Apa yang Akan Borussia Dortmund Lakukan Sekarang?

Tepat tiga tahun yang lalu, FFT melihat di balik layar Borussia Dortmund untuk melihat bagaimana salah satu klub paling hip di dunia ini dijalankan. Banyak yang telah terjadi sejak itu, termasuk membuka kantor di Singapura dan kunjungan ke Asia. Jadi, kami mengunjungi mereka lagi...

Ada hal-hal yang hanya bisa dilihat Thomas Tuchel. Pelatih Borussia Dortmund ini, yang dipilih oleh klub untuk menggantikan pelatih ikonik dan masih sangat populer, Jürgen Klopp, berdiri di atas tim barunya, menonton latihan dari sebuah alat pengangkat (cherry picker) yang mengangkatnya ke atas.

Di atas lapangan, di bawah pengawasan Tuchel dan sorotan matahari, para pemain berlatih. Pelatih mereka bukan satu-satunya yang menyaksikan mereka secara serius. Sekitar 30 fans menonton latihan dari pinggir lapangan, menunggu sesi latihan berakhir sehingga mereka bisa mendapatkan tanda tangan atau berbicara sebentar dengan beberapa pemain.  

Awalnya, dan selain mesin pengungkit itu, segalanya terlihat, terdengar, dan terasa sangat familiar. Rasanya juga seperti ini ketika, hampir tepat tiga tahun yang lalu, FourFourTwo pertama kali melakukan perjalanan dengan Dortmund ke pemusatan latihan musim dingin mereka untuk melakukan pencarian data untuk artikel utama kami yang cukup memunculkan kehebohan. Tidak ada klub Jerman yang pernah membintangi sampul depan majalah kami sebelumnya dan kebanyakan orang mengira Bayern Munich lah yang akan menjadi tim yang mematahkan hal tersebut.

Tetapi ada hal yang berbeda tentang Borussia pada awal 2013 itu. Hal yang bisa Anda rasakan selama pemusatan latihan. Intensitas pelatih, antusiasme para pemain, dan kecintaan yang begitu nyata dari fans berkombinasi untuk menciptakan kesan sebuah klub yang akan sangat sukses.

Beberapa bulan kemudian, Borussia memupuskan harapan Real Madrid dan lolos ke final Liga Champions – dan tiba-tiba mereka memunculkan imajinasi hebat di seluruh benua. Ini jelas terasa di Inggris Raya, di mana banyak orang menjadikan tim asuhan Klopp tersebut sebagai tim kedua mereka. Dalam beberapa kasus, bahkan menjadikannya tim pertama mereka. Pada Oktober 2014, BBC melaporkan bahwa Dortmund kini “memiliki lebih dari 1.000 fans yang datang dari Inggris ke setiap pertandingan kandang ".

Dortmund memiliki hubungan yang spesial dengan fans mereka

Itu adalah jumlah yang luar biasa, bahkan jika Anda menimbang juga stadion Borussia yang memang luar biasa besar dan fakta bahwa klub ini adalah, sebagaimana disebutkan oleh majalah spesialis Sports Venue 2016 pada Desember, tim olahraga kedua yang paling didukung di seluruh dunia (hanya tim NFL, Dallas Cowboys, yang mampu mengumpulkan rata-rata jumlah penonton lebih besar). Itu adalah sebuah kebenaran dan, sejak FFT terakhir kali bekerja sama dengan tim berseragam kuning ini, Dortmund telah menjadi salah satu merek sepakbola paling dikenal di dunia – tanpa memenangkan sesuatu yang begitu besar. Itu adalah sebuah pencapaian yang hebat dan membuat kami kembali untuk mencari tahu apa yang telah terjadi selama tiga tahun itu. Dan mengapa itu terjadi.

Awalnya, Dortmund terlihat seperti klub yang sama seperti di masa Klopp. Tetapi lihatlah lebih dekat dan Anda akan menyadari bahwa hampir tidak ada yang sama. Pertama, penggunaan alat pengungkit untuk pelatih melihat latihan dari atas tidak pernah digunakan Klopp untuk mengawasi latihan umpan timnya yang intens, ketika suara nafas para pemain yang terengah-engah ditimpali dengan teriakan instruksi dan suara dukungan dari pinggir lapangan.

Kami memainkan sepakbola yang indah. Semua orang jatuh cinta pada apa yang kami lakukan di atas lapangan

- Henrikh Mkhitaryan

Para pemain malah mengumpan bola dengan begitu cepat sehingga Anda bisa dengan mudah tak tahu bola ke mana dana pa yang terjadi. Mereka melakukannya di area sekitar seperempat ukuran lapangan resmi. Karena skuat dibagi menjadi tiga tim berbeda, pemain yang menguasai bola tidak pernah tahu dari mana tekel akan datang dan hampir tak punya waktu untuk memilih rekan setim di antara pemain-pemain yang terus bergerak.

Itu adalah latihan penguasan bola. Latihan Thomas Tuchel. “Kami mengubah gaya kami ketika pelatih baru datang,” kata bek kiri Marcel Schmelzer kepada FourFourTwo hari berikutnya. Ia bergabung dengan klub 10 tahun yang lalu sebagai pemain berusia 17 tahun dan merupakan salah satu pahlawan Klopp yang kurang dikenal. “Kami sekarang lebih sering menguasai bola dan lebih lama,” jelas Schmelzer.

"Kami sangat menekan tim lain sehingga mereka sering mundur ke belakang dan menutup ruang di area penalti mereka. Dalam sesi latihan seperti ini, kami berusaha untuk menemukan solusi atas situasi seperti itu."

LIHAT JUGA: Ingin melihat foto-foto di balik layar sesi latihan Dortmund di Dubai (seperti di bawah ini)? Klik di sini!

BACA TERUS: Untuk mengetahui lebih jauh soal Tuchel, Pep Guardiola, dan para bintang besar BVB

Pages