Bek Terbaik ISC A 2016 Bulan Agustus: Ardan Aras

Ada alasan kuat mengapa Bergas Agung memilih pemain belakang veteran PSM Makassar ini sebagai bek terbaik di ISC A 2016 selama bulan Agustus ini. Apa itu?

Pada bulan Agustus ini, Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 telah memasuki pekan ke-17 dan itu artinya putaran pertama akan berakhir. Dari sekian partai-partai sengit dan perjuangan para 18 kontestan untuk meraih kemenangan, muncul satu bek yang penampilannya sangat baik dan konsisten sepanjang bulan Agustus ini. Setelah memilih beberapa kandidat, FourFourTwo Indonesia pun memilihnya bek terbaik ISC A 2016 untuk bulan Agustus ini.

Kunci sukses PSM Makassar dalam meraih tiga kemenangan beruntun pada bulan Agustus ini tak semata-mata hanya andil dari para pemain tengah dan depannya saja. Kita boleh menganggap jika trio Ferdinand Sinaga, Muhammad Rahmat, dan Ridwan Tawainella di lini depan atau meningkatnya performa Rasyid Bakri di lini tengah Juku Eja merupakan kunci sukses tiga kemenangan beruntun itu. Namun ada satu sosok penting yang juga menjadi kunci keberhasilan anak-anak asuh Robert Rene Alberts meraih sembilan poin. Dia adalah Ardan Aras.

Pemain berusia 32 tahun tersebut mampu memimpin para juniornya di lini belakang PSM agar mampu tampil lugas dan kokoh. Duetnya bersama Wasyiat Abdullah di posisi bek tengah pun semakin padu

Perlu diketahui, dari tiga kemenangan PSM pada bulan Agustus ini, dua diantaranya diaraih tanpa kebobolan satu gol pun. Termasuk ketika mereka mengalahkan Persija Jakarta 1-0 pada partai tandang di pekan ke-16 lalu. Memang sosok kiper muda, Syaiful, yang tampil heroik selama Agustus ini juga patut dipuji. Namun, torehan PSM tersebut mungkin tak akan didapat jika tak ada sosok Ardan Aras di lini belakang tim Pasukan Ramang itu. Pemain berusia 32 tahun tersebut mampu memimpin para juniornya di lini belakang PSM agar mampu tampil lugas dan kokoh. Duetnya bersama Wasyiat Hasbullah di posisi bek tengah pun semakin padu.

Padahal sebelum Agustus, PSM masih kerap kesulitan meraih kemenangan dan gawang mereka rentan dibobol oleh lawan. Namun seiring matangnya taktik Rene Alberts dan semakin padunya Ardan dan kolega, Juku Eja pun perlahan-lahan bangkit dan berhasil membuktikan diri pada bulan Agustus ini. Berkutat di papan bawah klasemen hingga pekan ke-13 lalu, pada pekan ke-16 ini mereka mulai merangsek ke papan tengah dan sudah berada di peringkat ke-12. Peran Ardan sekali lagi tak bisa dikucilkan dalam keberhasilan ini.

Perlu diketahui, Ardan Aras sendiri berposisi asli sebagai seorang gelandang bertahan. Namun semenjak kedatangan pelatih Luciano Leandro pada awal musim ISC A lalu, dirinya mulai dimainkan sebagai bek tengah. Kedatangan Rene Alberts untuk menggantikan Luciano pun membuatnya terus dipasang sebagai bek tengah dan tak pernah absen satu laga pun dalam membela PSM pada ajang ISC A 2016 ini. Apalagi tanpa kehadiran satu pun pemain asing, sosok pemain lokal kaya pengalaman seperti Ardan lah yang menjadi andalan Juku Eja.

Dalam 16 laga tersebut, Ardan berhasil mencatatkan 53 persen tekel sukses, melanggar lawan 16 kali, dan dilanggar oleh lawan sebanyak 9 kali. Hebatnya, dari 16 pelanggaran itu tak ada satu pun kartu kuning yang diraihnya, yang menunjukkan bahwa meski melakukan pelanggaran, ia tak melakukannya secara sembarangan. Tak hanya itu, sebagai seorang bek tengah, pemain bernomor punggung 22 itu juga cukup produktif. Hingga pekan ke-16 ISC A ini, dirinya sudah mencetak tiga gol. Ardan pun menjadi langganan untuk membantu lini serang PSM pada situasi-situasi bola mati.

Karena keberhasilan dan peningkatan performanya ini, maka nama Ardan Aras sangat layak dinobatkan sebagai bek terbaik ISC A bulan Agustus ini. Terlebih lagi, dibanding saingan-saingannya seperti Jajang Sukmara, Ricardo Salampessy, atau Fachrudin Aryanto, Ardan memiliki keunggulan karena keberhasilan selama bulan Agustus ini tak diraihnya dengan bantuan rekan pemain asing di lini belakang. Selamat Ardan Aras! 

Foto: GTS

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com