5 Pelajaran Penting dari Perjalanan Thailand di Kualifikasi Piala Dunia 2018

Di saat negara-negara Asia Tenggara lain menyiapkan diri untuk menyambut Piala AF 2016 akhir tahun nanti, Thailand justru sedang bersusah payah untuk fokus mengikuti ajang kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia. Bergas Agung mengulas bagaimana Negeri Gajah mampu terus melaju hingga babak ketiga ini...

Thailand saat ini menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia. Mereka saat ini bersaing dengan negara-negara kuat di benua Asia yang menjadi langganan pesta sepak bola terakbar di dunia seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Iran, dan Arab Saudi.

Thailand sendiri mampu melaju ke babak ketiga setelah sebelumnya di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia berhasil menjadi juara Grup F yang berisikan Irak, Vietnam, Taiwan, dan Indonesia yang sama sekali tak menjalankan satu laga pun karena terkena sanksi dari FIFA. Mengemas 14 poin, tim asuhan Kiatisuk Senamuang tersebut lolos ke babak ketiga sekaligus menjaga mimpi mereka untuk pertama kalinya lolos ke putaran final Piala Dunia.

Naasnya, pada babak ketiga ini, Thailand berada di grup sulit yakni Grup B yang berisikan Australia, Arab Saudi, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Irak. Jelas negara-negara kuat di Asia itu adalah lawan yang sulit bagi Thailand. Hingga artikel ini ditulis Minggu (9/10) Thailand sudah melakoni tiga laga di babak ketiga ini. Namun sayangnya tiga laga itu semua berujung kekalahan.

Laga pertama saat bertandang ke Arab Saudi, Thailand hanya takluk tipis atas tuan rumah dengan skor 0-1. Satu-satunya gol Arab Saudi pun tercipta lewat tendangan penalti Al Abed di menit ke-84. Pada pertandingan kedua, Thailand kembali mendapat lawan berat dengan kali ini menghadapi Jepang di kandang sendiri. Namun sayang mereka kalah lagi dengan skor 0-2. Kendati kalah, dalam laga ini Teerasil Dangda dan kawan-kawan mendapat pujian karena dinilai cukup mampu menyulitkan dan mengimbangi Jepang. Dan pada laga terakhir di pekan lalu, Thailand kembali takluk kali ini kontra Uni Emirat Arab dengan skor 1-3.

Thailand kurang beruntung harus kalah dari Uni Emirat Arab

Namun dari tiga pertandingan itu, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari apa yang dilakukan Thailand di babak ketiga ini.

1. Thailand mampu bersaing karena persiapan yang matang 

Walau kalah di tiga laga awal, mereka cukup mendapat pujian dan banyak pihak menilai permainan mereka telah jauh berkembang hingga mampu menyaingi Jepang, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab

      

Tak perlu diherankan jika Thailand mampu menembus babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia dan walau kalah di tiga laga awal, mereka cukup mendapat pujian dan banyak pihak menilai permainan mereka telah jauh berkembang hingga mampu menyaingi Jepang, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Tetapi apa yang telah mereka lakukan sejauh ini jelas bukanlah dari proses yang sekali jadi. Pemain-pemain yang ada saat ini merupakan pemain-pemain yang setidaknya telah empat tahun bersama di tim nasional, sejak usia muda hingga senior ini.

Tengoklah rataan pemain-pemain mereka yang saat ini memang berada di usia yang bisa dikatakan sebagai usia emas yakni 23 hingga 25 rahun. Dua andalan Thailand di lini tengah, Charyl Chappuis dan Chanathip Songkrasin, keduanya masih 23 dan 24 tahun. Di lini belakang, Tristan Do dan Tanaboon Kesarat masih berusia 23 tahun. Di usia yang boleh dikatakan masih cukup muda itu, mereka telah memenangi berbagai kejuaraan di regional Asia Tenggara seperti Piala AFF 2014 hingga SEA Games 2015. Karenanya tak heran jika saat ini Kiatisuk Senamuang sebagai pelatih hanya tinggal memetik buah emas yang telah ditanamnya sejak setidaknya empat tahun lalu. Nyatanya pun, pemain-pemain itu sudah mampu membuat Thailand bersaing di ajang kualifikasi Piala Dunia 2018.