Henrikh Mkhitaryan: Playmaker Berbahaya yang Bisa Merevitalisasi Lini Serang Manchester United

Transfer pemain Armenia ini ke Old trafford akhirnya menjadi kenyataan - dan Ryan Baldi memberikan gambaran apa yang bisa ia berikan pada timnya

Henrikh Mkhitaryan telah menyelesaikan kepindahannya ke Premier League bersama Manchester United pada pekan ini.

Ia adalah pemain kunci saat Donetsk meraih tiga gelar Liga Primer Ukraina secara berturut-turut, di mana ia terpilih sebagai pemain terbaik 2012 dan menyelesaikan tahun 2013 sebagai top skorer

Ikon Armenia ini merupakan gelandang serang yang lengkap; seseorang yang mempunyai banyak ketrampilan, dan hampir menguasai semuanya. Jika dimanfaatkan dengan benar - terlepas dari masalah harga dan nama besarnya yang akan lebih disorot - Mkhitaryan dapat membuktikan bahwa dirinya adalah pembelian tercerdas United selama bertahun-tahun.

Pemain berusia 27 tahun ini berhasil mencuri perhatian publik Eropa secara lebih luas saat bermain bersama Shakhtar Donetsk dari tahun 2010 hingga 2013.  Dirinya adalah pemain kunci saat Donetsk meraih tiga gelar Liga Primer Ukraina secara berturut-turut, di mana ia juga terpilih sebagai pemain terbaik tahun 2012 dan menyelesaikan tahun 2013 sebagai pencetak gol terbanyak.

Penampilan konsisten Mkhitaryan membuat Dortmund, yang saat itu berada di bawah asuhan Jurgen Klopp, membelinya dengan harga €27,5 juta tiga tahun lalu, dan memecahkan rekor transfer mereka untuk sang playmaker berbakat. Namun, dua tahun pertamanya di Dortmund kurang begitu menggairahkan. Mkitaryan kesulitan untuk menemukan bentuk permainan yang membuatnya terlihat mempesona saat bermain bersama Donetsk.

Berbicara kepada FourFourTwo pada awal tahun ini, Mkhitaryan mengatakan bahwa harga transfernya telah menjadi beban. Tetapi berkat bantuan Klopp, masalah tersebut akhirnya berhasil dilalui. "Memang benar Klopp banyak membantu saya menyoal masalah ini," kata Mkhitaryan. "Dia mengatakan kepada saya bahwa biaya transfer tidak ada hubungannya dengan apa yang diinginkan pemain, itu hanya kesepakatan antara dua klub. Saya menyadari bahwa dia benar dan kemudian mulai melupakan tentang masalah uang tersebut.”

Taktik Tuchel

78 angka yang mereka kumpulkan dapat menjadikan mereka empat kali juara di dalam sejarah Bundesliga

Tapi baru ketika Klopp pergi, dan digantikan oleh Thomas Tuchel sebagai bos baru Dortmund, Mkhitaryan baru mulai benar-benar bisa bersinar di Signal Iduna Park.

Di bawah Thomas Tuchel musim lalu, Dortmund yang berada di peringkat ketujuh di musim terakhir Klopp berhasil bangkit dan mampu kembali ke posisi asli mereka sebagai kandidat kuat juara liga. Meskipun akhirnya mereka hanya mampu finis di posisi runner-up dengan selisih angka yang cukup jauh dari Bayern Munich, 78 angka yang mereka kumpulkan dapat menjadikan mereka empat kali juara di dalam sejarah Bundesliga.

Peran Mkhitaryan benar-benar penting dalam kebangkitan timnya, dengan 15 assist yang dicatatkannya membuatnya menjadi pencetak assist terbanyak di Bundesliga. Lebih jauh lagi, dia mencatatkan 24 assist di semua kompetisi, serta berhasil mencetak 23 gol - tingkat produktifitas luar biasa untuk seorang pemain di posisinya.

Statistik Mkhitaryan di 2015/16

  • Bundesliga: 11 gol, 15 assist
  • Europa League: 2 gol, 9 assist
  • DFB Pokal: 5 gol, 0 assist

Tuchel, menyadari bahwa Mkhitaryan adalah pemain yang hebat, membuat beberapa penyesuaian penting dalam taktiknya untuk mengeluarkan potensi terbaik Mkhitaryan.

Sang playmaker biasanya bermain di sisi kanan di dalam skema 4-3-3 Thomas Tuchel, di mana Marco Reus berada di sisi berlawanan dan Aubameyang bermain sebagai penyerang tengah. Di belakang mereka, sebagai trio gelandang, Julian Weigl - pemain impresif berusia 20 tahun yang dibeli dari 1860 Munich - menjadi poros tengah, dan pemain baru Manchester City, Ilkay Gundongan, akan bermain di sebelah kiri ketika dia fit.

Di belakang Mkhitaryan, di sisi kanan dari trio gelandang, Tuchel biasanya melakukan rotasi pemain - apakah itu Shinji Kagawa, Gonzalo Castro, atau pemain muda sensasional, Christian Pulisic - yang siap untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan kebutuhannya.

Marco Rues, Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang merayakan gol

Trio lini depan Dortmund adalah salah satu yang paling subur di Eropa musim lalu

Biasanya, pemain yang mengisi gelandang sebelah kanan diperintahkan untuk bermain melebar, memberikan dukungan kepada full-back kanan. Hal ini kemudian memungkinkan Mkhitaryan untuk menjelajah di garis depan, menempati berbagai posisi di mana dirinya dapat memberikan kerusakan maksimum kepada lawan.

Biasanya hal ini membuatnya, meskipun posisi awalnya di sebelah kanan, dapat memilih untuk beroperasi di daerah tengah lapangan, wilayah yang paling dekat dengan posisi nomor 10. Dia akan dapat bergerak secara diam-diam ke daerah yang diinginkannya tanpa dapat dilacak oleh pemain lawan - dan secara efektif menjadi seorang "sayap palsu" (false winger).

Gambar dari Stats Zone di bawah ini ­- yang menggambarkan area pengaruh sang pemain dan umpan-umpannya di wilayah sepertiga akhir Dortmund saat melawan Stuttgart dan Augsburg - menunjukkan bahwa, terlepas dari posisinya saat memulai pertandingan, sistem Dortmund yang fleksibel membiarkan Mkhitaryan melakukan pekerjaan terbaiknya di pusat daerah pertahanan lawan.