Arthur Irawan: Harapan Indonesia di Masa Depan

Salah satu mutiara Indonesia yang sedang merantau di benua biru...

Cerita 60 detik

Bisa bermain di luar negeri apalagi di Eropa merupakan suatu kesempatan sekaligus pengalaman berharga bagi pemain dari kawasan selain benua Biru termasuk Indonesia. Menimba ilmu di kiblat sepak bola jadi nilai tambah sendiri oleh karenanya banyak berlomba untuk kesana.

Arthur Irawan menjadi salah satu pemain yang beruntung bisa meraskan hal tersebut. Naiknya nama Spanyol semenjak menjadi jawara Piala Eropa 2008 langsung menjadi pilihan bagi pemain kelahiran Surabaya. Tahun 2012 jadi awal baginya untuk meniti karir profesional dengan bergabung bersama Espanyol B.

Berposisi sebagai pemain belakang ada tempat lain yang bisa ia tempati saat mendapat instruksi dari pelatih. Cerita petualangan di tanah orang membuat ia mendapatkan panggilan dari dalam negeri guna berpartisipasi di ajang AFF Suzuki Cup 2012. Pelatih saat itu Nil Maizar hendak memberikan tempat namun pada seleksi paling belakang namanya gagal menembus 22 pemain ke Malaysia, Raphael Maitimo menggantikan Arthur jadi pemain mengenakan sebragam kebanggaan tim nasional dengan Garuda di dada.

Arthur bersama Ellie dan BP saat membela timnas Indonesia

Siapa Arthur?

Arthur lahir di ibu kota Jawa Timur, Surabaya. Masa kecilnya sama dengan kebanyakan anak laki-laki lain yakni diisi dengan bermain bola sampai ketika ia di Jakarta. Sempat mendapat tawaran dari klub besar Eropa di usia belia yaitu 8 tahun, keluarga lebih memilih untuk mengedepankan pendidikan bagi Arthur.

Sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Espanyol B. Dirinya juga sempat mendapatkan trial di Manchester United bersama pemain muda lainnya yang telah masuk ke tim utama United saat ini seperti, Tyler Blackett, James Wilson dan Paddy McNair, tetapi karena terkendala permasalahan ijin kerja, Arthur tidak bisa mengikuti jejak rekan-rekannya tersebut untuk menembus tim utama the Red Devils. 

Saya masih memiliki nomor-nomor para pemain muda United yang seangkatan dengan saya, kadang saya juga masih berhubungan via Whatsapp dengan Blackett.

- Arthur Irawan saat kami wawancara bulan Mei 2015

Tidak bisa bergabung dengan Manchester United, tidak membuat Arthur putus asa, dirinya mendapatkan tawaran dari tetangga Barcelona, Espanyol untuk menimba ilmu. Selanjutnya dirinya sempat merasakan ganti seragam pada 2014 masih di negeri Matador yakni Malaga B.

Puas merasakan keras dan ketatnya persaingan disana ia berpindah ke Waasland-Beveren yang bermain di Belgian Pro-League. Harapan tampil pada tim senior tercapai ketika menghadapi KV Mechelen, sayang Waasland harus takluk 1-2. Arthur masih berjuang kendati sempat menderita cedera memaksa ia menepi selama 5 bulan. Tidak melemahkan semangat juang untuk terus menembus skuat inti Waasland. Segala bentuk menu latihan dimakan karena tahu ini adalah jalan guna mencapai apa selama ini diimpikan. Dirinya mendapatkan nomor punggung 33.

Kala masih membela Espanyol B

Kelebihan

Seperti sudah disebutkan sebelumnya bagaimana perjalanan karir Arthur di Eropa, oleh karenanya apa ditampilkan olehnya sangat berbeda dari para pemain Indonesia lainnya. Didikan dan ilmu Eropanya terlihat jelas ketika ia berada di lapangan ketimbang rekan-rekan semasa jalani latihan guna AFF 2012.

Pre-season itu penting bagi para pemain, karena bisa mengambalikan kebugaran kita. Saat pertama bergabung dengan Waasland, saya tidak menjalani pre-season, dan agak kesulitan. Sekarang saya optimis bisa menembus tim utama karena saya mengikuti pre-season sejak awal.

- Arthur Irawan saat kami wawancara bulan Mei 2015

Mampu bermain di berbagai posisi jelas jadi keuntungan lain baginya. Posisi naturalnya adalah sebagai full back kanan. Dirinya senang mengenakan nomor punggung 33, kecepatan milik Arthur patat mendapat perhatian khusus. Satu lagi kemampuannya adalah bisa mengoper bola dengan sangat baik, mungkin karena darah tiki-taka mengalir selama menempa ilmu di Spanyol.

Kemampuan menggiring bolanya juga sudah jempolan, berbagai tehnik dasar terus diasah selama di Eropa dan bisa dilihat perbedaannya dengan pemain lulus dari tanah lokal.

Kelemahan

Sebagai pemain belakang, dirinya memang tidak terlalu dituntut untuk bisa melepaskan tembakan akurat ke arah gawang. Namun karena Arthur sering beroperasi dari sisi lapangan tidak menutup kemungkinan ada waktu dimana dia berhasil masuk ke dalam kotak penalti lawan, dan kesempatan untuk mencatatkan namanya di papan skor semakin terbuka lebar.

Arthur menyatakan dirinya siap untuk kembali membela timnas apabila kembali dipanggil

Kapabilitas fisik sempat mendapat ujian dengan cedera yang menimpanya. Agar tidak mudah kehilangan bola tiap kali tengah menguasainya, setidaknya dengan modal fisik kuat bisa menghadang gencatan pemain lawan yang terjadi di lapangan.

Mungkin setelah berhasil di Belgia, dirinya bisa bertualang ke Italia sebagai kampungnya lini pertahanan. Belajar langsung dari ahlinya bukan berarti harus berganti permainan menjadi lebih bertahan namun full back modern juga harus bisa naik dan turun sama baiknya sepanjang pertandingan, contohnya seperti, Jordi Alba, Ashley Cole atau Luke Shaw.

Selanjutnya Bagi Arthur?

Dirinya harus fokus menembus skuat inti Waasland. Tampil reguler di liga profesional Belgia maka sudah bisa menaikan standar permainan dirinya secara otomatis. Terus mengembangkan diri serta menyerap habis ilmu sampai tidak ada lagi tersisa selama masih bisa bersaing bersama pemain-pemain lain di tanahnya sepak bola.

Sembari menerima panggilan dari tim nasional, ketika masih sulit lakukan pertandingan internasional karena sanksi dari FIFA maka kesempatan terbuka lebar bagi Arthur dengan mengasah dirinya agar kemampuannya lebih tinggi lagi, sehingga nanti ketika semua hukuman dicabut tempatnya tidak hilang lagi ketika ia gagal masuk skuat AFF 2012.

Bisakah Arthur menembus skuat utama Waasland?