Bagaimana Cara Menghentikan Barcelona: 5 Pelajaran dari Atletico Madrid untuk Menghentikan Trio MSN

Menyetop Messi, Suárez, dan Neymar jauh dari kata mudah, tetapi kubu Diego Simeone berhasil melakukannya pada Rabu malam pekan lalu. Thore Haugstad, dibantu dengan Stats Zone, berada di Camp Nou untuk mengobsvervasi pendekatan mereka...

Hanya sedikit tugas di sepak bola yang sama menakutkannya dengan menghentikan trio penyerang Barcelona yang gemilang di Camp Nou yang mengagumkan. Daya serang 'MSN' – Lionel Messi, Luis Suárez, dan Neymar – secara luas diperhitungkan sebagai salah satu trisula penyerang terbaik sepanjang masa, dan perlu diingat bahwa menjelang pertandingan tengah pekan lalu ini, mereka menghancurkan Celtic (7-0) dan Leganes (5-1), dan mencatakan total 10 gol di antara mereka.

Bagaimana cara untuk membuat talenta-talenta seperti ini tidak efektif? Panggil lah barisan pertahanan terbaik di dunia. Musim lalu, Atlético Madrid menyamai rekor pertahanan terbaik di La Liga dengan hanya kemasukan 18 gol, dan hanya tim asuhan Diego Simeone inilah satu-satunya yang berhasil menyingkirkan Barça di turnamen besar di era MSN. Faktanya, terakhir kali trio penyerang tersebut menjadi starter dalam sebuah laga kompetitif tanpa mencetak gol adalah ketika mereka kalah 2-0 di babak perempat final Liga Champions di Vicente Calderón April silam.

 
 

Apa yang disajikan oleh Atleti pada Rabu malam lalu adalah sebuah studi kasus tentang bagaimana cara menghentikan trisula ini. Selama 40 menit Atleti terlihat begitu dekat dengan kesempurnaan dalam bertahan, menjaga bentuk struktur mereka, melakukan tekanan secara efisien, dan melancarkan tekel dengan bersih. Kejatuhan besar mereka datang ketika Ivan Rakitic memaksimalkan sepak pojok Andres Iniesta satu menit kemudian, tetapi para penyerang – yang pastinya tidak terbantu juga dengan cederanya Messi menjelang menit ke-60 – tak bisa berbuat banyak di sepanjang laga.

Setelah pemain asal Argentina tersebut meninggalkan lapangan, sang tamu menyamakan kedudukan untuk memaksakan hasil imbang 1-1 yang istimewa. Meski terbantu dengan jumlah pemain mereka dalam bertahan, pencapaian mereka sangat dipengaruhi oleh ide strategis dan prinsip-prinsip bertahan yang bagus, yang dapat dipecah menjadi lima petunjuk bagi lawan-lawan Barça di masa mendatang.

1. Menekan secara ganda baik di tengah maupun di sisi lapangan

Ketika Barça bermain melebar, kedua pemain sayap dan gelandang tengah akan saling bertukar posisi untuk membantu bek sayap mereka, meminimalisir kemungkinan operan ke tengah dan memberikan perlindungan

Faktor kunci dalam sistem yang diterapkan Simeone adalah kemampuan para pemainnya saling bertukar posisi dari satu sisi ke sisi yang lain dan menekan lawannya secara melebar. Seperti yang kita ketahui, Atleti memainkan formasi 4-4-2 yang dalam dan padu, tetapi tak banyak yang sesukses mereka kendati bermain dengan cara yang sama; hanya sedikit tim yang mampu menguasai kemampuan pengambilan keputusan dan kepaduan untuk mengurung lawan melalui jebakan pressing secara kolektif.

Pada Rabu malam lalu, empat posisi di lini tengah Atleti diisi oleh Gabi dan Koke di tengah, Yannick Ferreira Carrasco di kiri, dan Saul Niguez di kanan. Tidak ada pemain sayap mereka yang membantu para bek sayap ketika Barça menguasai bola di lapangan tengah. Alih-alih, mereka turut bergeser ke tengah untuk memutus jalur operan para pemain tengah lawan kepada para penyerang mereka. Ketika Barça bermain melebar, kedua pemain sayap dan gelandang tengah akan saling bertukar posisi untuk membantu bek sayap mereka, meminimalisir kemungkinan operan ke tengah dan memberikan perlindungan. Secara khusus, Gabi memenangi banyak perebutan bola di sisi sayap.

Dikombinasikan dengan struktur tim yang rapat yang mengeliminasi ruang kosong di tengah, tekanan semacam ini membantu mereka untuk menghindari situasi satu lawan satu yang efektif bagi Messi dan Neymar.

BACA JUGA Misteri Transfer Paco Alcacer dan Mengapa Barcelona Membutuhkannya

 

Pages