Karir Frank Lampard di Swansea: Alasan Kenapa Dia Tidak Pernah Menikmatinya

Kembali ke musim 1995/96, persepsi baik mengenai Frank Lampard Jnr dan Swansea City sungguh berbeda hari ini.

Ini adalah adalah kebenaran yang secara universal diakui bahwa tak peduli seberapa keras dia bekerja dan berapa pun rekor yang ia pecahkan, Frank Lampard Jnr akan selamanya dikenal oleh beberapa juru kritik dengan sebutan 'Fat Frank'.
 
Itu bukan sebutan yang bagus dan tentunya tidak cerdas, tapi sebutan itu telah melekat, terutama di kalangan suporter West Ham yang kesal dengan hengkangnya Lampard ke Chelsea pada 2001, karena tumpukan lemak yang dimiliknya saat remaja, termasuk ketika dia menjadi pemain pinjaman berusia 17 tahun di Swansea.
 
"Saya tidak pernah menyangka dia berubah menjadi seorang pemain seperti dirinya yang dulu, maaf seperti dirinya yang sekarang," ujar mantan rekan setim Lampard di Swansea, Christian Edwards, yang dengan cepat mengoreksi kalimatnya. "Dia mengakui dia mungkin agak kegemukan di usia tersebut, dan dia selalu menempatkan bola di kaki kanannya daripada mengumpan dengan kaki kirinya."
 
"Anda bisa melihat, 18 tahun kemudian dia tampak lebih matang secara fisik," kata striker Steve Torpey, yang kini menjadi asisten manajer di York City.
 
Tapi, 'Lampard yang Mungkin Agak Kegemukan' adalah seorang pemain berkelas, bahkan ketika masih berusia 17 tahun. Tiba di Wales selatan pada Oktober 1995 sebagai sosok yang dikenal anak dari legenda The Hammers, Frank Lampard Snr, dia langsung mendapatkan tempat di lini tengah Swansea dan dengan cepat mengembangkan permainan mereka dengan umpan-umpannya yang cerdik.
 
Pembaca yang berusia lebih muda pasti menyadari bahwa Swansea City pada tahun 1995 bukanlah Swansea City hari ini. Alih-alih memiliki stadion ultra modern seperti Liberty Stadium, anda hanya punya Vetch Field, bernuansa pedesaan. Alih-alih memiliki bakat-bakat terbaik, mereka hanya memiliki pemain Inggris yang otaknya buntu. Dan alih-alih melihat sebuah umpan yang menawan, anda akan melihat bola beterbangan di atas kepala anda.

Frank Jnr sebagai pemain muda di West Ham

Frank Jnr sebagai pemain muda di West Ham

"Tim ini secara keseluruhan sangat memprihatinkan," kata seorang suporte bernama David Brock. "Lampard adalah sesuatu yang tidak kami miliki, seorang gelandang yang memperhatikan kondisi sekitar sebelum mengirim umpan. Setelah dia pergi, kami berhenti mengumpan bola, kami terlalu sibuk membuang bola keluar dari daerah pertahanan kami."
 
"Dalam beberapa tahun kami mengharapkan sepakbola yang bagus, tapi di divisi yang lebih rendah sebagian besar suporter kami menyukai pemain yang menetap. Dia tak terlalu berpikir soal itu, dia ingin bermain sepakbola. Beberapa orang mengtakan Lampard tidak cukup kuat. Menurut saya, mereka terlalu banyak berharap padanya, seorang pemain yang datang dari klub besar. Bagaimana pun, dia mampu memenangkan hati mereka."
 
Suporter dan rekan-rekan setim Lampard sama-sama tahu bahwa mereka akan menuju sebuah kebaikan dengan kehadirannya. "Kami mencoba untuk mempertahankannya lebih lama, tapi itu tak pernah menjadi sebuah pilihan," kata Edwards.
 
Lampard sendiri tak tertarik. Pada autobiografinya yang rilis tahun 2006, di mana ia mengakui, "Saya bahkan tidak tahu di mana itu Swansea, saya bahkan harus mengeluarkan peta,". Dia menulis, "Tempat latihan Swansea tidaklah menyenangkan dan saya terkejut dengan fasilitasnya yang minim, tak masalah dengan cara kami bermain, saya tak ingin tinggal lebih lama. Kami memenangkan dua pertandingan dan hanya ada beberapa ribu suporter di sana menyaksikan kami berjuang menghindar dari degradasi."
 
Tapi mungkin itulah intinya. Lampard memprotes pamannya, Harry Redknapp, manajer West Ham, tentang  keputusan mengirimnya ke Swansea. "Jika dia tidak menikmatinya, saya bisa paham kenapa. Itu sangat mendasar. Mungkin keputusan peminjaman itu adalah untuk mengatakan kepada Frank, 'Jika anda tidak berusaha,  di situlah anda bisa berakhir '."
 
Wales bisa berdampak seperti itu pada seseorang. Lampard tentu tidak ingin bereuni dengan orang yang berkerah yang menemuinya di sebuah pub dan menggeram, "Mengapa tidak anda kembali ke London, anda bajinganCockney?" Torpey tertawa. "Dia mungkin pendukung Cardiff."
 
Tentu saja, Lampard kini telah sukses. Juara Liga Champions, pencetak gol terbanyak Chelsea sepanjang masa dan seratus penampilan bersama tim nasional Inggris. Siapa yang anda sebut si gemuk?

BACA JUGA