59 Wonderkid U-21 Terbaik di Dunia versi FourFourTwo: 10-1

Inilah peringkat 10 besar! Ketahui peringkat mereka dan siapa yang menjadi no. 1... 

Oleh: Jonathan Harding, Joe Brewin, David Cartlidge, Seb Stafford-Bloor, Marcus Alves, Adam Digby, Tom Kundert.

10. Ousmane Dembele, 19 (Borussia Dortmund)

Ousmane Dembele

Memiliki keterampilan untuk secara konsisten unggul dalam duel satu lawan satu adalah salah satu atribut yang sangat diinginkan, dan dalam hal itu, pemuda Prancis bernama Ousmane Dembele ini memiliki semua trik ala pemain yang tampil di PlayStation. Dalam pertandingan Bundesliga pertamanya untuk Borussia Dortmund, pemain berusia 19 tahun ini (BVB mengalahkan Leicester, Manchester United dan Liverpool untuk mengontraknya dengan nilai transfer sebesar €15 juta dari Rennes) membuat dirinya dicap 'menakutkan' oleh para bek lawan. Dia mengganggu lawan, tidak dengan arogan, tapi dengan cara yang menghibur. Dia tidak tahu cara lain untuk bermain sepakbola.

Gerak kaki Dembele begitu mengesankan. Dia menunjukkan visi yang matang dan jelas memiliki ketajaman untuk mencetak gol, tapi kemampuannya dalam memenangi duel satu lawan satu adalah kemampuan yang diinginkan Thomas Tuchel, setelah berbicara tentang bagaimana memainkan Dembele pada situasi di mana keterampilannya bisa menjadi sangat efektif. Singkatnya, bukannya menempatkan dirinya di kerumunan pemain lawan, melainkan menempatkan dia dengan dua pemain lawan untuk ditaklukkan sebelum melepaskan umpan atau tembakan.

Tantangan Dembele sekarang adalah untuk melengkapi permainannya. Jika penyelesaian dan umpan-umpannya sebagus giringannya, dia akan sudah membuat dunia sepakbola terkesima. Satu musim lagi di BVB dan rasanya sepertinya dia akan berhasil. JH

9. Leroy Sané, 19 (Manchester City)

Leroy Sane

Kondisi belum berjalan seperti yang direncanakan bagi Leroy Sane di Manchester City sejauh ini, tapi Pep Guardiola tidak akan rela membuat perekrutan senilai £37 juta ini menjadi pembelian yang sia-sia. Selain itu, awal kariernya yang sulit – hanya sekali menjadi pemain inti sejauh ini, di Piala Liga – bukanlah sepenuhnya kesalahan Sane. Sebagian besar dikarenakan cedera hamstring.

Pemain yang didatangkan Pep ini masuk ke skuat timnas Jerman di Euro 2016. Ia bermain hampir 60 kali untuk Schalke selama dua musim, mencetak 13 gol dan mengembangkan dirinya sebagai remaja yang paling menjanjikan di negara yang dipenuhi pemain berbakat. 

Sane dipaksa untuk berkembang dengan cepat setelah membuat debutnya di Schalke di usia 18 tahun, tetapi sejak saat itu juga ia menunjukkan kedewasaan yang luar biasa untuk menjalani kariernya. Dia memiliki landasan yang baik – ayahnya Souleymane juga seorang pemain sepak bola profesional di Jerman; ibunya yang bernama Regina merupakan pesenam ritmik yang memenangi perunggu di Olimpiade 1984. 

Bahkan sekarang, ketika kondisi menjadi lebih keras di lingkungan baru, pemuda berusia 19 tahun ini tetap tenang. Dia untuk sementara diturunkan ke timnas Jerman U-21 untuk mendapatkan kesempatan bermain, bukan karena disingkirkan. Dia tahu Guardiola akhirnya akan memainkannya karena kualitas utamanya – kecepatan, pergerakan langsung, dan ancaman gol dari sektor sayap – akan memperbesar peluang mereka untuk meraih gelar. Penggemar Man City akan melihat itu semua secepatnya. JB

8. Marco Asensio, 20 (Real Madrid)

Marco Asensio

Real Madrid lebih cepat ketimbang rival-rivalnya dalam perburuan Marco Asensio, dan tak hanya diuntungkan dengan nilai transfer murah sebesar €3,9 juta, tapi juga potensi pemain bintang dunia dalam dirinya. 

Faktanya, Asensio tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuktikan dia bisa mencapai level tersebut. Musim lalu gelandang serang ini menikmati kesuksesan besar sebagai pemain pinjaman di Espanyol di mana ia menjadi pemimpin dalam tim, dan diganjar dengan satu posisi di tim utama Real Madrid. Zinedine Zidane merasa tak membutuhkan pemain baru.  

Pemain berusia 20 tahun ini menunjukkan bahwa dia tidak merasa minder dengan nama besar klubnya, atau para pemain bintang di dalam timnya. Isco dan James Rodriguez tampaknya sudah tersingkir, dengan Asensio menunjukkan bahwa dirinya berpotensi menjadi gelandang bintang bagi Real Madrid dan Spanyol di masa-masa mendatang. 

Pemuda yang berasal dari Balearics ini memiliki atribut kecepatan, kemampuan menggiring bola yang luar biasa, dan akurasi umpan. Dari posisi sayap kiri, ia menunjukkan kecepatan dan kemampuan untuk menyerang untuk menyulitkan para bek, sementara di posisi tengah dia mampu melakukan serangan. Tapi, yang membuat Asensio berbeda dengan pemain lainnya adalah kepercayaan dirinya. Dia menyadari kemampuannya dan tidak pernah takut untuk menunjukkannya. Diprediksikan ia akan menjadi andalan bagi klub dan negaranya. DC

Pages