59 Wonderkid U-21 Terbaik di Dunia versi FourFourTwo: 30-21

Daftar berlanjut ke bintang baru Borussia Dortmund, penyerang masa depan Portugal, dan lulusan akademi Arsenal.  

Oleh: Andrew Gibney, Jonathan Harding, Priya Ramesh, Michael Yokhin, Tom Kundert, Joe Brewin. 

30. Jean-Kevin Augustin, 19 (PSG)

Dia mungkin tidak mendaparkan kesempatan bermain sebanyak yang diharapkannya di PSG, tetapi tidak diragukan bahwa Jean-Kevin Augustin dinilai sangat berharga untuk klub dan negaranya.

Striker ini menjadi pencetak gol terbanyak saat timnas Prancis U19  memenangi Kejuaraan Eropa di Jerman musim panas ini, dengan jumlah pertandingan yang sama. Golnya pada kemenangan 4-0 dalam perjalanan menuju final melawan Italia merupakan gol keenamnya, jumlah gol yang sama juga dicetak oleh Alvaro Morata pada tahun 2011.

Dia mungkin baru mencetak dua gol untuk PSG, tapi ada banyak lagi yang akan datang dari striker muda ini. Augustin memiliki semuanya: dia cepat dan dapat bermain di sektor sayap, tapi dia juga telah mengembangkan kekuatan tubuh bagian atas dan penguasaan bolanya. Dengan kaki kanan yang mematikan untuk melengkapinya, pada usia 19 tahun ia memiliki semua atribut untuk menjadi pemain papan atas ke depannya. AG

29. Emre Mor, 19 (Borussia Dortmund)

Salah satu penyerang yang dibeli Dortmund di musim panas ini, Mor dibeli dari Nordsjælland karena kemampuannya untuk mengecoh lawan di ruang yang sempit. Sejauh ini pria  Turki kelahiran Denmark ini mampu membuktikan dirinya saat ia menggunakan kakinya untuk memberikan solusi.

Penyerang bertubuh kecil ini memiliki kontrol yang luar biasa, dan menggunakannya untuk menyelinap di antara pemain lawan untuk seolah-olah sengaja mempermalukan mereka. Mengingat bahwa ia sering melewati pemain lawan, persentase kesuksesannya (saat ini 61% di musim 2016/17) adalah angka yang mengesankan.

Dia bisa bersalah karena terlalu sering melakukannya, yang kadang-kadang upayanya yang bagus menjadi percuma karena umpan yang terlambat atau tidak akurat, tetapi itu akan dipoles di bawah Thomas Tuchel di Dortmund. Mor akan semakin menarik. JH

28. Davinson Sanchez, 20 (Ajax)

Tidak biasanya Ajax memantau bakat di Amerika Selatan (yang biasanya merupakan ranah PSV) - sebaliknya, klub Amsterdam itu biasanya cenderung fokus ke negara-negara Skandinavia. Tapi itu berubah dengan perekrutan yang dilakukan Henk Veldmate, dan mereka memboyong dua talenta muda asal Kolombia Mateo Cassierra dan Davinson Sanchez. Sementara nama pertama masih beradaptasi dengan sepak bola Belanda, nama terakhir telah berubah menjadi salah satu pembelian terbaik Ajax baru-baru ini.

Sanchez, yang dibidik oleh Barcelona pada bulan Mei, merupakan monster di kalangan bek. Dia sering memenangi duel udara, melengkapi kemampuan tekelnya dan baru-baru ini bahkan mencetak dua gol dalam pertandingan Eredivisie melawan PEC Zwolle.

Sementara umpan panjangnya dari lini belakang masih harus diperbaiki, Sanchez berada dalam jalur yang tepat untuk membukitkan mengapa ia dinilai sebagai salah satu talenta muda terbaik di Copa Libertadores (yang ia menangi bersama Atletico Nacional awal tahun ini, di mana ia selalu bermain penuh di setiap pertandingan). PR

27. Breel Embolo, 19 (Schalke)

Segala atribut yang dimiliki bintang asal Swiss ini adalah tentang kekuatan. Pergerakan yang kuat, tendangan keras - yang membuat namanya melejit di Basel. Itulah alasan ia rata-rata mencetak satu gol dalam setiap tiga pertandingan dan membukukan satu assist di setiap empat laga. Ini sebabnya dia begitu sulit kehilangan bola ketika dia menguasainya dan mengapa dia bisa begitu tangguh di lini depan.

Itulah mengapa Schalke bersedia memecahkan rekor transfer mereka untuk membawa dia ke Bundesliga dengan harga €20 juta di musim panas ini. Tim asal Gelsenkirchen itu membutuhkan kecepatan, kekuatan, dan kecerdasan dalam lini serang mereka, dan pemuda 19 tahun ini memberikan mereka semua itu. Embolo sangat menarik untuk ditonton ketika ia menguasai bola dan melewati bek dengan sebuah pergerakan yang kuat untuk menjadi pemain yang lebih berpengalaman.

Namun, setelah Euro 2016, ia belum benar-benar beradaptasi dengan klub barunya. Start buruk Schalke juga tidak membantunya, atau ia juga belum menemukan posisi terbaiknya, tapi dua gol melawan Borussia Monchengladbach mungkin akan kembali mencerahkan masa depannya dalam waktu dekat. JH

26. Jairo Riedewald, 20 (Ajax)

Sebelum pertandingan pertama mereka di musim yang baru, Ajax merilis sebuah video promo yang mempertontonkan momen menyedihkan setelah kehilangan gelar pada hari terakhir musim lalu. Itu merupakan pernyataan ambisi mereka untuk memberikan segalanya untuk memastikan hal itu tidak terjadi musim ini. Namun narasi tidak dilakukan oleh kapten tim Davy Klaassen atau bahkan wakil kapten Joel Veltman, melainkan Jairo Riedewald. "Singkirkan keraguan," katanya.

Riedewald dikenal handal memainkan bola, seorang bek serbaguna di Ajax yang termasuk Ruud Krol, Jan Vertonghen, dan Toby Alderweireld. Umpan pemain yang berusia 20 tahun  ini sungguh mengesankan, dan kemampuannya untuk menemukan dan mengeksekusi umpan panjang  vertikal berada pada level yang fantastis.

Riedewald bukan bek tertinggi atau terkuat, namun memiliki kemampuannya yang tajam untuk membaca serangan, yang memungkinkan dia untuk memengaruhi permainan baik sebagai stopper atau pemain tengah. Pemuda asal Belanda ini memiliki potensi untuk menjadi  bek tengah berkualitas di masa depan, tapi perlu memastikan bahwa fleksibilitas dan kemampuannya untuk bermain di posisi yang berbeda di Ajax tidak menghapus hal itu. PR