50 Manajer Sepakbola Terbaik di Dunia 2016 versi FourFourTwo: No.16, Thomas Tuchel

Pelatih berusia 42 tahun ini melanjutkan dinasti yang telah dibangun oleh Jurgen Klopp, dan sekarang dirinya siap untuk keluar dari bayang-bayang pelatih Liverpool tersebut, kata Michael Yokhin

Adalah sebuah usaha dan tugas yang besar saat dirinya pertama kali datang di Dortmund, dimana semua pendukung klubnya masih sangat menyayangi Jurgen Klopp dan Tuchel harus bisa membuat mantan pelatih timnya tersebut yang menjadi idola tidak begitu dirindukan lagi. Thomas Tuchel berhasil melakukan itu, bukan hanya sekali tetapi dua kali.

Dirinya pertama kali melanjutkan dinasti Klopp saat menjadi pelatih Mainz, saat itu mungkin lebih mudah bila dibandingkan dengan di Dortmund, karena Klopp meninggalkan klub tersebut saat masih berada di divisi kedua pada tahun 2008 dan Tuchel mendapatkan pekerjaan tersebut setahun kemudian, dimana dia menggantikan Jorn Andersen, dua hari sebelum dimulainya Bundesliga.

Setelah itu, dampak dari kedatangan dirinya sangat fenomenal dan mentalitas klub langsung berubah drastis saat itu juga. Mainz berubah menjadi tim yang lebih berani dan positif selama tujuh musim berada di bawah arahan Klopp, tetapi Tuchel membuat mereka menjadi semakin lebih berani. Di musim keduanya, pelatih muda tersebut membawa Mainz memenangkan tujuh pertandingan di liga, termasuk kemenangan sensasional 2-1 atas Bayern Munich.

Jurgen Klopp, Thomas Tuchel

Klopp dan Tuchel: dua ikon sepakbola masa kini

Selama lima tahunnya di Mainz, Tuchel secara konsisten membangun ulang skuat mereka, ketika klubnya terpaksa harus menjual pemain yang telah ia didik. Akhirnya di tahun 2014, dia memutuskan bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan pekerjaannya di Mainz, dan memutuskan untuk mengambil cuti panjang. Ketika Klopp resign dari Borussia Dortmund di tahun 2015, tidak ada orang yang lebih pantas untuk melanjutkan kerjanya disana selain Tuchel.

Gaya Permainan

Selama musim 2015/16, Dortmund menjadi sebuah tim yang memiliki taktik yang fleksibel dan bisa berubah sesuai kebutuhan, taktik yang mengutamakan penguasaan bola dan pergerakan pemain yang sangat cepat.

Die Schwarzgelben tahu bahwa mereka mendapatkan pelatih yang spesial, tetapi tetap saja masih terdapat sedikit keraguan karena beban yang diberikan begitu besar.

Yang mengejutkan, semua itu berubah dari keraguan menjadi sebuah keyakinan ketika Tuchel mampu membuat timnya berkembang luar biasa. Selama musim 2015/16, Dortmund menjadi sebuah tim yang memiliki taktik yang fleksibel dan bisa berubah sesuai kebutuhan, taktik yang mengutamakan penguasaan bola dan pergerakan pemain yang sangat cepat.

Tuchel diketahui sebagai seorang fans Pep Guardiola, tetapi dia tidak terobsesi dengan permainan sepakbola yang mengandalkan penguasaan bola dan dia menemukan sebuah ramuan orisinil yang menggabungkan gaya permainan Catalan dan juga gaya yang dulu diterapkan oleh Klopp. Di musim 2015/16 Dortmund mencetak 140 gol di semua kompetisis, dan semua orang benar-benar terhibur melihat permainannya. Dengan total raihan 78 poin di Bundesliga, mereka sukses menjadi tim runner up terbaik sepanjang masa di Bundesliga,

Faktor Kejutan

Usahanya untuk mencegah para pemain belakangnya bermain sambil menarik baju lawannya di daerah terlarang, dia memerintahkan semua pemain belakangnya untuk berlatih sambil memegang bola tenis.

Tuchel percaya bahwa pemikirannya yang tidak lazim bisa membuat pemainnya lebih baik lagi. Karena itu, dia sering sekali mengejutkan para pemain bintangnya di sesi latihan - kadang ketika mereka sedang bermain di lapangan yang kecil, mereka bermain begitu melebar, dan dia bahkan terkadang melatih pemainnya untuk berlatih di lapangan yang berbentuk seperti berlian.

Usahanya untuk mencegah para pemain belakangnya bermain sambil menarik baju lawannya di daerah terlarang, dia memerintahkan semua pemain belakangnya untuk berlatih sambil memegang bola tenis. Hal itu mungkin sangat melelahkan, dan Tuchel adalah orang yang terobsesi dengan detail walaupun itu hanyalah sebuah hal yang sangat kecil, tetapi pada akhirnya, persiapan itu disiapkan untuk mereka menjalani pertandingan tiap pekannya. Kebanyakan waktu, pertandingan lebih mudah daripada sesi latihan.

Karier pemain Tuchel berakhir dengan cepat karena cedera parah yang dideritanya, tetapi dia sangat mengerti sekali skuatnya, dan di usianya yang sudah menginjak 42 tahun, Tuchel menjadi seperti saudara kandung para pemainnya. Sikapnya yang sangat merendah dan semangat yang luar biasa terhadap pekerjaannya berhasil mencegah beberapa para pemain bintangnya untuk hengkang setahun yang lalu, dan pemain seperti Pierre-Emerick Aubameyang dan Henrikh Mkhitaryan berhasil menjalani musim terbaiknya di bawah arahannya.

Thomas Tuchel

Metode training Tuchel sangatlah detail

Musim panas ini, Mkhitaryan, Mats Hummels dan Ilkay Gundogan pergi meninggalkan Dortmund, dan Tuchel mungki sekarang sedang merasakan apa yang biasa dia rasakan saat melatih Mainz - dia berusaha untuk membangun timnya lagi.

Kesempatan baginya untuk benar-benar menunjukkan kelebihannya dan siapa tahu, mungkin di akhir musim nanti, dia akan merayakan dan mengangkat piala pertamanya. Satu-satunya hal yang hilang dari CVnya.

50-46 • 45-41 • 40-36 • 35-31 • 30-26 • 25-21 • 20 • 19 • 18 • 17 • 16

50 Manajer Sepakbola Terbaik di Dunia 2016 Versi FourFourTwo