Kiper Terbaik ISC A 2016 Bulan September: Andritany Ardhiyasa

Dia adalah aktor di balik tak terkalahkannya Persija Jakarta selama ISC A 2016 bulan September. Statistik juga membuktikan, Andritany unggul jauh dibanding para pesaingnya sesama penjaga gawang. Perdana Nugroho menjelaskan bagaimana eks Persib Bandung junior itu memang layak jadi yang terbaik. 

Tepat awal September 2016, Persija Jakarta memasuki era baru di bawah kendali pelatih Muhammad Zein Al Haddad, mengisi pos pelatih yang sebelumnya dipegang Paulo Camargo hingga caretaker Jan Saragih. Macan Kemayoran yang ketika itu belum pernah menang di 12 laga terakhir, langsung harus berhadapan dengan tim yang persentase kemenangan di kandangnya mencapai 100 persen sepanjang ISC A 2016, Semen Padang.

Benar saja, laga baru dimulai Persija langsung dibombardir barisan penyerangan Kabau Sirah yang dipimpin striker haus gol, Marcel Sacramento. Pada waktu yang sama, Andritany Ardhiyasa kembali membuktikan dirinya layak dinobatkan sebagai salah satu kiper terbaik Indonesia saat ini. Dari sembilan usaha tembakan yang dilepaskan anak asuh Nilmaizar, tak ada yang berbuah gol. Andritany jadi bintang setelah melakukan penyelamatan atas peluang Marcel jelang bubaran.

Atas performa menawan ini, dia bersama kakaknya, Indra Kahfi Ardhiyasa dari Bhayangkara FC – sebelumnya bernama Bhayangkara Surabaya United –, dipanggil ke skuat timnas Indonesia jelang lawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo, awal September ini. Meski masih ada kiper yang lebih senior, Dian Agus Prasetyo, Bagol –sapaannya – ditunjuk pelatih Alfred Riedl sebagai penjaga gawang utama. Malaysia memang tak terlalu sering merepotkan gawangnya, tapi performa Andritany juga menuai pujian.

Hanya berselang beberapa hari, dia kembali jadi salah satu sosok paling penting di Persija ketika menghadapi tim papan atas, Persipura Jayapura. Andritany tampil tenang meski harus menghadapi trio menyeramkan milik Mutiara Hitam, Greg Nwokolo-Boaz Solossa-Edward Wilson Junior. Dia memang kebobolan lewat gol pertama Boaz ke gawangnya dalam delapan tahun terakhir karier keduanya. Namun, secara keseluruhan kiper 24 tahun itu patut dipuji karena tim lawan sukses melepas 18 tembakan yang delapan di antaranya mengarah ke gawangnya. Persija berhasil menahan imbang Persipura berkat gol Ramdani Lestaluhu.

Laga terakhir Persija di ISC A 2016 bulan September terjadi saat melawat ke Stadion Surajaya, markas Persela Lamongan. Duel dua tim papan bawah ini ternyata menyajikan pertandingan yang cukup seru. Kedua tim bergantian melancarkan serangan. Andritany memang belum kembali catat clean-sheet, tapi keunggulan Persela terjadi berkat gol bunuh diri fullback kiri Persija, Andik Rendika Rama yang keliru dalam mengantisipasi bola. Sepanjang laga, Andritany bak karang kokoh, membuat lini depan Persela yang diisi Dendy Sulistyawan frustrasi.

Tak hanya itu, kiper kelahiran Jakarta ini dinobatkan sebagai man of the match lewat delapan penyelamatan dari 14 usaha tembakan Persela, tiga intersep, dan akurasi umpan mencapai 87 persen plus kecakapannya dalam berkomunikasi di lini pertahanan. Persija kembali bermain imbang, juga lewat gol bunuh diri pemain Persela. Berkat Andritany, Persija tak terkalahkan sepanjang September 2016 – meski belum juga menang. Padahal, dia sempat dikhawatirkan bakal absen di Lamongan karena sempat mengalami cedera ringan.

Statistik menyebut, pengidola Fabien Barthez ini adalah kiper terbaik sepanjang pagelaran ISC A 2016. Andritany melakukan total 82 penyelamatan bagi Persija

Kini, pemain yang sempat diincar pelatih Persib beberapa waktu lalu, Dejan Antonic, untuk kembali ke Bandung, bersiap untuk membagi konsentrasinya jelang akhir tahun 2016. Selain tentunya membela Persija Jakarta, Andritany juga bakal menjalani serangkaian program bersama timnas Indonesia jelang Piala AFF 2016. Meski Riedl sudah menggaransi kiper Arema Cronus, Kurnia Meiga masuk skuat, bukan berarti peluang Andritany jadi pemain inti tertutup.

Statistik menyebut, pengidola Fabien Barthez ini adalah kiper terbaik sepanjang pagelaran ISC A 2016. Andritany melakukan total 82 penyelamatan bagi Persija. Jumlah itu unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Wahyu Tri Nugroho asal Bhayangkara FC yang hanya 62 kali, atau Choirul Huda dari Persela yang catat 59 penyelamatan. Atas rentetan performa luar biasanya sepanjang bulan ini, FourFourTwo Indonesia menobatkan Andritany Ardhiyasa sebagai Kiper Terbaik ISC A September 2016.

Foto-foto: GTS

Feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID