7 Pemain Real Madrid yang Diuntungkan Sanksi Embargo Transfer FIFA

Klub terkaya di dunia tidak bisa membeli pemain selama satu tahun setelah bursa transfer kali ini - dan ini adalah berita yang sangat bagus untuk pemain-pemain ini, tulis Lee Roden...

1. Marco Asensio (19, gelandang serang)

Asensio tidak boleh melakukan kesalahan saat ini. Setahun yang lalu, pemain muda ini bermain dalam musim penuh pertamanya di pentas profesional bersama Mallorca di divisi kedua, di mana ia membuat momen-momen jenius yang memberikan fans momen-momen untuk tersenyum. Real Madrid kemudian menghubunginya, dan mengirimnya untuk peminjaman di Espanyol.

Pada tahun pertamanya di La Liga, sang playmaker telah mencetak 10 assist di semua kompetisi, terbanyak di antara pemain Blanc-i-blau. Momen-momen luar biasa pun bermunculan, termasuk hattrick assist di satu pertandingan melawan Betis, selain juga mencetak satu-satunya gol timnya di dua leg Copa del Rey melawan Barcelona. Asensio telah membuktikan bahwa ia cukup bagus untuk mendapatkan kesempatan di Madrid musim depan. Satu-satunya masalah adalah apakah ada ruang di posisinya.

2. Jese Rodriguez (22, penyerang)

Pernah dianggap sebagai talenta asli Madrid yang paling menarik di skuat Real Madrid, cedera dan waktu bermain yang tak menentu menghambat perkembangan Jese sejak ia memperkenalkan dirinya di La Liga dengan beberapa penampilan luar biasa di tahun 2014.

Jese kurang beruntung akhir-akhir ini, tetapi hukuman embargo transfer Madrid bisa memberinya kesempatan untuk membuatya menjadi pemain reguler di tim utama. Di posisi utamanya, sayap kiri, kompetisinya cukup ketat, tetapi untuk posisi penyerang tengah tidak. Dengan Karim Benzema adalah satu-satunya striker murni di skuat Zinedine Zidane, Jese mungkin bisa menemukan peluang yang lebih besar untuk kembali tampil reguler jika ia bisa kembali bermain bagus di posisi sentral yang ia mainkan secara sporadis di Real Madrid Castilla.

Jese Rodriguez

3. Martin Odegaard (17, gelandang serang)

Setahun yang lalu, Real Madrid mengalahkan banyak klub besar Eropa untuk tanda tangan pemain yang merevolusi lanskap sepakbola di usia 16 tahun. Meski masih muda, Odegaard telah tampil hebat di Tippeligaen (Liga Norwegia) ketika Los Blancos menghubunginya, tampil jauh lebih hebat daripada pemain-pemain yang berusia dua kali lipat darinya dengan teknik ala Brasil dan visi yang hebat.

Sejak itu, segalanya tidak berjalan cukup baik bagi Odegaard. Tahun pertamanya di divisi tiga Spanyol yang sulit diisi dengan penampilan inkonsisten, dan pemain Norwegia ini benar-benar menunjukkan kesulitannya sebagai seorang anak di negara yang asing.

Namun rencana Madrid untuk Odegaard memang untuk jangka panjang. Jika Castilla promosi ke Segunda Division, pemain muda ini akan bisa belajar di lingkungan yang lebih seimbang, dan jika ia bisa menghadapinya, beraksi di tim utama hanyalah masalah waktu. Dengan tidak adanya pemain baru bisa diboyong Madrid pada musim panas nanti, kesempatan untuk pemain-pemain tim B sepertinya akan hadir, terutama di Copa del Rey. Bisakah Odegaard memastikan ia adalah salah satu di antaranya?

4. Lucas Silva (22, gelandang bertahan)

Bukan rahasia lagi jika lini tengah Real Madrid kurang seimbang. Meski Zidane memiliki banyak pemain No. 10 yang bagus, sang pelatih tak punya pemain yang cocok untuk posisi dalam, situasi yang mirip yang ia rasakan sebagai pemain ketika Claude Makelele dijual.

Sang pelatih harus mencoba untuk menghadapi masalah ini tanpa bursa transfer musim panas, jadi musim depan akan jadi waktu yang sempurna untuk para gelandang bertahan yang sudah menjadi milik Madrid untuk merebut posisi utama. Lucas Silva adalah salah satunya. Direkrut pada Januari 2015, pemain Brasil ini dipinjamkan ke Marseille musim ini untuk mendapatkan pengalaman tim utama yang ia perlukan, dan akan kembali ke klub utamanya pada akhir musim nanti.

Lucas Silva

Saat ini, kariernya tak begitu mulus. Hanya dimainkan beberapa kali sejak November, Lucas perlu meningkatkan performanya secara signifikan jika ia ingin memanfaatkan peluang langka di musim panas nanti.

5. Nacho Fernandez (26, bek tengah)

Pada musim 2016/17 dimulai nanti, duet bek tengah Real Madrid, Sergio Ramos dan Pepe, akan berusia rata-rata 32 tahun. Dengan nama pertama rentan cedera sementara nama kedua sudah kehilangan kecepatannya, situasi ini tidaklah pas untuk klub yang ingin memenangkan segalanya.

Pemain yang dalam posisi terbaik untuk merebut posisi starter dari salah satu pemain di atas adalah Raphael Varane, tetapi jikapun Varane melakukannya, Madrid masih memerlukan cadangan yang bisa diandalkan di posisi ini. Di sinilah peran Nacho. Meski terlihat seperti seorang bek yang kompeten dan fokus ketika ia dimasukkan ke tim utama Real Madrid, pemain internasional Spanyol ini belum mampu mengambil peran sebagai pemain reguler di skuat saat ini. Hukuman embargo transfer bisa membantunya mengubah hal itu.  

6. Casemiro (23, gelandang bertahan)

Bahkan dengan standar pemain Real Madrid, karier Casemiro dalam beberapa tahun terakhir seperti roller-coaster. Bergantung pada keputusan-keputusan aneh presidennya, ia seperti maju-mundur: dari hampir merasakan kemajuan karier yang luar biasa dengan tim utama menjadi pemain yang tak dianggap.

Meski membuat beberapa penampilan yang menonjol sebagai pengganti di akhir musim 2013/14, ia kemudian dibuang dan dipinjamkan ke FC Porto pada musim panas. Tetapi penampilan bagus di Portugal membuat Madrid menariknya kembali, dan awal era Rafa Benitez ia tampil konstan, menjadi starter dalam delapan pertandingan beruntun antara September dan Oktober 2015.

Namun meski Rafa punya kecintaan atas dirinya, sang pelatih pada akhirnya tunduk pada tekanan presiden dan tak memakainya di El Clasico. Mungkin bukan kebetulan jika Madrid kebobolan empat gol di laga tersebut.

Sekarang Casemiro kembali menemukan dirinya di posisi menjadi satu-satunya gelandang bertahan murni di skuat Real Madrid  dan, tak seperti Lucas, ia telah membuktikan dirinya di level tertinggi musim ini. Akankah Zidane, yang tak bisa merekrut pemain alternatif, memberikannya kesempatan lagi untuk membuktikan diri?

7. Lucas Vazquez (24, pemain sayap)

Seperti banyak produk akademi Real Madrid lainnya, Vazquez harus meninggalkan klub untuk mengembangkan namanya sebagai seorang pemain. Hasilnya adalah karier yang menonjol di 2014/15 bersama Espanyol, yang cukup untuk membuat Benitez memintanya kembali ke Bernabeu musim ini.

Pemain Galicia ini lebih dari sekadar kompeten ketika diberikan kesempatan, dan sanksi tranfer membuat kesempatan itu mungkin akan lebih banyak lagi. Lucas bisa menjadi back-up yang pas untuk Gareth Bale di posisi sayap kanan.

Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.com • Artikel lainnya mengenai Real Madrid