59 Wonderkid U-21 Terbaik di Dunia versi FourFourTwo: 50-41

Mari kita lanjutkan dengan penjaga gawang pertama di daftar ini, penerus Marcelo di Brazil yang diinginkan Pep, dan bintang Serie A yang masuk dalam radar Arsenal.

Oleh: Andrew Gibney, Michael Yokhin, David Cartlidge, Marcus Alves, Jonathan Harding, Adam Digby, Priya Ramesh. 

50. Vincent Koziello, 20 (Nice)

Vincent Koziello

Sulit mencari apa yang tidak dicintai dari seorang Koziello, pembunuh berwajah bayi milik Nice ini terlihat tidak lebih tua dari seorang murid GCSE (General Certificate of Secondary Education… cek google), tapi visi yang ia miliki, pemahamannya akan permainan, dan kemampuan untuk mengontrol di lapangan langsung merusak penilaian pertama tersebut.

Pemain 20 tahun ini adalah bagian besar dari kesuksesan Claude Puel musim lalu. Ia mengatur segalanya dari lini tengah sebagai seorang pemain box-to-box, tapi memiliki lebih banyak keanggunan dan gaya dibandingkan pemain tengah kuat semacam Blaise Matuidi. Kozielle sangat lengket dengan bola dan membuat permainan penuh umpan tampak begitu lancar dan mudah – tapi ia juga bukan malaikat, bintang Perancis U-21 ini mendapatkan sembilan kartu kuning musim lalu, jadi jangan biarkan wajah tak berdosa miliknya menipu Anda.

Koziello sudah memulai musim dengan baik bersama bos baru, Lucien Favre, meski kehilangan salah satu rekannya di lini tengah, Nampalys Mendy, ke Leicester. Masih ada banyak hal yang akan muncul darinya. Tentu saja, ia harus bisa lebih kuat lagi untuk bisa bersaing dengan pemain-pemain terbaik Eropa, tapi sulit untuk memperkirakan pemain bertinggi 167cm ini tidak membawa permainannya ke level selanjutnya dalam waktu dekat. AG

49. Aleksandr Golovin, 20 (CSKA Moscow)

Aleksandar Golovin

Pemain muda jarang mendapat kesempatan untuk membuktikan diri di Rusia, dan itulah mengapa kemunculuan Golovin adalah sesuatu yang menjanjikan. Di awal 2016, pelatih CSKA, Leonid Sludsky – yang kagum dengan apa yang ia lihat di sesi latihan – memuji Golovin secara rutin setiap pekan dan memutuskan untuk mempromosikan sang pemain sebagai starter. Hasilnya positif: Golovic menciptakan dua gol yang luar biasa dalam semifinal Piala Rusia menghadapi Krasnodar.

Saat Slutsky berkerja ganda dengan menjadi pelatih sementara tim nasional Rusia, ia membawa pemain 20 tahun ini dalam skuatnya untuk Piala Eropa 2016. Dengan Alan Dzagoev cedera, Golovin menjadi starter saat menghadapi Inggris dan Slovakia sebagai gelandang bertahan, tapi ini terbukti sebagai langkah yang terlalu jauh.

Sulit menyalahkan anak muda yang biasanya bermain di posisi yang lebih di depan, dan akan sangat penting untuk Golovin menemukan posisi ideal dirinya – saat ini ia bahkan terlihat terlalu serba bisa. Jika segalanya berjalan lancar, ia bisa saja menjadi bintang untuk Rusia saat menjalani Piala Dunia 2018 di kandang sendiri. MY

48. Adam Ounas, 20 (Bordeaux)

Adam Ounas

Setelah dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester United pada musim panas kemarin, cukup mengejutkan melihat Ounas masih bersama Bordeaux musim ini. Pada kenyataannya, pemain sayap ini tidak mungkin berada di tempat yang lebih baik lagi – bos baru mereka, Jocelyn Gourvennec, memiliki catatan sejarah yang sangat bagus dalam hal mengembangkan talenta muda dan sangat cocok untuk pemain 20 tahun ini.

Dengan kemampuan semacam Eden Hazard saat menguasai bola, Ounas secara rutin membuat para fans berdiri dari tempat duduk saat menurunkan bahunya untuk menipu lawan dan bergerak ke arah yang berbeda. Jelas, lawannya sama sekali tidak menikmati ini.

Ounas masih harus belajar kapan waktu terbaik untuk menggunakan skill-nya dan kapan harus menyerahkan bola ke rekannya yang lain, tapi penting juga baginya untuk mempertahankan percikan yang ia miliki. Untuk saat ini, ia masih berperan sebagai pemain pengganti yang berpengaruh, tapi lima gol dan dua assist yang ia ciptakan musim lalu menangkap perhatian beberapa klub besar. Sekarang waktunya bagi Ounas untuk membuktikan bahwa dirinya memang layak mendapatkan ketertarikan semacam ini. AG

47. Predrag Rajkovic, 20 (Maccabi Tel Aviv)

Predrag Rajkovic

Penjaga gawang ini muncul tiba-tiba di bulan Juli 2013 saat Serbia secara mengejutkan menjuarai Piala Eropa U-19. Rajkovic masih berusia 17 tahun saat itu, tapi sudah menunjukkan kemampuan memimpin yang luar biasa, menyelamatkan dua penalti di babak adu penalti saat menghadapi Portugal di semifinal dan tidak kebobolan dalam kemenangan 1-0 dari Perancis di Final, di aman ia menghentikan Anthony Martial dan kawan-kawan.

Dua tahun kemudian ia menjadi kapten tim nasional U-20 yang menjadi juara dunia di Selandia Baru. Ia hanya kebobolan empat gol dalam tujuh pertandingan, tampil luar biasa di kemenangan 2-1 melalui perpanjangan waktu di final menghadapi Brasil dan sangat layak mendapatkan gelar Penjaga Gawang Terbaik di turnamen ini.

Rajkovic kemudian memilih sebuah langkah yang layak dipertanyakan: pindah dari Red Star Belgrade ke Maccabi Tel Aviv di musim panas 2015. Ia memilih klub Israel ini agar bisa bermain di Liga Champions, tapi petualangan ini berakhir dengan enam kekalahan di fase grup, dan perkembangan sang penjaga gawang sedikit tersendat belakangan. Ia mungkin harus mendapatkan tantangan baru agar bisa kembali ke jalur yang benar. MY

46. Santi Mina, 20 (Valencia)

Santi Mina

Setelah unjuk gigi di Celta Vigo, di mana ia mampu menciptakan pengaruh di tim utama, Mina kemudian diambil oleh Valencia yang ambisius dan tidak takut menghabiskan uang banyak (€10 juta) untuk mendapatkan remaja ini.

Mereka sudah cukup melihat apa yang dimiliki penyerang yang di atas segalanya menunjukkan pergerakan yang brilian saat menyerang ini. Lari kencangnya membuatnya seperti hama yang harus bisa dibasmi oleh pemain belakang; ia bisa memilih posisi dari sayap dan membuat lini belakang lawan terpecah, tapi juga bisa bermain lebih ke tengah untuk menunjukkan kemampuannya sebagai penyelesai peluang. Di beberapa sisi, Mina mirip dengan Luis Suarez, terutama dalam hal bagaimana ia membaca pertandingan, dan menggunakan pergerakannya untuk memberian efek yang mematikan.

Hingga akhir musim lalu, di tim yang buruk, striker muda ini masih tetap mampu menciptakan gol penting. Dengan Paco Alcacer dijual ke Barcelona, waktu Mina sudah datang dan ia sudah cukup menunjukkan bahwa ia memang sudah siap. DC