59 Wonderkid U-21 Terbaik di Dunia versi FourFourTwo: 20-11

Mari masuk ke 20 besar dengan satu bintang Manchester City, satu lagi yang akan ada di sana mulai musim depan, dan empat dari Bundesliga yang sangat menyukai pemain muda.

Oleh: Michael Yokhin, Jonathan Harding, David Cartlidge, Joe Brewin, Martin Mazur, Marcus Alves.

20. Ante Coric, 19 (Dinamo Zagreb)

Ante Coric

Fans Kroasia berharap pemain 19 tahun ini bisa menjadi Luka Modric baru, dan ada peluang mimpi ini bisa menjadi kenyataan. Coric adalah seorang pemain tengah elegan dengan kontrol yang bagus dan kemampuan umpan yang sangat bagus, yang membuat perbandingan dengan bintang Real Madrid itu nyaris tidak terelakkan.

Meski begitu, pemuda ini sendiri ingin bermain untuk Barcelona suatu hari nanti, walaupun ia tahu persis jalan ke sana tidak akan mulus. Untuk sekarang, ia tetap berada di Dinamo Zagreb setelah ketertarikan dari Liverpool dan Manchester City tidak menghasilkan apapun. Di masa silam, ia sempat menolak beberapa klub besar Eropa – di Bayern Munich, ada sistem penilaian untuk melihat bagaimana potensi seorang pemain muda, dan Coric adalah nama pertama dalam sejarah mereka yang menyelesaikan semua tugas dan mendapatkan nilai maksimal. Tapi ia menolak bergabung dengan Bavarians. 

Menjalani debutnya untuk Dinamo Zagreb saat berusia 17 tahun, Coric menjadi anggota yang sangat berharga untuk skuat mereka, meski tubuhnya yang tidak terlalu kuat membuatnya jarang tampil selama 90 menit. Ia harus bisa lebih kuat secara fisik untuk menjadi pemain yang lengkap. Ini mungkin alasan mengapa ia menghabiskan lebih banyak waktu di bangku cadangan sepanjang Liga Champions musim lalu. Coric menjadi bagian tim nasional Kroasia di Piala Eropa 2016 namun tidak bermain semenit pun, dan akan berharap bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman lagi dengan tim ini. MY

19. Tin Jedvaj, 20 (Bayer Leverkusen)

Tin Jedvaj

Kehilangan Dani Carvajal di musim panas 2014 tampak seperti sesuatu yang memang tidak bisa dihindari oleh Bayer Leverkusen, dan kepergiannya meninggalkan sebuah lubang besar yang harus bisa diisi. Pada awalnya, Tin Jedvaj dari Roma tidak terlihat seperti pengganti yang sesuai. Gol cantiknya saat menghadapi Werder Bremen mungkin membuat beberapa fans bersemangat, tapi segera terlihat jelas bahwa orang Kroasia ini masih belum matang secara defensif.

Namun sejak saat itu, talenta bek kanan ini terus tumbuh. Caranya membaca pertandingan sudah meningkat secara drastis dan kerja kerasnya di sector sayap sangat sesuai dengan gaya bermain Leverkusen. Pertarungan dengan rekan satu timnya yang bahkan lebih muda, Benjamin Henrichs – yang saat ini Jedvaj sedang kalah – akan sangat hebat untuk B04, tapi juga penting sekali untuk perkembangan Jedvaj.

Meski banyak yang mengakui bahwa masih ada setumpuk pekerjaan yang harus dilakukan – ia bahkan bermain sebagai bek tengah dalam tiga pertandingan musim lalu, di mana Leverkusen kebobolan 10 gol – perlu diingat bahwa orang Kroasia ini masih berusia 20 tahun. Bakatnya jelas ada dan dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah ia bisa terus melangkah lebih tinggi atau menghilang begitu saja. JH

18. Marlos Moreno, 20 (Deportivo La Coruna, pinjaman dari Man City)

Marlos Moreno

Setelah datang ke Atletico Nacional saat berusia 14 tahun, perkembangan Marlos Moreno sangatlah cepat. Puncaknya datang di tahun 2016 saat ia memainkan peran kunci dalam keberhasilan klub masa kecilnya ini di Superliga Colombiana dan juara Copa Libertadores secara sensasional.

Penampilan hebat Moreno – ia menciptakan gol di tiga pertandingan awal fase grup dan menambah lima assist lagi sepanjang sisa kompetisi – meyakinkan Manchester City untuk menghabiskan dana yang kemungkinan akan sangat murah, £5 juta, untuk dirinya, meski ada ketertarikan dari klub-klub lain semacam Manchester United, Benfica, dan Sporting.

Ia bisa bermain di manapun di lini depan namun lebih memilih posisi nomor 9 di mana ia bersinar di Kolombia. “Permainan saya berdasarkan kecepatan dan skill. Saya rasa situasi satu lawan satu adalah kekuatan saya,” ucapnya di website resmi Manchester City saat resmi datang. Dengan tinggi hanya 170cm, Moreno semacam roket kecil yang memiliki kecepatan luar biasa yang dilengkapi dengan kemampuan dribel. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah Atletico Nacional, hanya setelah 30 detik – dan ini terjadi di laga penentuan gelar juara musim lalu. Coba tangkap ia jika bisa. DC

17. Timo Werner, 20 (RB Leipzig)

Timo Werner

Menjelang akhir karier Werner di Stuttgart, tampaknya potensinya yang sempat muncul mulai menghilang – ia sudah bermain di tim utama sejak usia 17 tahun. Kepindahan bernilai €10 jutanya ke Leipzig kemudian membuktikan bahwa lingkungan sekitarnyalah yang menghalangi perkembangan dirinya.

Transfer ini adalah sebuah keputusan yang berani namun memang tepat, dan efeknya pun sudah terlihat jelas. Werner – yang merupakan bagian dari tim nasional U-17 Jerman (bersama Max Meyer, Julian Brandt) yang meraih gelar runner-up di Piala Eropa 2012 saat ia bahkan baru berumur sekitar 16 tahun – sudah menunjukkan pergerakan yang jauh lebih berkembang, sentuhan mencetak golnya sudah kembali dan ia kembali terlihat lagi seperti pemain yang dengan bangga dipromosikan Stuttgart dari akademi sendiri setelah menciptakan 31 gol (dari 34 pertandingan) untuk tim U-17, dan kemudian 24 gol (dari 25 pertandingan) untuk tim U-19.

Pengalaman Werner sudah bukan masalah lagi. Ia telah tampil di lebih dari 100 pertandingan di Bundesliga – pemain paling muda yang mencapai angka ini sepanjang sejarah Bundesliga. Ketenangan di depan gawang menjadi satu hal yang masih dipertanyakan. Tapi dengan rasa percaya dirinya terus meningkat dan lingkungan sekitar yang sempurna, 2017 akan menjadi tahun yang besar untuk dirinya. JH

16. Youri Tielemans, 19 (Anderlecht)

Youri Tielemans

Di usia 19 tahun, pemain tengah penuh bakat ini sudah berjalan menuju musim keempatnya di tim utama Anderlecht. Semenjak menjalani debutnya di bulan Juli 2013 dan menjadi pemain Belgia paling muda yang pernah tampil di Liga Champions, Tielemans tetap merupakan pemain kunci di lini tengah, dan cukup mengejutkan bagaimana timnya tetap bisa mempertahankan dirinya meski banyak ketertarikan dari klub besar.

Ia bisa menjadi seorang bintang lini tengah yang lengkap dengan kemampuan serba-bisa. Tielemans bisa menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya, suka mendikte tempo pertandingan dari belakang, tapi di waktu yang sama juga memiliki tembakan yang bagus dan matang secara teknis. Jarak umpannya bisa sangat bagus, dan rekor golnya juga begitu, dengan 22 gol total di semua kompetisi (lima gol dari 13 pertandingan di musim ini).

Tielemans masih belum cukup konsisten, dan belum punya kesempatan untuk membuktikan diri bagi tim nasional karena Red Devils memiliki banyak pilihan bintang di lini tengah mereka. Tapi rasanya waktu pemain ini akan segera datang. MY