyak dari pemain Arsenal yang mencatatkan paling banyak umpan, Santi Cazorla, dengan 49 umpan. Tetapi secara krusial, Schweinsteiger adalah penonton di awal laga dan momen-momen itu menghancurkan United. Pemain Jerman ini hanya melakukan 3 tekel sukses dari 7 percobaan.

Ada apa dengan Basti?

Analisis sendiri pertandingan Arsenal 3-0 Man United menggunakan Stats Zone

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android