50 Derby Terbesar di Dunia versi FourFourTwo: 30-21

Kita telah sampai di titik tengah dalam daftar 50 derby terbesar di dunia...

Oleh: Gary Parkinson dan Felipe Rocha.

#FFTderbies 50 Derby Terbesar di Dunia: Lihat semua daftarnya di sini

30. Genoa vs Sampdoria

Derby della Lanterna (Lighthouse Derby) dinamai Torre della Lanterna, mercusuar yang selama hampir seribu tahun telah melindungi kota pelabuhan Italia yang disebut Genova. Genoa Cricket dan Football Club tidak setua itu, meskipun terbentuknya mereka pada tahun 1893 (oleh dan untuk orang Inggris) membuat mereka menjadi tim tertua Italia.

Sebaliknya Sampdoria adalah klub sepak bola profesional termuda Italia, yang dibentuk pada tahun 1946 dari merger klub berkerah biru Sampierdarenese dan Andrea Doria, dan segera pindah dengan tetangganya itu ke Stadion Luigi Ferraris, yang sudah digunakan bersama oleh kedua klub dan direnovasi untuk Piala Dunia Italia 1990. Tetapi beberapa mengatakan bahwa sejak sebuah perang Sebelum Masehi, yang disebut Perang Punic Kedua pada 218-201 SM mengelompokkan mereka yang berada di sebelah barat (pusat Sampdoria) untuk memihak Carthage, sementara yang berada di sebelah timur (biasanya pendukung Genoa) berjuang untuk Roma.

Pelatih juara Piala Dunia dan mantan libero Sampdoria, Marcello Lippi, mengatakan derby ini didasarkan pada "kekerasan, olok-olok, seperti tengah mendirikan pemakaman untuk musuh-musuh mereka. Derby terjahat yang pernah ada." Memang, jika derby jatuh pada akhir tahun maka ada semacam tradisi bagi penggemar tim pemenang untuk membuat kartu perayaan Natal yang dikirim ke 'saudara sepupu sekota' mereka. Tapi, tak selalu begitu ceritanya: pada Mei 1989 dan September 2007, penggemar kedua klub bertengkar di lapangan. GP

100 Stadion Terbaik FFTStadio Luigi Ferraris

29. Colo-Colo vs Universidad de Chile, Chile

Ibukota Cili, Santiago, adalah rumah bagi dua klub raksasa sepak bola negara itu. Universidad yang dikenal sebagai El Chuncho - 'The Owl' - dan, ya, pada awalnya merupakan tim universitas. Colo-Colo, didirikan pada tahun 1925, yang dengan sederhana dijuluki El Populer, atau 'The Populer One' (sepertinya akan segera menjadi nama panggilan manajer Premier League). Mereka diberi nama itu oleh seorang kepala suku dari perang kemerdekaan Cili abad ke-16 dan memiliki hubungan dengan pemimpin lainnya - diktator Augusto Pinochet, yang secara mengejutkan menjadi presiden kehormatan klub sampai saat ini; ada kontroversi lama mengenai apakah ia menyumbangkan uang untuk penyelesaian stadion Monumental yang menjadi kandang Colo-Colo, yang disebut 'Stadion Pinochet' oleh penggemar Universidad.

Colo-Colo memenangi dua derby pertama dengan skor 6-0 dan 6-1 pada tahun 1938, tetapi perubahan pendekatan Universidad memastikan persaingan mereka menjadi lebih hidup dua tahun kemudian. Jose Balbuena melanggar pemain Colo-Colo Alfonso Domingues dengan tekel penuh semangat; Domingues menanggapinya dengan pukulan. Pemain Colo-Colo itu kemudian dikartu merah dan rekan-rekannya pun meningalkan lapangan sebagai bentuk protes, membuat laga akhirnya terhenti. Penggemar Colo-Colo, Ivan Zamorano, mungkin sudah pernah bermain untuk Real Madrid melawan Barcelona dan Inter melawan Milan, tetapi ia mengatakan: "Dari semua derby yang pernah saya mainkan, Colo-Colo vs Universidad de Chile adalah yang paling penting." Mantan rekan satu timnasnya, Marcelo Salas, bermain untuk Universidad dan mencetak hat-trick saat melawan Colo-Colo pada 1994, yang pasti menciptakan percakapan menarik di ruang ganti tim nasional. FR

100 Stadion Terbaik FFTEstadio Nacional Julio Martinez Pradanos

Pages