6 Pemain yang Menjadi Sensasi Satu Musim Sebelum Tenggelam Entah Ke Mana

Mereka bersinar, menjadi bintang setelah satu musim yang luar biasa, lalu menghilang dan tenggelam entah ke mana. Zakky BM melihat kembali karier enam pemain yang mendapatkan label one seasone wonder alias sensasi satu musim...

Sepakbola, bagaimanapun adalah sebuah entertainment eh, maksudnya, olahraga yang mengandalkan kerja sama tim. Taktik, strategi, serta keberuntungan melebur menjadi satu di dalam lapangan. Bohong sekali jika aspek keberuntungan ini harus disingkirkan jauh-jauh dari sepakbola karena nama-nama di bawah ini, bisa jadi, adalah contoh nyata bagaimana keberuntungan itu bekerja.

Sebagai aktor utama di lapangan hijau, pemain sepakbola tentu mempunyai perjalanan karir yang berliku. Ada yang awalnya menimba ilmu dari tingkat akademi, ada yang dibesarkan di jalanan, bahkan ada juga yang sampai umur 20-an tahun ia masih bekerja sebagai tukang kebun, misalnya.

Kesuksesan dan kegagalan tentu mengiringi karir pemain tersebut.  Pemain A menjadi topskorer di liga A, itu adalah contoh kesuksesan. Ada pula pemain B yang tak kunjung bermain reguler dan hanya berstatus pemain cadangan. Namun, kini media dan pemirsa sepakbola mengenal istilah one season wonder player. Singkatnya, pemain yang hanya bagus (sukses) dalam satu musim saja. Entah ia menjadi top skorer, ataupun rekrutan terbaik, pemain tersebut intinya hanya sukses dalam waktu singkat saja.

Jamie Vardy dan Riyad Mahrez tentu menjadi fokus media dan para pemirsa di musim ini sebagai pembuktian ia layak di cap sebagai one season wonder player atau bukan. Namun, daripada menunggu kepastian tersebut yang baru bisa dibahas di penghujung musim nanti, lebih baik melihat siapa saja yang pernah mendapatkan cap ini…

Miguel ‘Michu’ Cuesta

Michu adalah nama yang selalu diperbincangkan sepanjang musim 2012/13 lalu. Penyerang asal Spanyol ini sejatinya mampu memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Swansea City. Total 22 gol dari 43 laga di musim tersebut tentu melebihi ekspetasi dari pemain yang sebelumnya bermain untuk Rayo Vallecano dan baru bermain untuk pertama kali di Premier League Inggris.

Trofi Piala Liga di musim yang sama adalah prasasti dari kesaktian Michu bersama Swansea City. Di laga final, Michu menyumbangkan sebiji golnya dari lima gol yang bersarang di gawang Bradford City. Namun, musim berikutnya, kesaktian Michu menguap begitu saja seiring cedera yang menimpanya.

Antonio Nocerino

Tepat satu jam sebelum bursa transfer musim panas 2011 lalu di tutup, AC Milan berhasil memboyong gelandang bertenaga, Antonio Nocerino. Tentu saja tak ada ekspetasi berlebih dari pemain yang sebelumnya hanya membela Palermo dan mempunyai banderol €500 ribu.

Namun, catatan 10 gol bagi seorang gelandang tengah adalah sebuah prestasi. Penampilan impressifnya bersama AC Milan di musim 2011/12 bahkan dihargai oleh Forza Italian Football sebagai transfer terbaik musim tersebut. Nocerino sendiri bertahan di Milan dua musim selanjutnya dan sepanjang dua musim itu ia hanya mampu mencetak dua gol saja. Kontras sekali dengan apa yang ia tampilkan di musim pertama. Nocerino akhirnya menghabiskan sisa kontraknya di Milan dengan menjadi pemain pinjaman.