FourFourTwo 100 Stadion Terbaik di Dunia: No.5

Andy Murray memiliki segalanya tentang San Siro yang perlu Anda ketahui...

Milan kini punya dua hal hebat yang semakin terkikis keindahannya dan memerlukan sedikit sentuhan perbaikan. Yang pertama adalah hasil karya seni mereka yang paling banyak dipelajari, sebuah kejayaan perspektif yang telah mengalami evolusi secara konstan sejak karya pertama dimulai di tembok Convent of Santa Maria delle Grazie lebih dari 500 tahun yang lalu. Yang lainnya adalah stadion sepak bola.

Apakah kami baru saja membandingkan San Siro dengan karya ikonik Leonardo Da Vinci, The Last Supper? Ya. Dan jika Anda pernah ke sana, Anda akan mengerti.

FAKTA STADION

  • Lokasi Milan, Italia
  • Dibuka 1926
  • Pemilik AC Milan, Internazionale
  • Kapasitas 80,018
  • Rekor penonton 83,381

Ada alasan mengapa ini adalah stadion yang paling dicintai di Italia, kandang dari AC Milan dan Internazionale. Berada di area San Siro di mana rumah-rumah berlantai dua melebihi jumlah apartemen tinggi di tempat lainnya, tempat ini terasa tua tetapi juga sangat modern. Berjalan dari stasiun Metro at Lotto, perjalanan melalui jalan-jalan belakang dan piazza-piazza sekitar pemukiman adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan, di mana kita bisa melewati berbagai graffiti Rossoneri dan Nerazzurri dengan gaya ala Da Vinci.

Naik Turun

Setelah membeli stadion ini pada 1935 – menyambungkan empat tribun menjadi satu kurva dengan 55.000 kursi – San Siro tetap berada di tangan publik dan sejak 1947-48

Stadion ini sendiri telah direnovasi berkali-kali, sebagaimana The Last Supper. Pertama kali diciptakan pada 1925 oleh presiden Milan Piero Pirelli, San Siro awalnya diniatkan sebagai sebuah ekstensi stadion hippodrome balap kuda yang tak jauh darinya.

Pirelli ingin stadion klub ini seperti Luigi Ferraris milik Genoa, satu dari sedikit stadion di Italia pada 1920an tanpa trek lari, dan hanya digunakan untuk sepak bola. Di setiap sudutnya, terdapat empat tiang yang kelak akan menjadi ciri khas stadion ini.

Didukung oleh pendanaan publik. Tempat ini dibuka dalam waktu satu tahun, dan dalam peluncurannya diadakan Derby della Madonnina di mana setiap rival-rival kota – Inter saat itu bermain di luar kota di stadion bersejarah, Arena Civica – dengan mengalahkan tuan rumah 6-3 pada 19 September 1926. 

Setelah membeli stadion ini pada 1935 – menyambungkan empat tribun menjadi satu kurva dengan 55.000 kursi – San Siro tetap berada di tangan publik dan sejak 1947-48, kedua klub Milan tersebut menjadi penyewanya.

Terinspirasi dari Kejuaraan Eropa, renovasi lainnya dilakukan pada 1955, dengan menggandakan ukuran stadion dan menambahkan jalur berputar untuk para penonton berjalan ke sisi atas.

Selama dekade selanjutnya, klub-klub Milan mendominasi kompetisi domestik (memenangi enam scudetti di antara keduanya) dan kemudian di Eropa. Selama tiga tahun, Old Big Ears tidak pernah meninggalkan San Siro – Milan menjadi juara Eropa pertama dari Italia pada 1964, sementara Inter memenanginya dua tahun beruntun, pada 1964 dan 1965. Pada kemenangan kedua itu Inter menjadi tim kedua yang mengangkat trofi di kandang mereka sendiri, ketika sistem defensif catenaccio Helenio Herrera membuat mereka menguasai Eropa.

Cesare Maldini - Ayah dari Paolo - mengangkat piala di tahun 1963 ; Inter merayakannya pada musim 1964

Modernisme Milan

Jika Anda berpikir tentang San Siro dan Anda akan langsung teringat pada empat tiang besarnya,

Namun di era modern stadion ini – yang secara resmi berganti nama menjadi Stadio Giuseppe Meazza, menggunakan nama juara Piala Dunia dua kali yang pernah bermain untuk Rossoneri dan Nerazzurri – benar-benar berhasil menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Italia 90 adalah buktinya.

Sebetulnya, stadion ini membutuhkan sebuah renovasi besar dan yang didapatkan adalah refitalisasi senilai $60 juta yang menciptakan wajah baru yang ikonik dengan 11 tiang besarnya. Jika Anda berpikir tentang San Siro dan Anda akan langsung teringat pada empat tiang besarnya, satu di setiap sudut stadion, menjulang dari sisi lapangan hingga ke atap stadion seperti Battersea Power Station versi modern. 

Tiang-tiang ini bukanlah sekadar aksesoris. Keempatnya menjadi penunjang atap yang menutup keempat sisi lapangan untuk pertama kalinya – sebuah fitur penting di sisi utara Italia yang sering hujan ini.

Lihat cuplikan video final Kejuaraan Eropa 1965 antara Inter dan Benfica dan hal pertama yang Anda sadari adalah lapangan yang basah kuyup dan hujan deras yang mengguyur. Ketika Jair mencetak satu-satunya gol di pertandingan ini setelah 43 menit –tendangannya melewati Costa Pereira – payung-payung di tribun penonton bergejolak liar karena perayaan gol.

Tiang-tiang lainnya juga membuat stadion ini mendapatkan tambahan level tribun di tiga sisi, ketika stadion ini memasang tempat duduk secara penuh untuk Piala Dunia, sehingga kapasitasnya tak terlalu berkurang. Siapapun yang pernah ke San Siro akan tahu bahwa ketinggian tribun teratas ini sangat mengerikan. Secara hukum, kemiringan tribun di Inggris tak boleh melewati 17.5%. Tribun teratas di San Siro mendekati 30%.

Dikelilingi Oleh Inspirasi

Tetapi San Siro tetaplah berada di dalam daftar stadion yang harus dikunjungi milik banyak orang, dan tak seperti rekan-rekan tuan rumah Italia 90 lainnya,

Renovasi-renovasi ini terbayar lunas, dan menjadi tempat yang pas untuk Paolo Maldini, Kaka di era terbaiknya ketika ia merebut Ballon d’Or, Zlatan Ibrahimovic (untuk kedua klub), dan Inter treble-winner 2010 era Jose Mourinho, selain juga para diva pop One Direction yang konser di sana pada 2014.

Tapi stadion ini pun mendapatkan kritik. Tak semua orang menyukai estetika mesin yang brutal untuk mengakomodasi para penonton. Lapangannya selalu menjadi masalah, selain juga persoalan penjualan tiket untuk pertandingan-pertandingan yang kecil. Kedua klub sudah berpikir untuk meninggalkan stadion ini, mungkin ke stadion yang lebih kecil namun dimiliki sendiri sehingga lebih bisa memberikan hasil.

Tetapi San Siro tetaplah berada di dalam daftar stadion yang harus dikunjungi milik banyak orang, dan tak seperti rekan-rekan tuan rumah Italia 90 lainnya, stadion ini masihlah sangat penting: San Siro akan menjadi tuan rumah Final Liga Champions. Bahwa tidak ada klub Milan yang lolos ke kompetisi elit Eropa ini adalah bukti yang menyedihkan bahwa mereka telah jatuh dari level mereka biasanya.

Namun Italia 90 lah yang telah membentuk desain San Siro yang sekarang, dan memberikan warisan yang paling panjang. Terutama untuk dua pertandingan yang paling menonjol.

Pertama, kemenangan Jerman Barat 2-1 atas Belanda di babak 16 besar. Meski tak ada stadion yang sepertinya akan menawarkan sudut pandang yang cukup bagus untuk mempelajari momen ini, semprotan ludah Frank Rijkaard ke arah rambut Rudi Voller telah menjadi salah satu momen paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia.

Tetapi San Siro memang telah menjadi tempat yang menyenangkan bagi Jerman. Mereka memainkan setiap pertandingan di Italia 90 di sana hingga semifinal, sementara Bayern Munich memenangi Liga Champions 2001 di tempat ini lewat (tentu saja) adu penalti melawan Valencia.

Namun dari segala momen itu, laga pembuka Italia 90 ketika Kamerun menang secara mengejutkan dengan skor 1-0 atas juara bertahan Argentina adalah yang terbaik. Dipimpin oleh Diego Maradona – yang baru saja sendirian membawa Napoli merebut dua gelar beruntun Serie A – Argentina adalah favorit atas tim yang di bursa taruhan mendapatkan 500-1, yang mana kipernya, Joseph-Antoine Bell, dikeluarkan dari tim lima jam sebelum kick-off karena perseteruan soal bonus.

Argentina dan Kamerun di Piala Dunia 1990, Italia

Aksi-aksi penyelamatan Thomas N’Kono terjadi begitu sore sehingga istrinya sampai tak menonton pertandingan karena ia terlalu sibuk belanja. Namun penampilan sang kiper cadangan ini – baik di laga itu hingga di sepanjang turnamen – begitu bagus sehingga membuat soeorang anak berusia 12 tahun di Tuscany berubah pikiran dan ingin menjadi seorang kiper.

Nama anak itu? Gianluigi Buffon. Itulah salah satu warisan San Siro.

#FFT100STADIUMS 100 Stadion Terbaik di Dunia: Daftar dan artikel spesial semua di rangkum di sini