Bukan Hanya Joe Hart: 5 Pemain yang Pernah Jadi Korban Revolusi Guardiola

Bagi mereka yang mengikuti jejak kepelatihan Pep Guardiola, 'ditendangnya' Joe Hart dari Manchester City sebetulnya bukanlah hal yang mengejutkan. Seperti yang diceritakan oleh Zakky BM, ia memang biasa melakukannya...

Pemain andalan pertama yang ketar-ketir sejak kepastian Josep Guardiola menangani Manchester City adalah Yaya Toure. Beberapa kabar berseliweran di media massa tentang nasib gelandang bertenaga asal Pantai Gading ini tak akan dilirik (lagi) oleh Guardiola dalam skema permainan City untuk musim ini.

Namun, pada kenyataannya, Joe Hart-lah yang paling banyak menerima tekanan untuk hengkang ketika Pep benar-benar menjalani laga debutnya di Priemer League. Joe Hart di cadangkan, Willy caballero menjadi starting dan beberapa pekan kemudian Claudio Bravo resmi direkrut. Bursa transfer yang terbuka hingga penghujung bulan Agustus ini menjadi tanda akhir karir Joe Hart di kesebelasan yang berjuluk the Citizens tersebut. Kabar terbaru, Torino menjadi kesebelasan yang beruntung menerima “tuah Guardiola” tersebut. Entah siapa lagi yang akan terbuang dari City mengingat masih ada waktu dalam beberapa jam ke depan untuk aktifitas transfer musim panas ini.

Semenjak menapaki karir kepelatihannya bersama Barcelona B, tim utama Barca, Bayern Munich. dan kini Manchester City, Guardiola memang “gemar” menendang mereka yang tak cocok bermain dengan skemanya. Pada awal ia menangani Barca B, Pep membuang lebih dari  setengah dari skuadnya dan mengganti dengan yang lebih pengalaman dan memadukannya dengan mereka yang baru saja naik kelas dari Barca Juvenil (U19). Yang ini memang tak terekspos media.

Pep mulai menghebohkan media dan penggemar sepakbola ketika menyingkirkan nama-nama seperti Deco Souza, Gianluca Zambrotta hingga…sang maestro Ronaldinho saat memulai debutnya sebagai pelatih tim senior Barcelona.  Berikut lima nama pemain besar yang pernah harus pergi karena Pep Guardiola….

Ronaldinho (FC Barcelona ke AC Milan)

Mari kita menguak fakta. Banyak dari para penggemar yang hanya mengetahui selintas kepergian Ronaldinho dari Barca adalah ulah Guardiola. Benarkah demikian? Berikut salah satu kutipan yang menunjukkan bahwa kepergian Ronnie, panggilan akrab Ronaldinho adalah bukan sepenuhnya kesalahan Guardiola.

Marc Ingla, wakil presiden Barcelona pada tahun 2008 lalu menuturkan ceritanya kepada Graham Hunter, penulis dari buku Barca: The Making of the Greatest Team in the World. “Untuk mengeluarkan seluruh kemampuan Messi dan mengindari pengaruh buruk baginya, Ronaldinho dan Deco mesti dipaksa keluar dari klub (Barca).”

Kutipan diatas adalah fakta di mana ternyata kepergian Ronaldinho memang sudah ada dalam rencana manajemen Barca. Guardiola, bahkan sempat ingin memaksimalkan talenta Ronaldinho walau hanya satu musim. Namun, perjanjian transfer dengan AC Milan terlanjur membuat Ronaldinho hengkang. Dalam wawancara singkatnya kepada Goal, Ronaldinho memilih Milan karena ia ingin mengikuti jejak seperti mantan pelatihnya; Frank Rijkaard.

Ronaldinho, Pep Guardiola

Nasib Ronaldinho berubah 180 derajat setelah kedatangan Pep Guardiola di Barcelona