FourFourTwo 50 Manajer Sepak Bola Terbaik Dunia 2015: No.7

Seorang pelatih dari Spanyol yang sukses membangkitkan Sevilla dan memenangkan Europa League secara dua kali berturut-turut dimana timnya tetap fokus bersaing dengan tim besar di La Liga.

Ada seusuatu dalam diri Unai Emery yang berbau vampir (makhluk mitos penghisap darah). Tapi bukan karena ia mirip aktor lawas Christopher Lee yang kerap memerankan drakula, dengan mansion gelapnya dan mengenakan jaket, manajer Sevilla ini memiliki kharisma seorang vampir: menghipnotis, mempesona, menarik dan sedikit lebih seksi. Unai seperti keturunan raja di La Liga.

Banyak klub yang mengincar pelatih Sevilla musim panas ini setelah mereka memenangkan Europa League dua musim berturut-turut dan finis di posisi kelima La Liga. Pencapaian Emery musim ini menggambarkan kemampuannya untuk bertempur di berbagai bidang sepak bola dan akhirnya menang.

Meskipun kekaguman terhadap pelatih berusia 43 tahun ini sudah muncul dalam satu dekade terakhir, kesuksesan Sevilla kini mengankat citra Emery di sepakbola internasional. Klubklub seperti Napoli dan Milan dilaporkan berebutan tanda tangannya, berharap bisa memakai jasa seorang pelatih yang dikenal mampu membawa klub yang tengah terpuruk untuk kembali ke papan atas.

Unai Emery, Europa League

Sevilla membuat cara untuk memenangkan Europa League sangatlah mudah

Mulai Dari Bawah

Meskipun ruang ganti pemain penuh masalah, cara pengelolaan  terburuk sejarah olahraga dan para pemain bintang

Seperti kebanyakan manajer yang tidak memiliki karir cemerlang sebagai pemain, Emery harus mengawali semuanya dari bawah. Mantan gelandang ini terpaksa pensiun dini karena cedera lutut pada tahun 2004 saat berseragam tim divisi tiga Lorca Deportiva, yang sangat kebetulan sedang tidak punya manajer. Inilah awal karir Emery dari satu dekade pengalamannya sebagai pelatih yang bisa dibilang sukses.

Lorca dengan cepat promosi ke divisi dua untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pada tahun 2006, Emery menuju ke Almería, memenangkan promosi ke La Primera dan kemudian memimpin tim dari Selatan Spanyol itu duduk di posisi kedelapan La Liga.

Valencia yang terbelit banyak masalah datang meminta jasa Emery, setelah jeblok di bawah kepelatihan Ronald Koeman. Kepelatihan Koeman berakhir di ruang sidang di mana ia berhadapan dengan kapten tim, David Albelda, setelah sang gelandang dibuang dari skuat utama.

Unai Emery, Valencia

Emery menutup lobang besar yang terdapat di Valencia

Meskipun ruang ganti pemain penuh masalah, cara pengelolaan  terburuk sejarah olahraga dan para pemain bintang seperti David Villa dan David Silva dijual secara berurutan, Emery berhasil membawa Valencia ke urutan keenam dalam musim pertamanya, yang kemudian dilanjutkan finis di posisi ketiga dalam tiga musim berturut-turut.

Pemasukan karena berkompetisi di Liga Champions sangat mungkin menyelamatkan Valencia dari tekanan hutang sebesar 500 juta euro, tapi itu tidak cukup untuk mencegah Emery meninggalkan mereka pada tahun 2012, setelah berseteru dengan suporter Mestalla yang tidak sabar karena Valencia tak kunjung masuk posisi dua besar dan permainan yang dianggap terlalu taktis dari Emery.

Catatan perjalanan karir Emery berlanjut dengan karir singkatnya di Spartak Moscow yang tidak sukses, sebelum ia kembali ke Spanyol pada Januari 2012 dengan misi penyelamatan lainnya: menyelamatkan Sevilla yang terpuruk, setelah sebelumnya menjadi salah satu tim yang paling bersemangat dan menghibur di Eropa.

Unai Emery, Spartak Moscow

Karir Emery di Spartak selama enam bulan sepertinya ingin segera dilupakan olehnya

Sejak bersama Sevilla, akan cukup adil untuk mengatakan bahwa Emery telah melakukan tugasnya dengan baik.

Si Tukang Jongkok Yang Sensasional

Keputusan untuk menolak tawaran uang yang lebih besar dari klub lain juga menunjukkan kualitas lainnya dari seorang Emery - loyalitas

Emery merupakan perpaduan dari manajer-manajer La Liga lainnya: kehebatan dan humor garing ala Diego Simeone, sifat pemarah dan muka cemberut milik Luis Enrique, ketenangan seorang Carlo Ancelotti.

Tapi, mungkin Emery paling mirip dengan Marcelo Bielsa, mengingat ia terobsesi dengan persiapan matang, taktik dan daya tarik tak kunjung habis dalam menerapkan filosofi sepakbola miliknya.

Keduanya bahkan memiliki ciri khas yang sama di pinggir lapangan, suka jongkok dan memerintah pemainnya untuk bergerak tiga atau empat inci ke tepi lapangan. "Ada begitu banyak video (soal sikap Emery tersebut) yang saya tonton hingga saya kehabisan popcorn," canda winger Joaquin, saat mengenang kerjasamanya dengan Emery di Valencia.

Unai Emery

Cara favorit Emery untuk menyaksikan pertandingan sepak bola

Sayangnya, Emery tidak memiliki ketidakmampuan Bielsa yang tidak tertarik untuk berinteraksi dengan banyak orang.

Selain memberikan kesuksesan yang konsisten, Emery akan terus menarik minat beberapa klub. Dia mampu memuaskan para presiden klub tanpa menciptakan banyak masalah dan mampu mengelola tuntutan dari sebuah tim yang harus menjual para pemain bintangnya sebelum membeli pemain baru - yang sangat lekat dengan ciri khas Sevilla, di mana ia terikat kontrak hingga 2017.

Keputusan untuk menolak tawaran uang yang lebih besar dari klub lain juga menunjukkan kualitas lainnya dari seorang Emery - loyalitas, dan keinginan untuk membalas klub yang menempatkan karir manajerial-nya kembali ke jalur tepat. Perjalanan karirnya di Sevilla kemungkinan akan diwarnai banyak trofi sebelum benar-benar berakhir.

Pojok Taktik (bersama Michael Cox)

"Dua gelar Europa League secara beruntun bersama Sevilla, membuat kita harus menganggap Emery sebagao salah satu juru taktik terbaik Eropa.

"Faktanya, Emery seperti pelatih klasik Spanyol, dia menyukai permainan sepak bola yang atraktif dengan mengutamakan umpan-umpan, apabila dirinya menginginkan pemain sayap yang cepat dan gelandang tengah yang pintar, biasanya dia menggunakan skema 4-2-3-1, dengan formasi dua penyerang dianggapnya sebagai suatu alternatif yang menantang.

"Tetapi Emery benar-benar sosok yang terobsesi dengan detail, khususnya saat mempelajari kekuatan lawannya. Persiapan pra-pertandingannya menjadi sesuatu yang melegenda, dia secara pribadi berusaha untuk mempelajari lawannya selama sekitar 10 jam, semua pelajaran kekuatan lawannya tersebut digabungkan menjadi sebuah video berdurasi selama satu jam yang akan dia pelajari bersama-sama dengan skuat utama mereka sebelum pertandingan. Dan satu lagi, dia memberikan masing-masing satu flashdisk kepada para pemainnya yang berisikan tentang informasi tentang lawannya dan bagaimana mengeksploitasi kelemahan lawan-lawannya.

Unai Emery

Apabila yang lain gagal, akan ada tawaran pekerjaan mengalir kepada Unai

"Seorang pelatih yang sangat menuntut dan bersemangan bisa membuat mental para pemainnya turun, tetapi Emery seperti memiliki kemampuan manajemen pemain yang baik. Dia juga memiliki kebiasaan dalam membangun skuatnya seimbang, khususnya di posisi gelandang, dimana dia menekankan permainan dengan umpan-umpan, ini bukan berarti tim yang memenangkan penguasaan bola selama pertandingan bisa diabaikan begitu saja."

#FFT50MANAGERS