Bagaimana Benitez Berhasil Membuat Pertahanan Real Madrid Menjadi Yang Terbaik di Eropa

Mantan pelatih Liverpool ini telah memperbaiki masalah pertahanan Los blancos di bawah asuhan Carlo Ancelotti, kata Gregor MacGregor...

Rafa Benitez mungkin pelatih dengan badan besar dan catatan trofi yang cukup banyak, tetapi ia menikmati efek defensif yang bagus di Real Madrid musim ini. Entah apakah ini karena efek kebangkitan dari kehadiran pelatih baru (para pemain sangat ingin untuk tampil mengesankan dan alasan lainnya), tim ibukota Spanyol ini mencatatkan jumlah kebobolan lebih sedikit daripada musim lalu.

Sejauh ini Los Blancos baru kebobolan dua gol di La Liga dan belum kebobolan di Liga Champions (start musim terbaik mereka dalam lima tahun terakhir). Dan dalam pertemuan pertama dengan PSG musim ini, mereka sukses menahan lini depan tim Paris yang bagus tersebut di sebagian besar pertandingan, dan kurang beruntung tidak bisa memanfaatkannya.

Gambar-gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana bentuk pertahanan Real Madrid musim ini dan bagaimana Rafa mengatur timnya saat bermain tandang melawan tim besar Eropa lainnya.

1) Formasi 4-4-1-1

PSG vs Real Madrid

Pada awal pertandingan melawan PSG lalu, Madrid menggunakan formasi 4-4-1-1 dengan Cristiano Ronaldo sendirian di depan dan Isco berusaha untuk memanfaatkan ruang di antara lini tengah dan lini belakang PSG.

2) Ronaldo Terus Bergerak Bebas  

PSG vs Real Madrid

Keuntungan membuat superstar Portugal ini berada di depan adalah Benitez bisa menggunakan 10 pemain di belakangnya, yang lebih berfungsi untuk bertarung dengan tim-tim terbaik. Isco bisa turun ke belakang membantu lini tengah dan meninggalkan Ronaldo sendirian di depan untuk bersiap melancarkan serangan balik.

3) Marcelo Terlindungi

PSG vs Real Madrid

Sebagai konsekuensi mempunya bek kiri yang gemar menyerang seperti Marcelo, yang sering terjebak di depan dan tak dalam posisinya ketika tim diserang, ia bisa dilindungi dengan lebih baik. Di sini, ia berada di posisi yang terlalu maju, namun para pemain Madrid lainnya membuat sebuah blok tersendiri untuk membantunya.

4) Jese Turut Membantu

PSG vs Real Madrid Influence table

Dengan Ronaldo menjadi pemain No. 9 di laga ini, masuklah Jese, yang rajin turun ke belakang untuk membantu pertahanan – layaknya seorang pemain muda yang sangat ingin masuk dalam tim yang berisikan para pemain bintang ini. Ia membuat 7 ball recovery dalam laga tersebut – hanya kalah satu dari Verratti, yang mencatatkan ball recovery tertinggi di laga ini. Map Stats Zone yang memperlihatkan peran kunci pemain ini menunjukkan Marcelo dan Jese bermain dalam jarak berdekatan.

5) Lucas Vazquez Turun Ke Belakang

PSG vs Real Madrid

Hal yang sama pun dilakukan oleh pemain baru di tim senior Madrid, Lucas Vazquez, yang membantu melindungi Danilo di sisi kanan (ia membuat tekel terbanyak kedua di pertandingan ini dengan 6 tekel), sementara Toni Kroos sering melancarkan tekanan pada lawan dengan rasa aman karena tahu Casemiro akan menutup posisinya di tengah, di belakangnya.

6) Cheryshev Juga Turut Membantu Lini Belakang

PSG vs Real Madrid

Pada babak kedua, Madrid mengubah bentuk tim dengan pergantian pemain dilakukan. Jese ditarik keluar dan diganti oleh Dmitri Cheryshev, yang juga membantu menutup daerah di depan Marcelo. Dengan menggunakan dua pemain muda untuk melindungi para bek sayapnya, Rafa sepertinya menemukan cara untuk membuat para gelandangnya berlari lebih banyak.

7) Menggunakan Banyak Pemain di Belakang Bola

PSG vs Real Madrid

Low block yang klasik digunakan Madrid untuk menutup pertandingan, dengan semua pemain di belakang bola kecuali Ronaldo, yang memberikan tekanan jika bola memasuki areanya, tetapi selain itu lebih banyak bergantung pada servis dari lini tengah.

Meski kehilangan beberapa pemain karena cedera, bukanlah kejutan untuk melihat Real Madrid tetap menggunakan cara ini untuk laga tandang besar berikutnya di Liga Champions.

Baca artikel spesial ini setiap harinya hanya di FFT.com