Dari anak ajaib berubah menjadi algojo kelas dunia: Lima musim pertama terbaik George Best yang diabadikan dalam foto

Kurang dari setengah dekade, George Best mampu beranjak dari pemain muda tak berpengalaman menjadi peraih sepatu emas  sepak bola Eropa. Editor FourFourTwo.com, Gary Parkinson, melirik hikayat sepak bola sang jagoan--dan, sambil bernostalgia,  juga mengagumi perubahan arsitektur stadion-stadion klub papan atas Inggris.....

1. Membangun reputasi

15 Februari 1964: George Best mengocek bola lantas melesakkannya ke gawang lawan sehingga gol MU bertambah menjadi empat, menyempurnakan kekalahan Barnley yang kelima pada Piala FA di Oakwell. Setelah berhasil menjalani debut pertamanya dengan meraih kemenangan kandang pada September lalu atas West Brom, Best yang tadinya sudah dikembalikan ke tim cadangan dan tim junior, dipanggil oleh sang manajer Matt Busby untuk masuk skuat utama lagi setelah tim senior itu mengalami kekalahan 6-1 di Burnley pada Boxing Day--sebenarnya: dia sudah pulang ke Belfast untuk merayakan Natal bersama keluarga hingga menerima panggilan yang dikirim lewat telegram.

Best menjadi bintang lapangan saat kemenangan 5-1 United atas Burnley di laga ulang (pada saat itu, tim-tim menghadapi satu sama lain sebanyak dua kali selama Natal), dan ia pun dimasukkan dalam skuat pertama, bermain 26 kali dan mencetak enam gol. United finis di tempat kedua di liga dan lolos ke babak semifinal Piala FA dan juga perempat final Piala Winner Eropa; Best juga membantu United memenangkan Piala Junior FA untuk pertama kalinya sejak tim rombakan Busby merebutnya setiap tahun sejak 1953 dan 1957. won it every year since 1953 and 1957.

Pages