50 Pemain Sepakbola Asia Terbaik Versi FourFourTwo: 50-41

Ini adalah awal dari urutan mundur 50 pemain terbaik Asia yang kami nilai dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

Kami mulai daftar ini dengan pemain muda berbakat, pemain belakang yang tanggung dan juga penyerang yang tidak pernah tua (dan dia bukan Tim Cahill).

Untuk melihat daftar sisa dari 50 pemain Asia terbaik kami, klik di sini.

Penulis urutan 50-46: Kenneth Ho

50. GENKI HARAGUCHI

Genki Haraguchi selalu ditakdirkan untuk menjadi besar. Menjalani debut profesional di J-League saat berusia 17 tahun, penyerang serba bisa ini menunjukkan kemampuannya untuk mendikte permainan dan mengacak-acak pertahanan lawan.

HIGHLIGHT KARIERNYA

Penampilan yang layak mendapatkan gelar Man of The Match saat menghadapi Ingolstadt. Ia menciptakan satu gol dan memberikan assist untuk gol lainnya yang membawa Hertha menang 2-1.

Penampilan bagusnya menarik perhatian dan Hertha Berlin datang memanggil di tahun 2014. Meski bermain di Bundesliga yang penuh tantangan secara fisik, Haraguchi sama sekali tidak takut meladeni tantangan ini dan selalu mampu tampil bagus saat dibutuhkan.

Musim pertamanya berakhir dengan 23 penampilan dan dua gol, tapi musim ini ia lebih berkembang lagi dengan menjalani posisi di kanan depan.

Performanya menjadi salah satu alasan terbesar mengapa Hertha sekarang termasuk salah satu pesaing dalam perebutan posisi Liga Champions musim depan. Dua kali mengalami degradasi di ena tahun terakhir, finis di papan tengah biasanya sudah bisa dianggap sebagai sebuah kesuksesan untuk tim ibukota Jerman ini.

49. KWAK TAE-HWI

Bagaimana seorang Kwak Tae-Hwi menjadi pemain profesional tidak ada yang akan pernah tahu, tapi anda harus memberikan pujian untuk kengototan bek yang satu ini.

HIGHLIGHT KARIERNYA

Menjalani debutnya sebagai pemain profesional untuk FC Seoul di tahun 2005

Meski buta di satu mata akibat operasi yang dijalaninya saat masa SMA, Kwak terus menyadari bahwa mimpinya adalah bermain sepakbola sebagai karir.

Setelah menghabiskan beberapa tahun di tanah airnya, ia kemudian pindah ke luar negeri setelah All Shabab membutuhkan dirinya di tahun 2013.

Kwak kemudian pindah ke Al Hilal di tahun yang sama dan membantu klub ini meraih dua gelar berurutan di Liga Saudi. Ia dikenal memiliki kekutan aerial yang sangat bagus dan selalu dianggap ancaman setiap kali situasi set pieces terjadi.

Pages