5 Pertandingan Paling Dramatis Sepanjang Januari - Agustus 2016

Kata dramatis tampak mudah diasosiasikan Liverpool atau setidaknya pemainnya, jika merujuk pada laga paling seru sejauh tahun 2016 ini. Dari lima partai paling menegangkan versi FourFourTwo Indonesia, dua diantaranya dilakukan The Reds.

Apa yang menarik dari sebuah pertandingan sepakbola salah satunya adalah gol penentu hasil saat peluit sudah hampir di bibir wasit. Bagi pendukung tim yang akhirnya menang, perasaan itu tak ubahnya orgasme tingkat tinggi. Memang tak semua arti dramatis berarti gol di pengujung laga, atau yang bagi beberapa fans diistilahkan sebagai Fergie Time, tetapi usaha sebuah tim dalam mengais asa di akhir laga selalu jadi tontonan yang menguras adrenalin.

Sebenarnya kami cukup kesulitan menentukan lima pertandingan yang dipilih pada daftar ini mengingat banyaknya peristiwa mencengangkan yang terjadi sepanjang 90 menit atau lebih pada Januari hingga Agustus 2016 ini. Laga final Piala Eropa 2016 antara Prancis versus Portugal saja berakhir cukup dramatis. Bahkan dari dalam negeri, partai ISC A ketika Persipura menang 5-4 atas Barito Putera atau saat Bali United pupus asa Persija Jakarta di injury time, juga sebenarnya layak untuk dipertimbangkan.

5. Fiorentina 2-1 Inter Milan (Serie A, Februari 2016)

Bertepatan pada tanggal 14 Februari, kado valentine diberikan Khouma Babacar untuk suporter Fiorentina dengan cara paling romantis. Lewat aksinya di detik-detik akhir pertandingan melawan Internazionale Milan, La Viola sukses raih tiga poin. Gol ini semakin berarti karena kemenangan ini membuat timnya menggusur AS Roma di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A.

Fiorentina yang tampil mendominasi dikejutkan dengan gol Inter yang dicetak Marcelo Brozovic menit ke-26. Sempat tertekan hingga jeda turun minum, La Viola akhirnya berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Borja Valero saat laga berlangsung satu jam. Ketika pertandingan diprediksi akan berakhir dengan skor 1-1, kemelut di depan gawang Inter terjadi. Dua penyelamatan brilian yang dipertontonkan Samir Handanovic jadi tak berarti karena sontekan Babacar – yang baru masuk tiga menit jelang bubaran – menggelinding masuk ke gawang I Nerazzurri.

Pages