Inikah Tim Terbaik Piala Jenderal Sudirman?

Saya berani jamin sebagian besar dari Anda tidak akan ada yang menampik jika saya menilai bahwa Arema Cronus adalah satu-satunya klub yang mampu tampil konsisten, setidaknya sampai babak semi-final Piala Jendersal Sudirman (PJS) ini berjalan. 

Mengapa demikian? Fakta-fakta yang sudah jelas terpampang di lapangan membuat mereka memang patut diberikan nilai tinggi daripada klub-klub peserta lainnya di PJS.

Dihuni oleh pemain-pemain berkualitas dan merata di segala lini, Singo Edan tampil sempurna dengan menghajar sang 'juara' kompetisi Indonesia Super League (ISL), Persegres Gresik United (4-1) di partai pembuka turnamen. Selain itu, klub-klub lain seperti, Pelita Bandung Raya, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Surabaya United dan Pusamania Borneo FC dilibas habis oleh skuat arahan Joko 'Gethuk' Susilo tersebut.

Kehadiran I Kadek Wardhana sebagai pengawal jala gawang Arema memunculkan fakta baru bahwa sang penjaga gawang yang baru saja merayakan hari jadi ke-34 tahun itu sangat pantas menggantikan Kurnia Meiga. Tiga clean sheet dibukukan selama membela The Crazy Lion di ajang PJS. Penampilan sempurnanya di bawah mistar membuat Arema menorehkan catatan bagus sebagai tim yang belum pernah kebobolan selama 270 menit. Menit tersebut merupakan yang terlama ketimbang klub lainnya.

Kesempurnaan Kadek juga didukung dengan datangnya Fransisco Insa Bohigues. Pemain yang pernah menimba ilmu di Albacete dan El Che itu bermain sangat apik. Peran sentralnya sebagai palang pintu utama pertahanan Singo Edan benar-benar berpengaruh. Kehilangan seorang Fabiano Beltrame yang sebelumnya dikhawatirkan bakal memperlemah pertahanan Arema jadi tidak begitu dirisaukan lagi.

I Kadek Wardhana palang pintu terakhir tim asal Malang ini

Untuk urusan produktivitas, Insa juga mempunyai nilai lebih. Tak jarang dirinya membantu lini serang klub dan hasilnya memang tak sia-sia. Total sejauh ini dirinya sudah mencetak tiga gol untuk Arema.

Rekan senegara Insa, Toni Espinosa juga merupakan pembelian tokcer tahun ini bagi Arema. Gelandang serang yang pernah menjadi bagian tim muda Atletico Madrid itu benar-benar membawa pencerahan bagi lini tengah Singo Edan. Bersama dengan Juan Revi dan Ahmad Bustomi, dirinya begitu nyetel dengan permainan yang dirancang oleh Joko Susilo.

Dan umpan-umpan matang yang sering dilancarkannya juga kerap membuat pemain-pemain Arema dengan mudah mencari celah mencetak gol.

Di lini terdepan, Arema juga punya nama-nama berkualitas. Sebut saja Samsul Arif, Cristian Gonzales dan Sunarto (The Joker). Second-line juga tak kalah sinarnya, ada Ferry Arman Saragih, Hendro Siswanto, I Gede Sukadana dan mash banyak lagi yang mampu memecah kebuntuan andai lini depan Arema mengalami kebuntuan.

Selain kematangan dan meratanya kualitas pemain, jawara ISL 2010 itu juga dinilai memiliki mentalitas nomor satu daripada lawan-lawan mereka di PJS. Salah satu bukti bahwa mental mereka patut diacungi jempol adalah saat mampu keluar dari tekanan ketika berhadapan dengan Persipura Jayapura di babak delapan besar.

El Loco masih menjadi tumpuan utama Arema

 
Sumber foto utama: Msports.net

Topics