Debut Manis Elneny dan 4 Hal Menarik Lainnya dari Arsenal 2-1 Burnley

Chris Flanagan dari FFT berada di tribun media Emirates untuk menganalisis kemenangan 2-1 Arsenal atas calon tim promosi dari Championship, Burnley, di babak keempat Piala FA...

Elneny langsung memberikan kesan bagus

Bisa dikatakan pemain Mesir terakhir dari klub Swiss, Basel, yang berambut keriting dan bernama Mohamed tidak menikmati kesuksesan saat pindah ke Premier League.

Debutan Arsenal, Mohamed Elneny, hanya perlu melewati angka 12 bulan untuk lebih baik daripada teman baiknya Mohamed Salah yang melakukannya bersama Chelsea, di mana sambutan meriah untuknya dibayar dengan hanya 6 kali starter di Premier League sebelum ia dipinjamkan ke Fiorentina dan kemudian Roma.

Elneny bermain lebih sentral dan tanda-tanda awal saat melawan Burnley terlihat menggembirakan. OK, mungkin fan yang menyebut 'Elneny lebih baik daripada Vieira" pada pertengahan babak pertama di Twitter hanya terlalu bersemangat. Sudah lebih baik daripada Mathieu Debuchy, mungkin. Vieira, tidak.

Elneny akan perlu waktu untuk mencapai potensinya dan beradaptasi dengan sepakbola Inggris. Di usia 23 tahun, ia masih terlihat mentah dan agak terlalu ramping, dan ia kalah berduel beberapa kali di awal laga, terutama melawan Andre Gray di area berbahaya. Ia mungkin perlu memperbesar tubuhnya untuk bisa bertarung di lini tengah.

Tetapi ia memang memiliki ketenangan yang alami. Jika ada rasa grogi dalam penampilan pertamanya sejak pindah dari Basel, ia tak memperlihatkannya. Elneny bermain bersama Francis Coquelin di posisi gelandang bertahan dan menunjukkan keinginan untuk ikut menyerang juga, ketimbang bertahan di posisinya saja.

Keterlibatan pertamanya adalah dengan menghentikan pemain Burnley, Fredik Ulvestad, dengan agak terlalu bersemangat, meski hal itu memunculkan sorakan dukungan dari para pendukung.

Mohamed Elneny menghadapi Scott Arfield

Ketika menguasai bola, ia melakukannya dengan simpel tetapi efektif. Elneny terus bergerak agar ia dalam posisi bagus untuk menerima umpan, dan tahu di mana posisi rekan setimnya ketika ia menerima bola. Seringkali ia mengumpan ke depan, dengan memilih salah satu dari empat pemain menyerang di depannya dan membiarkan mereka menggiring bola dan menciptakan peluang. Jarang ia salah memberikan umpan.

Anda bisa melihat kepercayaan dirinya bertumbuh juga. Ia tidak takut untuk memberikan instruksi posisi pada Alexis Sanchez dan ada tepukan tangan dari para suporter ketika ia memberikan umpan terobosan cerdas yang sedikit di luar jangkauan Alex Oxlade-Chamberlain, tetapi hal ini menunjukkan kemampuannya untuk mengambil keputusan. Ia juga melepaskan tendangan langsung dari jarak 25 yard yang mengarah ke Tom Heaton, sebelum mengetes sang kiper dengan tendangan yang lebih berbahaya di awal babak kedua.

Ketika laga berlalu satu jam, Elneny muncul beberapa kali dalam pergerakan serangan, dengan gaya ala Mesut Ozil, sebelum muncul di dalam kotak penalti untuk melepaskan tendangan yang melambung di atas gawang. Ia melepaskan tendangan keempatnya di akhir pertandingan, lewat tendangan voli yang melebar dari pinggir kotak penalti. Ia memperlihatkan penyesalannya karena gagal mengarahkan tendangannya tepat sasaran, tetapi itu adalah satu dari sedikit hal yang salah darinya pada hari itu.

Pemain Mesir ini tampil penuh selama 90 menit dan, meski Arsene Wenger belum menentukan apakah akan memberinya lebih banyak waktu untuk beradaptasi sebelum memainkannya sebagai starter di Premier League, Elneny jelas tidak mengecewakannya.

"Saya rasa ia memulai laga dengan agak berhati-hati, bermain aman, tetapi ia kemudian lebih bebas dan memiliki beberapa peluang tepat sasaran yang bagus," kata Wenger pasca pertandingan. "Mobilitas dan kerja kerasnya hebat, ia hanya perlu beradaptasi dengan kekuatan Premier League. Ini adalah awal yang bagus. Ia akan memerlukan beberapa waktu untuk beradaptasi dengan sisi kekuatan sepakbola di sini, tetapi kecerdasan, kemampuan, dan level tekniknya bagus."