Dominasi Kekuatan Tradisional dan Kejutan Tim-Tim Debutan: Apa yang Terjadi di ISC B Sejauh Ini

Jauh dari gemerlap pemberitaan media dan siaran langsung televisi, ISC B terus bergulir dan telah hampir memasuki setengah perjalanan. Renalto Setiawan mengupas tim-tim mana saja yang akan lolos ke babak 16 besar, para favorit juara, dan hal-hal menarik yang terjadi di kasta kedua sepakbola profesional Indonesia saat ini...

Di tengah perjalanannya yang sunyi, Indonesia Soccer Championship (ISC) B memang masih jauh dari kesan menggoda. Meski demikian, kompetisi kelas dua sepakbola Indonesia tersebut masih sangat menarik untuk diikuti.

Dibagi menjadi delapan grup, Grup 1 sampai Grup 8, ISC B diikuti oleh 51 klub dari seantero nusatara. Dalam setiap grup terdiri dari lima sampai tujuh kontestan, di mana masing-masing kontestan berasal dari daerah yang berdekatan guna memperlancar jalannya kompetisi. Di Grup 1, misalnya. Semua pesertanya berasal dari Pulau Sumatera. Ada PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru yang tak asing bagi publik sepakbola Indonesia, hingga ada Persebo Musi Raya yang notabene merupakan "klub baru" dalam sepakbola Indonesia. Regulasi ISC B sendiri memang memungkinkan bagi klub baru untuk ikut serta di dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Gelora Tri Semesta (GTS) tersebut.

Di tengah perjalanannya yang sunyi, Indonesia Soccer Championship (ISC) B memang masih jauh dari kesan menggoda. Meski demikian, kompetisi kelas dua sepakbola Indonesia tersebut masih sangat menarik untuk diikuti

Sejauh ini ISC B sudah mendekati babak 16 besar, di mana sebagian besar grup sudah memastikan salah satu wakilnya. Di Grup 1, meski masih menyisakan dua pertandingan, Persiraja Banda Aceh sudah memastikan lolos ke babak 16 besar. Anak asuh Akhyar Ilyas tersebut saat ini berhasil mengumpulkan 22 angka dalam 11 pertandingan. Persiraja tinggal mencari pendamping dari Grup 1 yang akan diperebutkan oleh PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru.

Di Grup 2, Persita Tangerang juga sudah memastikan lolos ke babak 16 besar. Tim asuhan Bambang Nurdiansyah tersebut juga berpeluang besar menjadi juara grup jika berhasil memenangi laga terakhirnya melawan Cilegon United awal September nanti. Bersama Perserang Banten, Cilegon United sendiri masih berpeluang mendampingi Pendekar Cisadane, julukan Persita, ke babak 16 besar. Sementara itu, di Grup 3 hingga Grup 6, tim-tim kandidat juara seperti PSCS Cilacap, PSIS Semarang, PSS Sleman, dan Persik Kediri juga sudah memastikan langkahnya ke babak 16 besar. Tim-tim tersebut bahkan mengincar posisi juara grup untuk menghindari "final dini" di babak 16 besar nanti.

Kejutan terjadi di Grup 7 dan Grup 8. PERSSU Super Madura, salah satu klub baru di sepakbola Indonesia, berhasil menjadi juara grup 7 dengan torehan 19 angka, unggul enam angka atas Persekap Kapuas yang berada di peringkat kedua. Menariknya, kehebatan mereka tak berhenti sampai di situ. Selama babak penyisihan grup, PERSSU berhasil mencetak 20 gol, salah satu yang terbaik di ISC B sejauh ini. Sementara itu, meski hanya berada di peringkat kedua Grup 8, Celebest FC Palu berhasil menarik perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, "tim baru" yang tidak mempunyai target di ISC B ini justru mempunyai peluang besar untuk mendampingi Kalteng Putra ke babak 16 besar.

Perssu Super Madura

Perssu Super Madura sukses menjadi tim kejutan dengan menjuarai Grup 7

Siapa yang berpeluang menjadi juara?

Persiraja Banda Aceh, PERSSU Super Madura, dan Celebest FC Palu (jika lolos ke babak 16 besar) bisa menjadi kuda hitam. Materi pemain mereka memang kalah ciamik jika dibandingkan dengan tim-tim mapan seperti PSIS Semarang dan PSS Sleman, tetapi tim-tim tersebut bisa meledak setiap waktu. Jika PERSSU Super Madura dan Celebest FC Palu banyak mengandalkan pemain-pemain muda potensial, Persiraja Banda Aceh bermaterikan pemain-pemain yang sudah bermain bersama sejak tahun 2014 -- bagi olahraga beregu seperti sepakbola, kekompakan kadang bisa mengalahkan segalanya, bukan?

Jika PERSSU Super Madura dan Celebest FC Palu banyak mengandalkan pemain-pemain muda potensial, Persiraja Banda Aceh bermaterikan pemain-pemain yang sudah bermain bersama sejak tahun 2014

Sementara itu, PSCS Cilacap juga berpeluang besar untuk menjadi yang terbaik di ISC B. Materi pemain yang mereka miliki bahkan dapat dikatakan cukup bagus untuk berkompetisi di ISC A. Ada nama Jemy Suparno dan Rendi Saputra, yang sudah malang melintang di divisi tertinggi sepakbola Indonesia. Selain itu, Laskar Nusakambangan juga masih memiliki pemain-pemain hebat seperti Taryono, Ugiek Sugiyanto dan Johan Juansyah. Nama terakhir merupakan pemain jebolan timnas U-23.

Meski demikian, PSIS Semarang, Persik Kediri, dan PSS Sleman tetap menjadi kandidat terkuat untuk meraih gelar ISC B. Jika PSIS Semarang di bawah asuhan Eko Riyadi menjadi salah satu tim yang paling teroganisir di ISC B, di mana Mahesa Jenar mampu bertahan dan menyerang dengan sama baiknya, PSS dan Persik adalah tim yang memiliki mental juara. Kedua tim tersebut tak jarang tampil istimewa saat bermain tandang. Hal tersebut tentu saja akan sangat membantu kiprah mereka di babak 16 besar nanti.

PSS Sleman

PSS Sleman menjadi salah satu favorit juara ISC B

Perlu diketahui, Persik adalah satu-satunya tim yang belum terkalahkan di ISC B sejauh ini. Dalam sepuluh pertandingan Persik menang delapan kali dan sekali bermain imbang.

Selanjutnya: klub baru malah menjadi contoh dengan profesionalitas mereka dan jadwal pertandingan yang masih jadi masalah