Bagaimana Barça Terus Berevolusi dan Mendominasi Eropa

Tim asuhan Luis Enrique ini kini selangkah lagi menuju perempat final berkat kemenangan leg pertama mereka atas Arsenal, yang memberikan contoh lain dari perkembangan sang juara Spanyol ini…  

Dalam konferensi pers pasca kekalahan 2-0 Arsenal dari Barcelona, bos The Gunners, Arsene Wenger, frustasi dengan cara timnya kebobolan gol pembuka di Emirates Stadium.

“Kami kebobolan di periode ketika kami terlihat lebih baik," kata Wenger. "Kami kebobolan dengan cara yang kami sudah ketahui."

“Kecewa rasanya memberikan mereka gol seperti gol pertama itu; kami salah dan tidak ada alasan untuk itu... kami tahu kami tak boleh memberikan mereka gol lewat serangan balik; itulah saat mereka paling berbahaya.”

Itu adalah penilaian yang, tak seperti biasanya, sangat jujur dari seorang pelatih yang sering menolak berbicara tentang insiden-insiden tertentu dan kesalahan defensif - tetapi kalimat terakhirnya terutama sangat penting karena membicarakan gaya permainan Barcelona.

Arsene Wenger

Bermain melebar

Perubahan kedua yang juga penting adalah bagaimana Barça menggunakan penguasaan bola dan tendensi mereka untuk fokus memberikan bola ke sisi lapangan

Sebelumnya, tim asal Catalan tersebut adalah tim yang murni mendewakan penguasan bola, dengan gelandang inspirasional mereka, Xavi, sering sengaja melambatkan permainan, dan membiarkan lawan kembali ke posisi mereka sebelum menghancurkan mereka pelan-pelan.

Tapi itu baru perubahan signifikan pertama dari gaya Barcelona bersama Luis Enrique. Perubahan kedua yang juga penting adalah bagaimana Barça menggunakan penguasaan bola dan tendensi mereka untuk fokus memberikan bola ke sisi lapangan.

Luis Enrique

Karena Pep Guardiola memprioritaskan dominasi tengah lapangan, Barcelona kerap menumpuk banyak pemain di zona tersebut, dan umpan-umpan mereka biasanya mengalir ke tengah lapangan. Sekarang, mereka lebih melebar.

Pola umpan-umpan Barcelona dari lini belakang secara efektif menunjukkan hal tersebut, ketika umpan-umpan yang dilakukan dari setiap pemain. Misalnya, lihat distribusi bola dari bek tengah di sisi kiri, Javier Mascherano, yang sering memberikan bola ke bek kiri, Jordi Alba. Pola yang sama juga terlulang di sisi yang berlawanan: Gerard Pique sering berusaha memberikan umpan kepada Daniel Alves.

Ini memang tidak terlihat aneh, tetapi menarik untuk membandingkannya dengan situasi ketika Barcelona tampil di Emirates Stadium lima tahun yang lalu.

Ketika itu, umpan terbanyak Pique adalah kepada Eric Abidal, yang kerap memberikannya kepada Sergio Busquets, yang umumnya memberikan bola ke partnernya di lini tengah, Xavi, dan kemudian memberikannya kepada Alves. Bola bergerak dari Pique ke Alves melalui tiga pemain lain. Sekarang, mereka melakukannya secara langsung.