Kegiatan Sepak Bola di Asia Dan Afrika Selama Bulan Ramadhan

Omar Farouk dari FourFourTwo Malaysia menjelaskan kepada kita tentang kehidupan liga-liga sepak bola di Asia dan Afrika yang banyak terdapat pemain muslim selama bulan suci Ramadhan, apa saja kegiatan mereka dan bagaimana mereka menyikapinya.

Bulan Ramadhan yang dimulai pada 17 Juni 2015 lalu, membuat 1,6 milyar umat muslim di seluruh dunia langsung menjalankan ibadahnya dengan khusyuk dan dengan penuh suka cita. 30 hari umat muslim seluruh dunia wajib menjalankan puasa, tidak makan dan minum dari matahari terbenam hingga matahari terbit.

Memang puasa kali ini tidak terlalu berdampak pada kegiatan sepak bola Indonesia yang sedang terkena sanksi FIFA, tetapi tidak di negara tetangga kita, Malaysia yang liga sepak bolanya (M-League) tetap berjalan walaupun sedang bulan suci Ramadhan. Malaysia kita tahu juga salah satu negara yang memiliki banyak umat muslimnya. FAM (Federasi sepak bola Malaysia) mendapatkan banyak kritikan mengenai hal ini, karena biasanya M-League selalu berakhir sebelum bulan Ramadhan.

Akan tetapi, FAM bisa memiliki alasan dengan melihat beberapa acara olahraga dunia yang dijalankan saat bulan Ramadhan. Pada tahun 2012, ada Olimpiade musim panas di London yang diselenggarakan saat bulan suci Ramadhan. Piala Dunia 2014 yang diadakan di Brazil pada 12 Juni hingga 13 Juli juga diadakan pada bulan Ramadhan, walaupun hanya bentrok di akhir-akhir kompetisi. Edisi ke 102 Tour de France juga berbarengan dengan bulan suci Ramadhan, walaupun hanya pada tiga pekan terakhir di tahun ini. Piala Eropa tahun depan di Perancis juga akan dimulai tiga hari setelah Ramadhan dimulai.

Algeria berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 walaupun saat itu sedang bulan Ramadhan

Di atas semua itu, banyak cerita menarik dari sepak bola yang penduduk negaranya mayoritas beragama Islam yang menarik untuk kita ulas...

Sepak Bola Saat Ramadhan di Asia Tenggara

Di negara kita, yang juga menjadi negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia, Ramadhan dan sepak bola tidak saling bentrok, bukan karena kompetisi berhenti, tetapi karena sanksi FIFA yang kita dapat karena perselisihan antara MENPORA dengan PSSI yang tak kunjung usai, yang berujung dengan tidak adanya kompetisi pada musim ini. Akan tetapi, sebelum kompetisi berhenti, Indonesia Super League melalui CEO, Joko Driyono, mengatakan bahwa pertandingan tetap berjalan di bulan Ramadhan, yang mana akan dilaksanakan pada jam 9 dan 10 malam, setelah berakhirnya salat Taraweh, jadi tidak mengganggu aktifitas ibadah para pemain yang beragama Islam. Hal ini sama seperti musim 2013, dimana liga tetap berjalan saat bulan Ramadhan dengan jadwal yang sama seperti musim ini.

Negara tetangga kita, Singapura yang juga memiliki banyak pemain lokal Muslim, sama seperti musim-musim sebelumnya, kompetisi sepak bola di Singapura belum ada tanda-tanda di revisi terkait dengan bulan Ramadhan, tetapi diperkirakan jadwal pertandingan akan dijalankan beberapa jam setelah buka puasa. Tahun ini, FAS (Federasi Sepak Bola Singapura) menunda waktu kick-off untuk Piala Liga (S.League atau Liga Singapura sedang break selama dua bulan), selama satu setengah jam setelah jam berbuka puasa disana. Sekitar setahun yang lalu, pelatih Geylang International, Jorg Steinebrunner tidak setuju apabila puasa akan memberikan dampak negatif terhadap para pesepakbola, karena saat itu timnya menang 3-1 atas Albirex Niigata 3-1 pada babak perempat final Piala Liga, kala itu, dalam timnya terdapat enam pemain Muslim, sedangkan lawan mereka semua berkebangsaan Jepang dan tidak ada yang menunaikan ibadah puasa satupun.

Albirex Niigata baru saja memastikan tempat di final Piala Liga Singapura 2015

Sepak Bola Saat Ramadhan di Asia Selatan dan Tengah

Pada saat bulan Ramadhan dimulai, beberapa liga sepak bola di negara Asia Selatan dan Tengah seperti Afghanistan, Pakistan dan India telah berakhir. Sangatlah penting bagi negara-negara tersebut untuk mengakhiri musim lebih cepat, bukan karena datangnya bulan Ramadhan, tetapi lebih ke dalam hal penting, dimana tidak mungkin untuk menjalankan pertandingans sepak bola di tengah gelombang panas mematikan yang menyerang negara-negara di Asia Selatan dan Tengah. Akan tetapi, itu adalah hal pengecualian.

Di Bangladesh, the Nitol Tata Bangladesh Premier League masih tetap memainkan pertandingannya, dengan pertandingan yang dimainkan pada jam 4 sore dan 9 malam. Walaupun pada musim 2012/13 B-League berakhir pada awal Mei, sampai saat ini masih belum ada pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Bangladesh terkait perubahan jadwal pertandingan terkait banyaknya pemain muslim di liga. Dalam beberapa musim terakhir di Uzbekistan, liga dan pertandingan piala Uzbekistan biasanya jadwalnya di ubah dari bulan Maret menjadi bulan November. Pertandingan tetap berlangsung selama bulan Ramadhan yang dimainkan pada jam 11 malam.