Apa Itu Double-Double?

Apa itu double-double? Erie Wicaksono mencoba menjelaskan hal itu di sini...

Istilah double-double lebih sering terdengar dalam olah raga basket, keadaan dimana seorang pemain mampu lakukan dua kategori dengan minimum masing-masing sepuluh. Apakah itu gabungan antara poin dan steal, steal dan rebound tapi jangan masukan foul. Belum sampe sepuluh keluar lapangan wajib jadi tujuan berikutnya.

Kini istilah tersebut bisa masuk dalam sepak bola, fokus pada torehan gol dan assist lima pemain terbaik dari top liga Eropa buktikan kalau peran mereka tak bisa dikesampingkan. Premier League katanya miliki titel terbaik malah tak bisa mewakili satupun pemain baik dari tanah asli ataupun kiriman dari luar.

Serie A diam-diam bisa mengirimkan wakil untuk menggenapi kumpulan lima pemain dengan kontribusi tinggi bagi tim masing-masing. Sementara sisanya dibagi rata untuk La Liga dan Bundesliga.

Pemain terbaik dunia tahun kemarin Cristiano Ronaldo serta salah satu pesaingnya Lionel Messi masih terlalu tangguh dibanding nama-nama yang masuk daftar resmi penyelenggara La Liga. Keduanya juga menempati urutan satu-dua dalam daftar. Andalan publik Santiago Bernabeu sudah bukukan 39 gol serta 14 assist sejauh musim ini berjalan. Menguntit dengan setia seperti saat perburuan Ballon d' Or kapten tim nasional Argentina catat 35 serta 16 assists.

Sayang urutan ini berbanding terbalik dengan klasemen sementara liga, coba ambil alih titel dari Atletico Madrid, Blaugrana asik duduk paling atas.

Memiliki postur tinggi besar atau kecil nan lincah bisa menguntungkan seorang pemain untuk bisa kumpulkan gol. Itu semua tak ada jika melihat Thomas Muller, tidak ada bedanya dengan papan tripleks namanya jadi kandidat paling kuat untuk menggeser Miroslav Klose sebagai pencetak gol paling banyak Piala Dunia.

Untuk level klub sudah lama jadi bagian Bayern Muenchen, Robert Lewandowski harus bersaing ketat menarik perhatian Pep Guardiola. Hingga coretan ini dibuat 13 gol sudah dibuat sementara assists berbeda tiga saja. Wakil satu lagi dari kompetisi ini adalah Kevin De Bruyne, gelandang kreatif membela Wolfsburg paling banyak (diantara lima pemain dalam daftar) kirimkan umpan terakhir sebelum berbuah gol. 17 sudah ia buat ketika rekannya bukan dalam posisi menguntungkan maka saatnya membuat gol, untuk aksi ini 10 kali pemain internasional Belgia buat kiper memungut bola dari dalam gawang.

Kedua Pemain Ini Berada Pada Posisi Tiga Dan Akhir.

Menyeruak diantara wakil Bundesliga adalah Paulo Dybala. Hot properti asal Serie A berhasil menggenapkan daftar ini. Bermain untuk daerah mafia keras, Sicilia dirinya sukses membuktikan bahwa gerak Tango mampu berbuat banyak di tanah catenaccio. Kelincahannya sudah terbukti dengan 10 assists serta 13 gol. Sama dengan apa yang sudah dilakukan oleh Muller bagi FC Hollywood.

Masih belia dan berkemampuan tingkat tinggi sudah cukup bagi klub-klub besar Eropa tak ketinggalan dalam negeri untuk meminang Dybala. Dari kumpulan pemain ini juga hanya dirinyalah yang paling mungkin berganti seragam pada awal musim mendatang.

Absen kontestan Premier League sudah saatnya mempertanyakan kualitas para pemainnya tak harus sampai ke tim nasional yang sudah entah berapa lama absen ayunkan tangan di trofi level internasional.