Akhirnya Arsene Wenger Lelah Jadi Pecundang

Kemenangan Arsenal atas Chelsea di ajang Community Shield tidak terlepas dari kejeniusan seorang Arsene Wenger. Ekky Rezky dari FourFourTwo Indonesia menjelaskan kenapa pelatih asal Perancis tersebut akhirnya meraih kemenangan dari the special one...

Jose Mourinho bukanlah seseorang yang bisa bereaksi dengan baik saat menghadapi kekalahan, dan karena itulah komentarnya yang bernada menyindir pasca kekalahan Chelsea dari Arsenal di Community Shield 2015 bukanlah hal yang mengejutkan. Namun bukan berarti komentar-komentar negatifnya selalu salah. Malam tadi (3/8/2015), dua komentarnya ternyata ada benarnya: soal rumput Wembley yang dalam kondisi buruk dan Arsenal yang bermain defensif di babak kedua.
 
Terkait rumput, FA sendiri sudah mengakui bahwa kondisinya memang belum ideal karena rumput Wembley baru diperbaiki setelah di sepanjang musim panas ini digunakan untuk berbagai kegiatan non sepak bola, termasuk konser musik. Tetapi yang lebih penting, dan lebih menarik, adalah soal keputusan Arsene Wenger untuk memainkan timnya lebih bertahan di babak kedua. Arsenal akhirnya mendengarkan para pengritiknya dan kini tak malu untuk menggunakan pendekatan pragmatis untuk meraih kemenangan.
 
Wenger boleh saja menyanggah anggapan bahwa ia membuang semangat idealisnya dan lebih menerima pendekatan pragmatis, tetapi fakta di lapangan memperlihatkan hal itu. Setelah mencetak gol lewat Alex Oxlade-Chamberlain di babak pertama, Arsenal bermain lebih hati-hati di babak kedua, dengan memainkan dua lapis pertahanan di depan gawang saat Chelsea melakukan serangan. 
 

Satu gol dari pemain muda Inggris ini, sudah membawa Arsenal juara "Treble" pra-musim

Pendekatan bertahan ini sebelumnya diharamkan oleh Wenger, dan menjadi bahan serangannya ketika mencela Jose Mourinho dan Chelsea-nya di paruh kedua musim lalu. Arsenal memang bermain dengan gaya yang berbeda. Selain soal pertahanan yang lebih dalam ketika diperlukan, Aaron Ramsey dkk. juga bermain lebih direct dengan melakukan umpan-umpan langsung ke pemain depan. Lancarnya serangan yang mereka lakukan tak lepas dari buruknya duet Ramires-Nemanja Matic sebagai penghenti serangan lawan. Ini membuat Arsenal beberapa kali leluasa memainkan umpan-umpan cepat ke depan, dan imbasnya, peluang yang mereka dapatkan pun jadi lebih banyak ketimbang lawannya dari London Barat.
 
Dengan bola-bola yang langsung dialirkan ke depan dan pertahanan yang lebih rapat dari biasanya, Arsenal seolah membuktikan bahwa mereka mendengarkan kritik-kritik yang sebelumnya datang. Bukan rahasia lagi, selama bertahun-tahun sebelumnya The Gunners memang dikenal keras kepala dengan permainan menyerang nan cantik yang coba selalu diaplikasikan. Bagaimanapun kondisinya, siapapun lawannya. Tetapi setelah pertandingan semalam, pertanyaaan pun muncul: apakah Arsene Wenger sudah tidak keras kepala lagi dan mulai mau menggunakan pendekatan yang lebih pragmatis demi meraih kesuksesan?
 

Akhirnya Mourinho bisa dikalahkan oleh Arsene Wenger

Jika jawabannya ya, maka Chelsea dan Jose Mourinho perlu hati-hati. Arsenal bisa menjadi rival terberat mereka dalam perebutan gelar juara liga musim ini. Tim Arsenal yang saat ini memang berbeda dengan tim Arsenal beberapa tahun sebelumnya. Kini, skuat asuhan Wenger sudah semakin matang, dan tidak adanya penjualan pemain-pemain bintang besar seperti yang terjadi di masa lalu membuat tidak banyak perombakan tim yang harus dilakukan oleh Wenger.
 
Sebagian besar pemain kunci sudah bermain bersama selama dua musim penuh, sehingga soliditas tim juga terjaga. Beberapa kelemahan mereka pun sudah diobati, termasuk posisi penjaga gawang yang tak pernah diisi oleh pemain yang mumpuni sejak Jens Lehmann. Dengan tim yang seperti ini, Arsenal semestinya memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi juara daripada tahun-tahun sebelumnya. Ditambah dengan pendekatan yang lebih pragmatis seperti yang ditunjukkan di Wembley kemarin, semestinya The Gunners bisa mengakhiri puasa gelar juara liga yang telah berlangsung sejak 2004 secepatnya.
 
Para fans Arsenal boleh berharap hal itu benar-benar akan dilakukan oleh Arsenal mulai musim 2014/15 ini. Melihat pertandingan semalam, ada perasaan bahwa Wenger sudah lelah menjadi pecundang, dan karena itu idealismenya pun sedikit ia lupakan. Mengalahkan Jose Mourinho untuk pertama kalinya dalam 11 tahun dan 14 pertemuan hanyalah awalan. Podium juara, semestinya, adalah target utama Wenger.
 

Super Wenger...