7 Pemain Berbakat Ligue 1 yang Harus Diperhatikan Pada Musim 2016/17

Bukan rahasia lagi jika kasta tertinggi sepakbola Perancis ini adalah tujuan utama para pemain dengan nilai dan potensi yang belum tersentuh sebelumnya, dan Aakriti Mehrotra melihat beberapa bakat terbaik di liga ini yang siap untuk menunjukkan kemampuan mereka di musim baru nanti

Perancis sudah lama terbiasa melihat pemain-pemain terbaik dan paling bersinar milik mereka terbang ke liga-liga lain yang lebih besar dan lebih baik di Eropa. Musim panas ini pun hal yang sama terjadi juga, dengan Ousmane Dembele (Borussia Dortmund) dan Michy Batshuayi (Chelsea) adalah salah dua di antara pemain-pemain yang pindah ke tempat lain, dan salah satu pemain terbaik mereka, Alexandre Lacazette, tengah menjadi sasaran serius Arsenal.

Meski sudah begitu banyak talenta mereka yang pergi selama ini, Ligue 1 tidak pernah kekurangan bakat – dan musim depan pun tidak akan berbeda...

1. Adam Ounas (Bordeaux, Geladang serang)

Kemampuan Ounas untuk melewati bek lawan dengan kecepatan dan trik membuat permainannya begitu menarik

Dengan Sunderland mendatangkan Wahbi Khazri dari Bordeaux pada bursa transfer musim dingn kemarin, muncul kekhawatiran yang memang wajar terjadi, mengingat ia adalah satu-satunya pemain yang mampu bersinar di tengah performa buruk timnya.

Tapi sang mantan pelatih, Willy Sagnol, memberikan Adam Ounas debutnya menghadapi Lorient tiga bulan sebelumnya, dan fans tahu persis bahwa mereka memiliki pemain yang bisa membuat Bordeaux yang membosankan ini menjadi lebih mengalir dan menarik. Tentu saja, ia sukses membuktikan dirinya sebagai salah satu cahaya di musim yang cukup gelap bagi klubnya: pemain 19 tahun ini mengakhiri musim perdananya dengan lima gol dan dua assist dalam 1.315 menit yang ia jalani di lapangan.

Kelebihan utamanya adalah kemampuan untuk bermain di posisi yang berbeda. Sagnol terbiasa menggunakan dirinya sebagai penyerang, di belakang striker, dan kedua sayap, tapi kemampuannya untuk melewati bek lawan dengan kecepatan dan trik membuat permainannya begitu menarik.

Ia tidak terlalu banyak bermain-main dengan bola dan menunjukkan pengamatan dan pemahaman situasi yang bagus dalam pertandingan dan bisa mengetahui pemain mana yang memiliki posisi lebih bagus dibanding dirinya. Sederhananya, ia tidak memiliki masalah ‘bintang’ yang sebelumnya dialami pemain gagal Newcastle, Florian Thauvin.

Ounas memiliki potensi yang hebat dan Bordeaux memiliki pemain yang sangat bagus di tim mereka saat ini. Ia sudah dihubung-hubungkan dengan klub-klub besar Eropa, termasuk yang paling menonjol adalah Manchester United. Akan menarik melihat bagaimana manajer Jocelyn Gourvennec menggunakan pemain 19 tahun ini, dan untuk saat ini, akan sangat penting baginya untuk tetap bertahan di tim yang bisa memberikannya waktu bermain secara rutin – sesuatu yang sangat krusial di usianya. 

2. Thomas Lemar (Monaco, Gelandang serang)

Kedatangan Lemar di Monaco tahun lalu tidak banyak diperhatikan, namun sejak saat itu ia sudah menjadikan dirinya sebagai salah satu pemain kunci di tim ini.

Gelandang menyerang ini mampu bermain di posisi apapun di lini depan. Ia menjadi starter 20 kali di liga musim lalu, sesuatu yang bahkan tak diduganya setelah menetapkan target yang sederhana di masa pra-musim (“Saya hanya ingin waktu bermain yang cukup dan agar bisa menyatu dengan baik bersama tim,” ucapnya saat itu.)

Setelah Monaco menjual beberapa pemain dan menjalani awal musim yang lambat (mereka hanya mencatatkan tiga kemenangan di 10 pertandingan awal), ia mendapat kesempatan untuk bersinar di awal musim. Lemar memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan mengakhiri musim dengan lima gol dan tiga assist. 

Thomas Lemar memperebutkan bola dengan Joshua Onomah

Lemar tampil untuk Monaco di Europa League musim lalu

Ia tidak memiliki tubuh yang besar dan kemampuan fisik yang lebih, tapi mampu mengintimidasi lawan saat bola berada di kakinya. Mencatatkan 2,5 dribel sukses setiap 90 menit, ini terbukti menjadi salah satu kekuatan utama yang ia miliki. Mantan pemain Monaco, Anthony Martial, memuji mantan rekan satu timnya ini dengan menyatakan, “Ia kecil, kurus, terlihat rapuh, namun tidak pernah kehilangan bola – secara teknik, ia sangatlah besar.” 

3. Maxwel Cornet (Lyon, Gelandang serang)

Statistik Cornet di 2015/16

  • Jumlah penampilan: 36
  • Menit bermain: 1,508
  • Gol: 11
  • Assist: 1

Mungkin kemunculan Ousmane Dembele lah yang membuat Cornet terhindar dari sorotan, dan pemain 19 tahun ini pun bisa menikmati musim yang cukup menyenangkan di pinggir sungai Rhone.

Mendapatkan kesempatan untuk tampil di tim utama setelah didatangkan dari Metz di Januari 2015, bakat Cornet terlihat saat, dalam sebuah pertandingan Liga Champions yang membosankan menghadapi Valencia di bulan Desember silam, ia menciptakan sebuah gol solo yang luar biasa.

Ia menciptakan tiga gol dalam empat pertandingan antara bulan Februari dan Maret, kemudian menambah empat lagi sebelum musim berakhir – termasuk kedua gol dalam kemenangan 2-0 menghadapi Montpellier.

Meski Lacazette selalu berpotensi untuk pindah, fans Lyon seharusnya cukup santai karena memiliki pemain dengan talenta semacam Cornet di dalam tim mereka. Anak muda kelahiran Pantai Gadaing ini akan memiliki peran yang lebih penting di musim ini dan akan sangat menarik melihat bagaimana ia mengatasinya.