Andrea Belotti

6 Bintang Muda Serie A yang Wajib Diperhatikan di 2016/17

Anda bilang, divisi tertinggi di Italia dipenuhi oleh orang tua? Hah! Tidak jika mereka yang di bawah ini masih bermain di sana…

Serie A berusaha mati-matian untuk mengenyahkan dua stereotip. Kerap dilabeli membosankan dan terlalu bertahan, musim 2016/17 ini sebenarnya memiliki beberapa hasil yang sangat tidak Italia - sebagai contoh, lihat kemenangan mengesankan Milan dengan skor 4-3 atas Sassuolo.

Sementara hasil-hasil tersebut mengarah pada akhir dari narasi yang terinspirasi Catenaccio, musim ini secara mengejutkan juga muncul beberapa pemain muda menjanjikan di sebuah negara di mana pemain-pemain senior seperti Francesco Totti dan Antonio Di Natale seperti dapat hidup selamanya. Daftar 59 Pemain Wonderkids U-21 Terbaik Dunia kami diwarnai tiga nama di antaranya, tetapi mereka tidak sendiri....

1. Giovanni Simeone (Genoa)

Giovanni Simeone, Argentina

Jika namanya terdengar familiar, itu karena penyerang Genoa berusia 21 tahun ini adalah anak dari pelatih Atletico Madrid, Diego. "Ia memiliki rasa lapar dan keinginan untuk menang seperti ayahnya," ujar rekan satu timnya Nicolas Burdisso baru-baru ini. Tetapi, jika Simeone senior adalah seorang gelandang petarung yang tidak pernah memiliki alasan untuk memperebutkan bola dengan jegalan keras, anaknya adalah seorang penyerang berkecepatan tinggi yang lebih gemar menghindari tekel-tekel tersebut.

Saya lebih senang jika orang-orang lebih membicarakan dirinya dan bukan ayahnya. Saya tidak berpikir itu adalah perbandingan yang mudah bagi sang anak

Hanya dengan melakukan hal itu, ia berhasil mencetak masing-masing satu gol dari dua kali kesempatan pertamanya sebagai starter di Rossoneri, hal yang membuat pelatih Genoa, Ivan Juric, terkesan. "Simeone adalah seorang pemain yang baik di areanya, tetapi ia masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Ia gemar berlari dan kami senang dengannya," ujar pria asal Kroasia tersebut. "Bagaimana pun, saya lebih senang jika orang-orang lebih membicarakan dirinya dan bukan ayahnya. Saya tidak berpikir itu adalah perbandingan yang mudah bagi sang anak."

2. Manuel Locatelli (Milan)

Dengan hanya sedikit investasi, mereka membutuhkan pemain-pemain spesial seperti Locatelli dan Gianluigi Donnarumma

"Ini adalah momen yang diharapkan oleh setiap anak di dalam hidup mereka," ujar Manuel Locatelli setelah meninggalkan lapangan, suaranya terdengar gemetar sebagaimana ia terus berjuang untuk menahan air mata. "Ketika aku menyadari posisi bola, aku tidak mempercayainya. Aku mulai berlari dan kemudian semuanya ternyata nyata."

Gelandang Milan berusia 18 tahun tersebut baru mencetak gol ketiga timnya dalam laga melawan Sassuolo. Ia menangis bahagia ketika berlari melakukan selebrasi.

Para fans Rossoneri juga sama bahagianya – dan kebahagiaan mereka melihat bersinarnya seorang bintang muda adalah hal yang natural setelah menderita dalam beberapa tahun terakhir. Dengan hanya sedikit investasi, mereka membutuhkan pemain-pemain spesial seperti Locatelli dan Gianluigi Donnarumma untuk memutus siklus mediokritas yang tengah meliputi San Siro.

Locatelli adalah seorang gelandang tengah yang senang bermain agak ke dalam dan mempertontonkan kemampuan mengopernya yang luar biasa. Bukanlah kejutan jika banyak suporter lebih senang melihatnya tampil sebagai starter ketimbang Riccardo Montolivo yang performanya terus menurun. Ia masih harus belajar banyak hal, tetapi ia bisa menjadi sangat baik di musim-musim mendatang: pelatih Vincenzo Montella telah terbukti merupakan seorang mentor yang baik bagi para talenta muda.

3. Andrea Petagna (Atalanta)

Dengan postur sekitar 190cm, ia sangat gesit dan telah mencetak tiga gol hanya dalam 180 menit aksinya di Serie A musim 2016/17

Jika Locatelli mewakili masa depan cerah Milan yang baru, maka tak dapat diragukan Andrea Petagna adalah kesalahan mereka di masa lalu - ia hampir keluar dari dunia sepak bola karena mereka. Tiga tahun lebih tua dari Locatelli, penggawa Atalanta ini juga merupakan produk tim muda Rossoneri, tetapi – seperti Matteo Darmian, Pierre-Emerick Aubameyang, dan masih banyak lagi – dibuang oleh Adriano Galliani.

Setelah melewati berbagai kesepakatan peminjaman, Petagna dijual ke Atalanta sebagai bagian dari pemotongan pengeluaran klub, tetapi ia akhirnya berhasil membuktikan diri sebagai seorang striker kuat seperti yang telah diperkirakan banyak orang. Dengan postur sekitar 190cm, ia sangat gesit dan telah mencetak tiga gol hanya dalam 180 menit aksinya di Serie A musim 2016/17, termasuk sebuah gol kemenangan ketika melawan Napoli