Akhirnya Arsene Wenger Tak Pelit Lagi!

Arsene Wenger memang pernah membiarkan Arsenal keluar banyak uang dengan membeli Mesut Ozil dan Alexis Sanchez. Tetapi kali ini, kasusnya berbeda, tulis Ranaditya Alief...

Berita pergerakan Arsenal di bursa transfer musim panas kali ini membuat saya mencubit pipi. Setelah Granit Xhaka datang dengan label harga £33 juta, kini dikabarkan bahwa Jamie Vardy sudah setuju untuk pindah ke Emirates dengan nilai takaran £20 juta. 

Iya Gooners, ini bukan mimpi: Arsene Wenger kini tak pelit lagi.

Perlu digarisbawahi bahwa pelit di sini adalah ketidakmauan untuk membeli pemain di atas valuasi, alias overpaying

Mungkin Anda akan membantah pernyataan barusan dengan mencontohkan pembelian Mesut Ozil pada tahun 2013 serta Alexis Sanchez semusim setelahnya sebagai bukti bahwa Wenger sudah pernah belanja jor-joran. Karena itu, perlu digarisbawahi bahwa pelit di sini adalah ketidakmauan untuk membeli pemain di atas valuasi, alias overpaying.

Begini, £40 juta untuk Ozil adalah angka yang besar, begitu juga £32 juta untuk Sanchez. Tapi nominal sebesar itu adalah angka yang sepadan dengan kemampuan dan prestasi keduanya. Lain halnya dengan £33 juta yang digelontorkan untuk Xhaka. Meski harga tersebut dipengaruhi release clause kontraknya di Borussia Moenchengladbach, di masa lampau rasanya mustahil pemain selevel Xhaka dihargai Wenger £1 juta lebih mahal dari seorang Alexis Sanchez.

Pantaskah Xhaka dihargai £1 juta lebih mahal daripada Alexis Sanchez?

Saya tidak tahu apakah Arsene Wenger mendengarkan lirik reff “Money On My Mind”-nya Sam Smith, namun sepertinya uang sudah tidak lagi menjadi prioritas pelatih yang dikenal sebagai ekonom tersebut.

Saya tidak tahu apakah Arsene Wenger mendengarkan lirik reff “Money On My Mind”-nya Sam Smith, namun sepertinya uang sudah tidak lagi menjadi prioritas pelatih yang dikenal sebagai ekonom tersebut

Alhasil sekarang yang penting adalah kebutuhan; keuangan belakangan. Butuh gelandang bertahan; sikat salah satu pemain tengah muda terbaik Bundesliga. Butuh penyerang; comot top skorer tim juara Premier League. Tak peduli asal usulnya, tak peduli harganya berapa.

Toh, Wenger memang mendapatkan dana transfer yang besar berkat meningkatnya keuntungan Arsenal dari hak siar televisi. Dan, toh, ia pun sudah terang-terangan menyatakan bahwa Arsenal akan menggunakan banjir uang dari hak siar televisi ini untuk membeli pemain, bukan untuk memberi subsidi tiket murah kepada para suporter.

Terkait apakah Xhaka, Vardy, dan siapa pun bek tengah yang nantinya didatangkan akan sukses atau jeblok, hanya waktu yang bisa menjawabnya. Xhaka bisa saja malah membawa keahliannya untuk mendapatkan banyak kartu merah di Jerman ke jenjang lebih tinggi di kompetisi sekeras Premier League. Vardy bisa saja jadi one hit wonder sekaligus titisan Francis Jeffers.

Namun kelihatannya segala kemungkinan negatif ini sudah tidak menjadi persoalan bagi Wenger. Nampaknya akhirnya ia sadar bahwa rugi akibat transfer flop masih lebih baik daripada dicemooh karena lagi-lagi gagal menjuarai liga.

Dan seharusnya memang begitu, karena dari segi keuangan, tak masalah bagi Arsenal untuk menanggung sedikit kerugian, apalagi setelah menjadi klub yang paling banyak meraup pemasukan dari Premier League musim lalu. Rasanya juga fans Arsenal tidak akan terlalu peduli soal untung-rugi selama gelar juara bisa diboyong kembali ke London Utara.

Karena itu, mari kita nantikan apakah kerugian dari segi nilai bisa berbuah keuntungan dari segi hasil. Satu hal yang pasti, kini Wenger tak lagi bisa beralasan kalah kemampuan belanja