Gelandang Terbaik ISC A Bulan Agustus 2016: Rasyid Bakri

Mampu membuat dua gol dari tiga pertandingan di bulan Agustus ini jelas merupakan sebuah pencapaian yang baik untuknya. Bahkan satu gol di antaranya dicetak lewat aksi yang memukau. Bergas Agung mengulas bagaimana dirinya mampu menjadi gelandang terbaik pada Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 bulan Agustus.

Bulan Agustus boleh dibilang sebagai bulannya PSM Makassar. Pasalnya, sepanjang gelaran ISC A bergulir, baru pada bulan inilah Juku Eja mampu meraih tiga kemenangan beruntun. Tak pelak, performa pemain-pemain PSM pun dianggap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang ISC bulan Agustus ini. Tentu yang menjadi salah satu sorotan adalah sang kreator serangan, Rasyid Bakri.

Jika berbicara lini tengah PSM sejak awal musim ISC A 2016, banyak pihak pasti hanya akan mengingat dua sosok saja. Pertama sang kapten, Rizky Pellu, dan yang kedua adalah sang senior sekaligus legenda hidup Juku Eja, Syamsul Bahri Chaeruddin. Tak ada yang menyebutkan dan menyangka, ada sosok Rasyid yang kini justru mampu menjadi otak dari serangan-serangan PSM.

Pada awal-awal musim, pemain berusia 25 tahun ini memang kerap tak mendapat tempat sebagai pemain inti ketika PSM masih ditangani oleh Luciano Leandro. Namun seiring lengsernya pembesut asal Brasil tersebut dan datangnya sosok baru bernama Robert Rene Alberts, satu tempat di lini tengah PSM pun mutlak menjadi miliknya. Pada awal-awal kedatangannya, Rene Alberts pun memuji kualitas Rasyid.

"Rasyid pemain bagus, dia mampu bermain dengan cemerlang. Dia punya kekuatan untuk tampil lagi sebagai pemain inti," sebut Rene Alberts seperti dilansir harian Tribun Timur edisi 9 Juni.

Tak pelak, kepercayaan yang diberikan oleh pelatih asal Belanda itu mampu dibayar tuntas oleh Rasyid. Ketika dipercaya memerankan peran playmaker dalam formasi 4-4-1-1 yang beberapa kali dipakai Rene Alberts, dirinya mampu tampil bagus. Begitu pula ketika berperan sebagai gelandang box-to-box di formasi 4-3-3 kegemaran PSM, Rasyid tampil makin menjadi-jadi. Dan bukti konkretnya adalah penampilannya sepanjang bulan Agustus ini.

Jika suatu saat Syamsul Chaeruddin memutuskan pensiun, PSM pun tak perlu repot-repot lagi mencari pengganti karena mereka sudah menemukannya dalam sosok pemain berambut gondrong ini

Pada pekan ke-14, kala menghadapi Persegres Gresik United, pemain kelahiran Gowa, Sulawesi Selatan, itu mampu mencetak gol pembuka kemenangan PSM. Melalui titik putih, Rasyid mampu mengeksekusi dengan sangat tenang dan mengecoh penjaga gawang Persegres, M. Irfan. Gol itu pun menginspirasi terciptanya dua gol PSM selanjutnya. Dalam laga itu Juku Eja mampu menang dengan skor tipis 3-2.

Kembali bermain di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, pada pekan ke-15 saat menghadapi Bali United, Rasyid tampil gemilang. Dalam kemenangan 4-0 PSM, pemain bertinggi 164 sentimeter itu mampu menyumbangkan satu gol yang dilakukan dengan cara spektakuler. Pada menit ke-81, memanfaatkan umpan pendek Syamsul, Rasyid dengan cerdik melewati seorang pemain Bali United dan kemudian melepaskan tembakan keras dan akurat dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung I Ngurah Komang Arya.

Menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-16, Rasyid memang tak menyumbangkan gol atau assist pada kemenangan 1-0 PSM. Namun dirinya bermain baik dan beberapa kali mampu mengkreasi peluang untuk rekan-rekan satu timnya. Dari tiga pertandingan dan tiga kemenangan PSM di bulan Agustus ini, patutlah Rasyid Bakri disebut sebagai salah satu bintangnya, bersama Ferdinand Sinaga, Ardan Aras, serta Syaiful.

Torehan dua gol Rasyid pada bulan Agustus ini menambah torehannya sepanjang gelaran ISC A menjadi berjumlah tiga gol. Tak hanya itu, hingga pekan ke-16 ini dirinya mampu mencatatkan empat assist untuk PSM. Dengan itu berarti Rasyid sudah berkontribusi langsung pada tujuh gol Pasukan Ramang musim ini. Raihan itu adalah yang terbaik dibanding gelandang PSM lainnya. Rasio 76 persen operan sukses miliknya pun patut diacungi jempol. Jika suatu saat Syamsul Chaeruddin memutuskan pensiun, PSM pun tak perlu repot-repot lagi mencari pengganti karena mereka sudah menemukannya dalam sosok pemain berambut gondrong ini.

Yang disayangkan, justru dengan tampil apiknya ia sepanjang bulan Agustus ini, belum juga ada niat dari pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, untuk memanggilnya masuk daftar seleksi. Padahal seperti diketahui, pemain jebolan Danone Nations Cup ini juga merupakan langganan yimnas Indonesia sejak masih di level U-20 dan U-23. Rasyid pun beberapa kali dipercaya menjadi kapten Garuda Muda. Bahkan ketika belum menginjak 23 tahun pada 2012 lalu, dirinya sudah masuk dalam skuat utama Indonesia pada ajang Piala AFF.

Namun di satu sisi, hal ini juga akan memberikan keuntungan besar bagi PSM. Karena dipastikan pada putaran kedua ISC A kelak, Juku Eja tak akan kehilangan kreator serangan serta dinamo lini tengah mereka dalam sosok Rasyid Bakri.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID