Apakah Indonesia Siap Bermain di Piala AFF 2016?

Dengan persiapan yang minim, serta keterbatasan materi yang dihadapi, Indonesia dipastikan harus berjuang ekstra keras untuk, minimal, lolos dari fase penyisihan grup Piala AFF 2016. Namun, timnas kita benar-benar siap untuk berlaga di Manila, November nanti? Evans Simon mencoba membahasnya dalam artikel ini...

Skuat asuhan pelatih Alfred Riedl mendapatkan 'kehormatan' untuk tampil di partai pembuka putaran final Piala AFF 2016 dengan menghadapi juara bertahan Thailand di Stadion Olahraga Filipina pada 19 November mendatang. Disusul dengan laga melawan tuan rumah pada 22 November, dan terakhir melawan Singapura tiga hari setelahnya.

Riedl beserta staf jelas kesulitan dalam meramu tim terbaik. Dirinya baru ditunjuk menjadi pelatih sekitar bulan Juli lalu. Hal ini diperparah dengan pembatasan jumlah pemain dari sebuah klub yang boleh ia panggil ke dalam skuat (dua pemain).

"Kebijakan yang kami hadapi ini memang menjadi masalah. Ini menyulitkan kami, karena ketika kami ingin pemain A, kami tak bisa memanggilnya karena kami sudah mendapat pemain B dan C dari klub yang sama," ujar pria asal Austria tersebut saat diwawancarai.

"Kami menghadapi masalah ini, menantang, dan berharap kami masih bisa menjalani turnamen yang baik. Namun masalahnya sekarang makin banyak klub yang kurang mendukung kami. Mereka ingin menjaga kondisi pemain andalannya dan berbagai alasan lainnya," tambah dirinya.

Riedl bahkan terkesan sangat realistis. Ia enggan sesumbar mengenai target Garuda di kompetisi nanti.

“Sejauh mana kami akan melangkah? Kita akan lihat besok. Jika masih jauh dari harapan, maka kami akan berbenah sehingga kami bisa meraih sesuatu di Piala AFF,” jelasnya.

Ini menyulitkan kami, karena ketika kami ingin pemain A, kami tak bisa memanggilnya karena kami sudah mendapat pemain B dan C dari klub yang sama

- Alfred Riedl

Tentu bukan tanpa alasan Riedl, sebagai sosok yang nantinya akan bertanggung jawab atas hasil di Piala AFF, memilih ‘bermain aman’. Ia tahu bahwa ketiga lawan di fase penyisihan grup memiliki waktu persiapan yang lebih panjang dan (yang penting) tanpa mendapatkan gangguan berupa sanksi dan pembatasan pemain.

Thailand merupakan satu-satunya tim ASEAN yang berhasil menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2018. Kendati belum meraih satu pun kemenangan dari tiga pertandingan yang sudah dijalani, mereka memiliki pengalaman bersaing dengan tim-tim kuat Asia, seperti Jepang dan Arab Saudi. Sebuah hal mahal yang bahkan kita pun belum tentu mampu membelinya (lebih karena tim lawan tak ingin buang-buang waktu bermain lawan kita).

Irfan Bachdim, Boaz Solossa, Andik Vermansah

Trio serangan Indonesia yang bisa memusingkan lawan-lawannya dengan kecepatannya

Lalu ada Filipina, walaupun mengalami kekalahan di dua pertandingan uji coba mereka, tetap saja mereka telah melakukan pemusatan latihan dalam jangka waktu yang lama. Dan sebagai tuan rumah, tentu mereka tidak ingin kehilangan muka di depan pendukungnya sendiri. Mereka juga masih mempertahankan skuat yang mayoritas sama seperti ketika mereka menembus babak semifinal Piala AFF 2014. Kekuatan mereka menjadi salah satu yang paling diperhitungkan di kompetisi nanti.

Sementara, Singapura mungkin terkesan adem-ayem, namun mereka  memang selalu terlihat demikian dan terbukti sudah berhasil mengoleksi empat trofi sejauh ini. Memandang mereka dengan sebelah mata atau melupakan mereka sama saja dengan persiapan bunuh diri. 

Tim nasional Singapura

Persiapan Singapura yang tenang membuat Indonesia harus sedikit cemas dan berhati-hati