Jeda Internasional: Gangguan Atau Hiburan Bagi Kita?

Mulai tengah pekan ini sampai seminggu ke depan liga-liga besar Eropa dipaksa libur. 

Kisruh menjelang tutupnya bursa transfer musim panas terutama kasus Real Madrid dengan Manchester United soal kepindahan David De Gea juga terpaksa mereda.

Para pemain mendapat panggilan yang lebih penting, di level ini mereka tak boleh bermain hanya karena terpaksa tapi karena ada rasa nasionalisme. Seluruh negara di Eropa melakoni kualifikasi Euro 2016 dan lainnya menjalani kualifikasi Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia.

Beberapa negara unggulan kawasan dianggap sebagai kiblat sepak bola dunia akan melakoni laga penting contohnya Italia. Gli azzurri tanggal 6 September waktu setempat, harus meladeni tim kuat Bulgaria. Walaupun di atas kertas anak asuhan Antonio Conte diunggulkan namun, lawan kerap memberikan perlawanan yang sengit tidak mudah begitu saja memberikan tiga poin. Buktinya terakhir bertemu di Sofia hasil akhir adalah 2-2 dan mereka membutuhkan hasil positif guna memangkas jarak dengan pimpinan klasemen sementara grup H Kroasia.

Bisakah Antonio Conte membawa Italia lolos ke Piala Eropa 2016?

Nasib serupa juga dialami oleh juara dunia tahun kemarin Jerman. Berada di posisi nomor dua grup D terpaut satu poin dari Polandia. Lawan sulit Skotlandia bisa jadi batu sandungan Bastian Schweinsteiger dan rekan-rekan lantaran musuh tidak akan begitu saja melepaskan laga ini, lantaran cuma dua poin saja perbedaan mereka dengan Jerman dan tiga untuk menyamai pemimpin klasemen. Sebelumnya juga Die Mannschaft harus menjamu Robert Lewandowski beserta rombongan, kalau di laga ini hasilnya tidak maksimal maka akan sulit bagi mereka lolos ke putaran final.

Jerman harus menyerang dari menit-menit awal untuk mendapatkan poin penuh.

Sementara negara yang mengaku sebagai tanah kelahiran sepak bola, Inggris akan melakoni laga bertemu San Marino dan Swiss. Sejauh ini anak asuh Roy Hodgson tampil impresif memimpin grup dengan angka sempurna 18 hasil dari enam kemenangan yang kita percaya mereka tidak akan menemui perlawanan sengit dari negara yang tim nasionalnya banyak berisi bukan pemain profesional. Jalan menuju Rusia begitu terbuka lebar bagi mereka namun kenyataan adalah harus bergantung pada dua penyerang under perform yakni Wayne Rooney dan Harry Kane. Sejauh Premier League berjalan kali ini belum ada penampilan signifikan dari dua juru gedor utama Inggris ini.

Penampilan Harry Kane sejauh ini belum meyakinkan bersama Spurs.

Kemudian ada La Furia Roja yang terseok-seok usai menguasai Eropa dan dunia semenjak 2008 sampai 2012 juga masih dalam posisi yang tidak baik. Lihat saja kini mereka tertinggal tiga poin dari pemimpin klasemen sementara grup C dan pada Minggu dini hari adalah kesempatan untuk memangkas jarak ini dari Slovakia. Bila gagal meraih poin penuh maka posisi siap digeser oleh Ukraina.

De Gea dengan drama transfernya atau Casillas yang akan menjadi pilihan utama Spanyol?

Negara kuat lain yang sedang mengalami pasang surut adalah Belanda. Setelah meraih posisi nomor tiga pada Piala Dunia Brazil tahun lalu, mereka berganti pelatih dari Louis van Gaal ke Guus Hiddink, tetapi hasilnya tidak berjalan sesuai rencana. Kesulitan mengambil hasil maksimal akhirnya memaksa Hiddink turun tahta dan digantikan oleh Danny Blind, ayah kandung dari pemain Manchester United, Daley Blind. Blind senior ditugaskan untuk menahkodai negara Kincir Angin untuk memuluskan langkah mereka, dan lawan yang harus dihadapinya adalah Islandia sang pemimpin klasemen grup A, kemudian Turki, berat bukan? Posisi mereka ada di nomor tiga dimana tertinggal lima poin dari paling atas.

Performa naik turun Memphis bersama United diharapkan tidak terjadi level tim nasional.

Menarik untuk edisi kali ini adalah negara-negara tergabung di AFC, karena ada dua turnamen berdekatan maka penyaringan dilakukan berbarengan. Sayang pembekuan dari FIFA membuat Indonesia harus merelakan keikutsertaannya dalam kualifikasi ini, dan ini berarti menjadi sebuah keberuntungan bagi calon lawan Indonesia yang berada dalam satu grup, karena bisa lebih mudah mempersiapkan diri bertemu negara lain.

Rangkaian jeda internasional ini bagi sebagian penggila bola bukanlah hal yang menyenangkan karena sulit menerima kenyataan klub favorit tidak tampil di layar kaca seperti biasa. Namun bagi mereka ada hal yang lebih penting dari sekedar bermain mingguan karena pride membela negara lebih tinggi. Tapi mereka juga tak perlu khawatir karena di akhir minggu setelah ini selesai laga seru di Premier League langsung tersaji yakni Northwest Derby kemudian di Serie A ada derby Della Madonnina.